Kumparan Logo

Harga Minyak Dunia Tinggi, ESDM Genjot Eksplorasi di Dalam Negeri Mulai 2027

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kilang minyak di tengah laut. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kilang minyak di tengah laut. Foto: Shutterstock

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung merespons harga minyak dunia yang masih berada di level tinggi dengan rencana optimalisasi sumber dalam negeri. Pemerintah akan mempercepat eksplorasi dan eksploitasi pada tahun mendatang.

"Jadi untuk dalam negeri ada berapa lapangan. Ini ada dari lapang-lapang tersebut sudah diindikasikan ada produksi sekitar ada 2.500 barel, ada yang 3.000 barel. Bahkan dari potensi-potensi dari eksplorasi dan eksploitasi ini kita akan genjot pada tahun 2027 dan 2028," kata Yuliot usai tabur bunga di TMP Kalibata, Jakarta, Selasa (29/9).

Dengan langkah tersebut, Yuliot yakin target lifting sebesar 1 juta barel per hari dapat tercapai. Ia menjelaskan, eksplorasi nantinya bisa dilakukan oleh dua pihak, yakni pemerintah dan badan usaha. Karena itu, pemerintah akan memberikan sejumlah kemudahan bagi badan usaha agar target lifting maupun produksi tercapai.

"Jadi nanti kita juga akan melakukan kemudahan-kemudahan. Dari kemudahan tersebut ya kita juga ini target produksi itu akan bisa tercapai," ujarnya.

Wamen ESDM Yuliot Tanjung di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (25/5/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan

Sementara untuk harga BBM subsidi atau Pertalite, Yuliot memastikan tidak akan ada kenaikan hingga akhir tahun, selaras dengan pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya.

"Sampai dengan akhir tahun kita mempertahankan [harga subsidi] ini tidak ada kenaikan. Tapi kalau yang ini non-subsidi ini akan menyesuaikan dengan harga pasar. Jadi ini yang kita lihat rata-rata dalam 1 bulan kira-kira berapa penyesuaian kira-kira berapa," kata Yuliot.

Pada Selasa (29/9), harga minyak dunia masih mencatatkan kenaikan akibat minimnya kemajuan pembicaraan AS-Iran, serta sinyal permintaan yang kuat yang melampaui dimulainya kembali arus pasokan lewat jalur pipa utama milik eksportir Arab Saudi.

Dikutip dari Bloomberg, Brent untuk penyelesaian November naik 0,9 persen menjadi USD 106,22 per barel pada pukul 08.14 waktu Singapura, sementara West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik 1 persen menjadi USD 93,51 per barel.

Sejumlah pejabat Iran secara pribadi menyatakan pesimistis kesepakatan mengakhiri perang dengan AS dan pembukaan kembali Selat Hormuz dapat tercapai sebelum pemilihan paruh waktu AS pada November, setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal untuk memulihkan lalu lintas penuh melalui jalur air tersebut dalam tujuh hari.

Kapal-kapal berlabuh di Selat Hormuz , seperti terlihat dari Musandam, Oman, 11 Juni 2026. Foto: REUTERS/Stringer

Di sisi lain, Arab Saudi telah memulihkan sekitar setengah aliran pipa lintas negara Timur-Barat, rute penting yang melewati selat tersebut, setelah serangan drone sempat menghentikan operasinya awal bulan ini.

Aliran menuju Laut Merah lewat jalur itu kini telah mencapai setidaknya 3,5 juta barel per hari, menurut sejumlah pihak yang mengetahui persoalan ini.