PT Timah Catat Laba Bersih Rp 4,12 T, Melonjak 584% dalam 9 Bulan Terakhir

PT Timah Tbk (TINS) mencatat laba bersih perusahaan mereka melonjak 584 persen setidaknya dalam periode sembilan bulan terakhir sampai 30 September lalu. Adapun laba bersihnya mencapai Rp 4,12 triliun.
Direktur Utama PT Timah Tbk, Restu Widiyantoro, menjelaskan capaian ini salah satunya merupakan hasil dari sinergi ekosistem BUMN tambang.
“Capaian ini mencerminkan penguatan kinerja keuangan dan operasional sekaligus bentuk konkret atas efektivitas dari dukungan pemerintah melalui kebijakan pengawasan, serta penegakan aturan. Begitu pula dengan sinergi di dalam ekosistem BUMN Holding Industri Pertambangan, MIND ID, serta dedikasi seluruh pihak di PT Timah dan masyarakat di wilayah operasi kami,” kata Restu dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11).
Ia juga menjelaskan produksi bijih timah kumulatif mencapai 18.883 ton Sn atau 97 persen dari dari target RKAPP dan meningkat 55 persen dibandingkan 12.190 ton Sn pada sembilan bulan pertama 2025 (9M2025)
Sementara produksi untuk logam timah, pertumbuhannya mencapai tumbuh 49 persen secara YoY dari 10.855 metrik ton Sn pada 9M2025 menjadi 16,190 metrik ton Sn.
Di sektor komersial, ia mencatat volume penjualan logam timah melonjak 72 persen secara YoY dari 9.469 metrik ton pada 9M2025 menjadi 16,304 metrik ton yang didominasi oleh pasar ekspor. Ia menjelaskan bahwa harga timah yang menguat turut berdampak pada capaian tersebut.
“Penguatan harga jual rata-rata (average selling price) logam timah yang mencapai USD 51.011 per metrik ton atau 11 persen di atas target RKAPP dan 52 persen lebih tinggi dibanding periode sebelumnya sebesar USD 33.596 per metrik ton turut memberikan dampak positif pada margin perusahaan,” ujarnya.
Sementara berdasarkan laporan keuangan konsolidasian untuk 9M2026, pendapatan usaha tercatat meningkat 144 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 16,15 triliun. Sementara itu, laba usaha meningkat 594 persen mencapai Rp 5,6 triliun dibanding periode yang sama di tahun 2025.
PT Timah juga mencatat EBITDA mencapai Rp 6,18 triliun atau meningkat 323 persen YoY dibandingkan Rp 1,46 triliun pada 9M2025. Sedangkan untuk laba bersih kumulatif, tercatat mencapai Rp 4,12 triliun atau meningkat 584 persen dibandingkan Rp 602,42 miliar pada 9M2025.
Dari sisi efisiensi, PT Timah juga berhasil menekan beban pokok pendapatan hingga 16 persen di bawah target RKAPP. Dengan begitu, posisi saldo kas akhir periode 9M2026 berada di angka Rp 4,25 triliun atau meningkat dari Rp 1,34 triliun pada 9M2025.
