Dari Frustrasi ke Prestasi: Bagaimana Metode SMART Mengubah Proyek Saya

Ari Kurniawan
Saya seorang mahasiswa lulusan S1 Teknik Elektro Universitas Teknologi Sumbawa, yang sedang menggeluti bidang teknologi dan inovasi
Konten dari Pengguna
11 Juni 2024 19:07 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ari Kurniawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pada masa saya kuliah S1 teknik elektro, saya pernah ikut menangani beberapa proyek riset atau pembuatan sebuah alat dibidang teknik elektro. Namun, seringkali di tengah-tengah pengerjaan suatu proyek tersebut, aku seringkali mendapati kebuntuan terhadap pengerjaan project tersebut. Contoh kebuntuan yang sering aku alami seperti, bingung step selanjutnya apa, hampir putus asa ketika proyek mengalami kebuntuan, dan ketidaksesuaian planning di awal dengan hasil akhir. Hal tersebutlah yang membuatku sedikit frustasi, sehingga membuat proyek yang ditangani seringkali berujung pada kegagalan. Hingga akhirnya aku sadar bahwa selama ini project yang aku kerjakan tidak menggunakan manajemen yang baik.
SMART Goals, Foto: dokumentasi pribadi
Manajemen proyek yang efektif sangat penting untuk memastikan keberhasilan suatu proyek, dan salah satu indikator suksesnya sebuah proyek adalah tercapainya tujuan yang sudah direncanakan. Salah satu metode yang terbukti efektif dalam membantu mengelola proyek adalah metode SMART. SMART adalah akronim dari Specific (Spesifik), Measurable (Terukur), Achievable (Dapat Dicapai), Relevant (Relevan), dan Time-bound (Batas Waktu). Metode SMART telah diperkenalkan oleh George T. Doran dalam jurnalnya yang berjudul “There’s a S.M.A.R.T. Way to Write Management’s Goals and Objectives. Dalam jurnal dia mengatakan bahwa sebuah tujuan harus dibuat jelas, rinci dan tidak mengambang. Sehingga dengan menerapkan metode SMART dapat membantu meningkatkan peluang mencapai tujuan proyek yang akan dikerjakan. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana menerapkan metode SMART dalam manajemen proyek untuk mencapai hasil yang optimal.
ADVERTISEMENT
1. Specific (Spesifik)
Tujuan proyek harus jelas dan spesifik. Tujuan yang samar atau umum sering kali menyebabkan kebingungan dan ketidakefisienan. Untuk membuat tujuan yang spesifik, Anda harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
Contoh tujuan yang spesifik: "Meningkatkan tarffic situs web sebesar 20% dalam waktu tiga bulan dengan memperbaiki SEO dan menjalankan kampanye pemasaran konten."
2. Measurable (Terukur)
Tujuan harus bisa diukur agar kemajuan dapat dilacak dan dievaluasi. Dengan memiliki indikator keberhasilan yang jelas, tim proyek dapat mengetahui apakah mereka berada di jalur yang benar atau memerlukan penyesuaian. Beberapa pertanyaan yang dapat membantu dalam menentukan ukuran:
ADVERTISEMENT
Contoh tujuan terukur: "Mengurangi biaya produksi sebesar 15% dalam enam bulan dengan mengoptimalkan rantai pasokan dan mengurangi limbah bahan baku."
3. Achievable (Dapat Dicapai)
Tujuan harus realistis dan dapat dicapai dengan sumber daya yang tersedia. Tujuan yang terlalu ambisius bisa memotivasi, tetapi juga bisa membuat tim merasa terbebani jika tidak realistis. Untuk menentukan apakah tujuan dapat dicapai, pertimbangkan:
Contoh tujuan yang dapat dicapai: "Meluncurkan aplikasi mobile versi beta dalam waktu dua bulan dengan tim pengembangan yang ada dan anggaran yang telah disetujui."
ADVERTISEMENT
4. Relevant (Relevan)
Tujuan harus relevan dengan arah strategis organisasi dan memberikan nilai tambah yang signifikan. Pastikan tujuan tersebut mendukung visi dan misi perusahaan. Beberapa pertanyaan yang dapat membantu dalam menentukan relevansi:
Contoh tujuan yang relevan: "Memperkenalkan program pelatihan karyawan baru untuk meningkatkan keterampilan digital sesuai dengan strategi perusahaan menuju transformasi digital."
5. Time-bound (Batas Waktu)
Setiap tujuan harus memiliki batas waktu yang jelas. Batas waktu membantu menciptakan urgensi dan fokus dalam mencapai tujuan. Untuk menentukan batas waktu yang tepat, pertimbangkan:
ADVERTISEMENT
Contoh tujuan dengan batas waktu: "Menyelesaikan pembangunan fasilitas manufaktur baru dalam waktu satu tahun untuk memenuhi peningkatan permintaan produk."
Implementasi Metode SMART dalam Manajemen Proyek
Untuk mengimplementasikan metode SMART dalam manajemen proyek, ikuti langkah-langkah berikut:
Metode SMART adalah alat yang sangat efektif dalam manajemen proyek yang dapat membantu memastikan tujuan proyek jelas, terukur, realistis, relevan, dan terikat waktu. Dengan menerapkan metode SMART, manajer proyek dapat meningkatkan kemungkinan keberhasilan proyek, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan memastikan bahwa setiap anggota tim bekerja menuju tujuan yang sama. Adopsi metode SMART dalam manajemen proyek dapat menjadi kunci untuk mencapai keberhasilan yang berkelanjutan dalam berbagai proyek dan inisiatif.
ADVERTISEMENT