5 Aksi Putin (Rusia) Membungkam Barat

Kadang kita tidak sadar bahwa kalimat-kalimat sederhana dapat sangat mempengaruhi hidup seseorang
Tulisan dari Ari Ulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Halo Sobat Kumparan sekalian! Apa kabarnya? Semoga selalu bersemangat ya. Aamiin. Kalian semua pada suka ngikutin perkembangan berita global nggak? Kali ini aku mau sedikit sharing tentang perbandingan Rusia dan Amerika Serkat (AS). Jadi, sebenarnya rivalitas atau persaingan antara Rusia dan Amerika itu sudah berlangsung sejak lama. Kalian masih ingat kan kalau dulu ada sebuah negara bernama Uni Soviet? Negara itu kini terpecah-pecah menjadi beberapa negara dan salah satunya adalah Rusia. Rusia memang jadi pusat kekuasaan Uni Soviet saat itu. Ketika Uni Soviet runtuh, tampaknya Rusia tetap terlihat terus bersaing dengan Amerika ataupun dunia barat. Saat ini Rusia dipimpim oleh seorang presiden bernama Vladimir Putin. Sobat sekalian mau tahu bagaimana aksi Putin membungkam barat? Yuks simak cerita aku di bawah ini.
1. Angka melek huruf di Rusia lebih tinggi ketimbang Amerika
Berdasarkan data UNESCO (salah satu organisasi dalam struktur PBB yang menangani masalah pendidikan, keilmuan, dan budaya) angka melek huruf di Rusia meningkat dari 98% pada tahun 2000 menjadi 99.7% pada tahun 2015. Menurut berita yang dilansir oleh huffpost.com yang datanya diambil dari Kementerian Pendidikan Amerika, angka melek huruf di AS tidak berubah hingga tahun 2014 yang lalu di mana 14 % dari populasi tidak bisa membaca, 21% populasi membaca kurang dari kelas 5, dan 19% dari lulusan SMA nya tidak bisa membaca. Wow! Aku nggak nyangka banget lho. Well, kita memang harus rajin-rajin baca data ya sobat sekalian agar nggak sekedar kemakan khayalan-khayalan film, hehe.
2. Mengusir Bank Rothschild dari Moskow
Kalian tahu nggak sih kalau keluarga Rothschild itu kaya banget dan menguasai sebagian besar sistem finansial dunia, termasuk Amerika Serikat. Sobat sekalian jangan bayangin kalau bank-bank yang dikelola oleh Rothschild ini adalah milik pemerintah. Semua bank milik mereka adalah bank swasta, guys. Kebayang nggak sih kalau sistem keuangan suatu negara dikuasai oleh pihak swasta? Salah satu bank terkenal milik mereka adalah Central Bank yang mana AS sendiri juga berhutang triliunan dolar pada bank tersebut. Pada rapat di Kremlin tahun 2016, Putin menyatakan pada kabinetnya bahwa bank milik Rothschild tidak boleh beroperasi di Rusia. Ayo kalau sobat jadi presiden berani nggak beraksi kayak Putin?
3. Warga Suriah lebih berterima kasih pada Rusia
Sebenarnya mungkin saja alasan utama Rusia membela Suriah adalah untuk mengamankan basis pertahanan lautnya di Tartus, tapi terlepas dari itu sobat sekalian bisa ikuti lewat berbagai media internasional yang memberitakan tentang upaya keras Rusia dalam memerangi ISIS di Suriah bersama dengan tentara pemerintah setempat. Sebagai bentuk ungkapan rasa terima kasih, warga Suriah membentangkan sebuah bendera Rusia dalam ukuran besar berikut poster Putin dan mengaraknya keliling kota. Warga menuliskan ungkapan terima kasihnya lewat kalimat, “Terima kasih Rusia, Terima kasih Putin”. Hal ini kontras dengan apa yang dilakukan Amerika dan sekutunya yang cenderung membela kelompok pemberontak.
4. Perang melawan teror
Sobat sekalian pasti mendengar kan berita serangan bom di Paris pada bulan November tahun 2015. Serangan itu menghebohkan dunia karena ditengarai berkaitan dengan kelompok ISIS. Merespon hal itu banyak pemimpin dunia yang mengirimkan ungkapan simpatinya dengan mengatakan, “Kami bisa merasakan apa yang kalian rasa”. Hal serupa juga disampaikan oleh Presiden AS, Barack Obama. Berbeda dengan ungkapan-ungkapan simpati lainnya, Putin malah mengungkapkan kalimat, “Memaafkan teroris memang urusan Tuhan, tetapi mengirim mereka pada Tuhan adalah urusan saya”. Setelah mengeluarkan pernyataan itu, pada Desember 2015, Putin mengirimkan 150.000 pasukan ke Suriah untuk membuktikan ucapannya.
5. Negara Pengekspor produk non-GMO terbesar
GMO adalah singkatan dari Genetically Modified Organism atau makhluk-makhluk hasil rekayasa genetika, bisa berupa tanaman ataupun hewan. Teknologi ini dipercaya oleh sebagian besar orang di dunia memiliki efek negatif, khususnya terhadap lingkungan. Konsen berbagai pihak akan aspek kesehatan dan lingkungan telah membuat isu pelarangan produk-produk GMO semakin hangat dibicarakan. Oleh karenanya pada bulan Juni 2015, Putin menandatangi persetujuan pelarangan produksi dan ekspor produk GMO. Hal ini telah membuat Rusia menjadi negara eksportir produk non-GMO terbesar di dunia. Fakta ini bertolak belakang dengan Amerika yang merupakan produsen GMO terbesar di dunia.
Okay Sobat Kumparan semuanya, itu tadi 5 aksi Putin membungkam barat. Rusia itu memang agresif melawan barat, tetapi di bawah Putin, Rusia makin garang aja sama barat dan Amerika. Bagaimana Sobat Kumparan sekalian, pengen nggak punya presiden kayak Putin? Kalau aku sih sebenarnya pengen, biar Indonesia lebih berwibawa gitu, tapi ingat kita nggak boleh asal komentar karena hubungan internasional itu rumit sobatku. Sekarang yang paling penting mari kita jadi duta kemajuan bagi negara kita tercinta. salah satu caranya adalah selalu hasilkan karya-karya positif. Semangat! Salam!
