Konten dari Pengguna

Apakah Aku Seorang Ibu yang Jahat Jika Menyeret-nyeret Anakku di Jalanan?

Ari Ulandari

Ari Ulandari

Kadang kita tidak sadar bahwa kalimat-kalimat sederhana dapat sangat mempengaruhi hidup seseorang

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ari Ulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah aku seorang ibu yang jahat jika menyeret-nyeret anakku di jalanan? Pertanyaan retoris itulah yang di sampaikan oleh seorang ibu muda yang tampak menyeret-nyeret anaknya yang masih berusia 4 tahun di jalanan Kota Liverpool, Inggris. Ia mengatakan pada setiap haters untuk jangan menghakimi seseorang tanpa tahu bagaimana detil kejadian suatu perkara.

Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu muda menyeret-nyeret anaknya yang masih kecil menjadi viral setelah seseorang yang kebetulan melintasi lokasi tersebut mengunggah rekaman adegan tersebut ke internet beberapa hari yang lalu.

Hal ini menyebabkan banyak orang mengkritik tindakan ibu tersebut dan mempertanyakan mengapa tidak ada orang yang berusaha menghentikan kejadian tersebut.

Wanita yang tidak ingin disebutkan identitasnya ini mengatakan sebagaimana dilansir metro.co.uk bahwa ia tidak menerima penilaian masyarakat terhadap caranya memperlakukan anaknya ‘tanpa mereka tahu situasi yang sesungguhnya’. Ia menjelaskan bahwa anak tersebut menderita autisme.

Ia menambahkan bahwa anak laki-lakinya tersebut kehilangan kontrol dan menjatuhkan dirinya ke jalanan.

Wanita itu menjelaskan lebih lanjut bahwa apa yang ia lakukan dalam video tersebut adalah satu-satunya cara untuk memindahkan anak tersebut dari tempat itu. Anaknya terus-terusan berperilaku seperti itu dan tidak akan beranjak berdiri bahkan ia tidak mengizinkan ibunya untuk menggendongnya.

Ibu muda yang masih berusia 31 tahun tersebut mengatakan bahwa ia sangat marah ketika orang-orang menyamakan anaknya seperti boneka kain rombeng dan mereka juga mengatakan bahwa ia sengaja membiarkan anaknya terjatuh tanpa mencoba untuk menggendongnya.

“orang-orang sedang menggambarkanku sebagai seorang ibu yang jahat – aku bukan seorang ibu yang jahat. Seharusnya mereka mencari tahu terlebih dahulu sebelum mereka menghakimiku. Hanya ada dua wanita yang saat itu mendekat kepadaku dan aku menjelaskan pada mereka bahwa anak tersebut menderita autisme”, ungkapnya menjelaskan.

Bagaimana menurut Sobat Kumparan sekalian? Apakah kalian dapat menerima penjelasan ibu tersebut? Kalian bisa melihat videonya di bawah ini.

embed from external kumparan