Konten dari Pengguna

Berat Badan Turun dari 166 Kg menjadi 57 Kg, Mau Tahu Rahasianya?

Ari Ulandari

Ari Ulandari

Kadang kita tidak sadar bahwa kalimat-kalimat sederhana dapat sangat mempengaruhi hidup seseorang

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ari Ulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sobat Kumparan sekalian punya teman yang postur tubuhnya agak berlebihan? Atau jangan-janan kalian sendiri adalah pelakunya? Hehe. Kisah inspiratif berikut ini tentu layak kalian simak atau perlihatkan pada teman kalian yang rada ndut. Siapa tahu kan bisa memotivasi mereka untuk jadi langsing.

Kisah ini bermula saat Chasity Davis mengandung putri ketiganya. Pada saat itu ia memiliki bobot tubuh sekitar 166 Kg dengan tinggi tubuh 1,5 meter. Hal ini menyebabkannya agak kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Pada saat itu ia merasa terlalu banyak makan, namun kesehatannya masih terlihat baik-baik saja. Dia tidak mengalami peningkatan tekanan darah , kolesterol, ataupun diabetes. Keanehan mulai terlihat setelah ia melahirkan putrinya, J’Nylah. Ia mulai merasakan nafasnya menjadi lebih pendek ketika ia menanjak. Davis merasa bahwa ia sering mengalami hal tersebut, namun dokternya mengetahui bahwa hal itu adalah tanda awal kelainan pada tubuhnya. Kemudian dokter memutuskan untuk membawanya ke ruang pemeriksaan jantung. Davis mengatakan, sebagaimana dilansir oleh Today, bahwa jantungnya sempat berhenti berdetak selama 3 detik. Selain itu tekanan darahnya juga memuncak.

Pada saat itu, Davis merasa khawatir bahwa ia tidak akan dapat melihat anaknya lagi. Awalnya Davis tidak sadar bahwa jantung yang berhenti berdetak selama 3 detik adalah permasalahan besar. Akhirnya sang dokter menyadarkannya bahwa manusia hanya butuh waktu 1 detik untuk mati jika jantungnya berhenti berdetak. Sehingga kondisinya yang mampu bertahan hingga 3 detik adalah hal yang luar biasa.

Pada saat ia diizinkan untuk melihat anaknya, J’Nylah, perlahan tekanan darahnya menurun. Davis, yang pada saat itu berusia 34 tahun, memutuskan bahwa ia harus melakukan sesuatu jika ingin terus melihat anak perempuannya.

Setelah katerisasi jantung, Davis menjalani operasi lambung yang mampu menolongnya menurunkan berat badan hingga 136 Kg. Selama masa penyembuhan, ia melakukan berbagai aktivitas dan olahraga selama seminggu penuh, 2 kali sehari, makan protein tanpa lemak, kacang-kacangan, buah, dan sayur-sayuran. Seluruh jadwal dietnya tersebut membuatnya merasa frustasi.

Pada saat ia mulai merasa lelah tersebut, ia berkenalan dengan GirlTrek, sebuah kelompok non-profit yang mengajak wanita kulit hitam untuk membangun kebiasaan berjalan kaki. Organisasi tersebut memotivasi para wanita untuk berjalan bersama-sama dan menetapkan target agar semangat mereka tetap terjaga.

Davis mengungkapkan dengan program tersebut ia berhasil menurunkan banyak berat badannya. Ia menjalani semua tantangan yang diberikan GirlTrek dengan suka hati. Saat ini Davis telah membiasakan diri untuk berjalan sejauah 8 hingga 10 Km per hari. Selain sehat, dia juga kini memiliki banyak teman. Kini bobot Davis dapat mencapai 56 Kg. Bayangkan dengan bobot awalnya saat melahirkan sekitar 7 tahun yang lalu, yaitu 166 Kg.

Davis mengatakan bahwa Hidup akan lebih berarti ketika tubuh semakin sehat.

Berikut tips menurunkan berat badan ala Chasity Davis.

1. Minum banyak air putih

Banyak orang mengira bahwa untuk menjadi sehat, kita harus mengurangi jumlah makan. Davis malah menyarankan untuk memulainya dengan menambah volume air yang kita minum. Ia mengatakan bahwa air putih dapat memberikan energi bagi tubuh. Davis berhasil mengurangi jumlah jus dan minuman bersoda tanpa ia sadari dengan rutin meminum infused water. Hal sederhana ini ternyata mampu membantunya menurunkan berat badan.

2. Fokus pada satu target di waktu tertentu

Davis menyarankan agar jangan tergesa-gesa untuk melenyapkan semua kebiasaan buruk kita. Mulailah satu-persatu. Bila kita paksakan, yang terjadi malahan timbul rasa jenuh dan frustasi. Jika satu target sudah tercapai, barulah berpindah pada target berikutnya.

3. Tidak masalah untuk memakan makanan ‘jahat’

Sesekali tidak apa-apa untuk memakan makanan berlemak atau makanan manis. Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan berlebihan. Davis tentunya tetap terus melanjutkan diet sehatnya ditambah dengan memakan makanan yang ia masak sendiri di rumah.

Well, itu tadi kisah inspiratif tentang diet. Ayo sobat-sobatku yang rada ndut-ndut, lihat kan harapan buat punya badan sexy kayak Britney Spears zaman langsing masih terbuka lebar (by the way katanya si Britney sekarang juga udah ikut-iktan ndut).