Konten dari Pengguna

Hoonie, Kucing yang Selalu Bersama dengan Bonekanya

Ari Ulandari

Ari Ulandari

Kadang kita tidak sadar bahwa kalimat-kalimat sederhana dapat sangat mempengaruhi hidup seseorang

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ari Ulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kucing manis bernama Hoonie ini selalu suka berada di sekitar manusia. Dia suka jika dielus-elus dan bermain di dekat manusia selama berjam-jam dalam sekali waktu, ketika pemiliknya meninggal, kondisi ini menjadi sangat berat bagi Hoonie.

Dikutip dari metro.co.uk, saat ini Hoonie yang telah berumur 16 tahun bukan hanya tidak memiliki rumah, tapi juga tidak memiliki persahabatan.

Hoonie, Kucing yang Selalu Bersama dengan Bonekanya
zoom-in-whitePerbesar

Beruntung dirinya masih memiliki seorang teman yang bisa membuatnya tetap nyaman, boneka kucing putih abu-abu kesayangannya.

Setelah pemiliknya tutup usia, Hoonie menolak untuk berpisah dengan mainannya tersebut. Sering kali terlihat Hoonie sedang mengelus-elus boneka tersebut atau hanya sekedar duduk di sampingnya. Kemanapun Hoonie pergi, mainannya selalu bersamanya.

Awalnya, Hoonie sempat dibawa ke rumah anak perempuan tuannya, namun kemudian dipindahkan ke rumah singgah yang ada di Maryland, Alley Cat Rescue karena keluarga tersebut alegi terhadap kucing.

Tentu saja Hoonie tetap membawa mainannya.

Hoonie, Kucing yang Selalu Bersama dengan Bonekanya (1)
zoom-in-whitePerbesar

Hoonie kini tinggal di rumah singgah bersama dengan boneka kesayangannya, menghabiskan waktu untuk bercanda dengan benda itu. Terkadang Hoonie tampak bergulat dengan sang boneka atau seolah ‘menina-bobo-kan’ mainan kesayangannya. Pihak rumah singgah masih terus berjuang untuk mencarikan rumah yang nyaman bagi Hoonie dan mainannya untuk menghabiskan tahun-tahun terakhir dalam hidupnya.

“Kami tidak pernah melihat seekor kucing yang begitu lekat dengan sebuah boneka hewan”, ujar Brianna Grant yang bekerja di rumah singgah kepada The Dodo.

“Sepertinya benda itu menjadi penyokong baginya.”

“Mainan itu telah menjadi sahabat dalam waktu yang lama. Anak perempuan tuannya mengirimi kami sejumlah foto Hoonie yang sedang bermain dengan boneka hewan tersebut, jadi aku pikir Hoonie punya banyak kenangan indah bersama boneka hewan itu dan terlihat sangat lekat.”

“Hoonie ada di dalam kandang sambil memeluk boneka itu, dan sepertinya hal ini sangat menolongnya.”

Hoonie, Kucing yang Selalu Bersama dengan Bonekanya (2)
zoom-in-whitePerbesar

Petugas yang ada di rumah singgah sangat berharap Hoonie dapat segera mendapat rumah baru karena mereka melihat betapa cintanya Hoonie menghabiskan waktu bersama manusia.

“Ketika dia merasa kesepian, dia akan memberitahumu,” ungkap Brianna.

“Kau akan mendengarnya dari ruangan yang jauh.”

“Namun ketika kau pergi atau jalan-jalan dengannya, dia hanya akan diam dan berjalan mengikutimu, dan kelihatannya dia hanya butuh manusia berada di sisinya.”

“Dia adalah kucing yang sudah tua dan kini berada di fase akhir hidupnya, jadi aku pikir orang akan berpikir ulang untuk mengadopsi kucing ini dan membuat hubungan dengannya, hanya untuk menanti kapan ia pergi meninggalkanmu selamanya.”

“Tapi aku yakin siapapun yang mendapatkan dan mengadopsinya, dia akan memiliki tahun-tahun yang luar biasa bersamanya. Hoonie seperti seorang kekasih.”

Tentu saja, siapapun yang akan mengadopsi Hoonie harus bersedia menampung satu barang tambahan di rumahnya, boneka kesayangan Hoonie.

“Kita tidak bisa memisahkan keduanya. Mereka sepaket. Dua dalam satu,” tutup Brianna.