News
·
21 Januari 2018 11:51

Pengunjuk Rasa Menurunkan Patung Malaikat yang Dianggap Sebagai Simbol Satanisme

Konten ini diproduksi oleh Ari Ulandari
Pengunjuk rasa di bagian selatan Athens telah melakukan aksi protes terhadap kehadiran sebuah patung berwarna merah yang berbentuk malaikat dan menghancurkan sayap patung tersebut. Aksi ini dilakukan dengan alasan bahwa karya seni tersebut lebih dekat dengan simbol satanisme.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari huffingtonpost.com bahwa aksi protes terhadap patung setinggi 8 meter yang disebut Phylax atau dalam bahasa Yunanni berarti “pelindung” dilakukan dengan cara menyiramkan cat berwarna putih dan memercikkan air suci untuk mengusir setan.
Patung ini awalnya dipajang pada awal Desember di area padat di kawasan Palaio Faliro. Para pengunjuk rasa terdiri dari penduduk setempat, penganut agama konservatif, dan para pendukung kelompok politik sayap kanan.
Pada rabu malam lalu sekitar 10-15 orang yang mengenakan penutup wajah meletakkan patung tersebut kedalam bak belakang sebuah truk dan membawanya pergi, menurunkan patung tersebut, berdasarkan keterangan walikota Palaio Faliro Dionysis Hatzidakis kepada Real FM.
“Saat ini sayap patung tersebut dalam kondisi rusak,” ungkap Hatzidakis. “Patung tersebut mengalami kerusakan berat”.
Pengunjuk Rasa  Menurunkan Patung Malaikat yang Dianggap Sebagai Simbol Satanisme (152064)
“Jadi, jika kita tidak menyukai sesuatu kita menghancurkannya ... untuk kepentingan politik?, “ retorika dari Hatzidakis. Ia pun menambahkan bahwa diduga para pelaku berasal dari pihak ekstrim kanan.
ADVERTISEMENT
Ia juga mengatakan bahwa para pelaku mengancam untuk menyakiti saksi mata jika berani melapor kepada pihak berwenang. Jika patung tersebut dapat diperbaiki maka pihak berwenang akan memajang kembali patung tersebut, menurut keterangan juru bicara walikota kepada Reuters.
Patung kontroversial tersebut merupakan hasil karya seniman Yunani terkenal, Kostis Georgiou yang telah melakukan pameran baik di dalam maupun luar negeri. Ia mengatakan kepada Enikos.gr bahwa Phylax telah dipindahkan ke tempat yang aman dan ia berharap “setan tidak seharusnya memperoleh kemenangan”.
“Segala tindakan kekerasan terhadap patung ini sejak pertama kali dipajang membuatku tidak bisa berkata apa-apa,” ungkapnya kepada Reuters. “Hal ini akan selalu diingat sebagai tanda akan adanya tindakan rasional yang sesungguhnya tidak masuk akal”.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white