Konten dari Pengguna

Pernak-pernik Perayaan Sumpah Pemuda

Ari Ulandari

Ari Ulandari

Kadang kita tidak sadar bahwa kalimat-kalimat sederhana dapat sangat mempengaruhi hidup seseorang

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ari Ulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumpah Pemuda 27 dan 28 Oktober 1928 (Foto: perpusnas.go.id)
zoom-in-whitePerbesar
Sumpah Pemuda 27 dan 28 Oktober 1928 (Foto: perpusnas.go.id)

Hari ini, 28 Oktober 2017, kita semua tentunya memperingati 89 tahun Sumpah Pemuda. Momen tersebut telah dijadikan satu pemicu rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Di zaman Presiden Soekarno, peringatan Sumpah Pemuda diadakan dengan sangat meriah. Sang presiden berusaha mengambil tuah sejarah untuk melindungi keberadaan bangsa Indonesia yang masih sangat muda pada saat itu.

Mengusung tema tersebut, kali ini aku mau share sejumlah pernak-pernik perayaan 89 tahun Sumpah Pemuda untuk sobat sekalian dan sejumlah fakta yang menyertainya.

1. Naskah sumpah pemuda ditulis oleh M. Yamin seorang

Dia adalah seorang politikus, budayawan, seniman, sejarawan, pakar hukum yang menuliskan hasil kongres pemuda 1928 ke dalam sebuah bentuk puisi. Semua pemikiran dan kepakarannya dituangkan dalam 3 bait sumpah pemuda. Ada banyak pihak di kemudian hari yang mengakui betapa dalam makna 3 bait sumpah tersebut. Ada juga yang membahas mengapa yang dipilih tanah, bangsa, dan bahasa; bukan yang lain. Dia lah sang penulis sumpah tersebut, M. Yamin, penulis puisi yang juga seorang dengan latar belakang politik, hukum, dan budaya yang kuat.

Pernak-pernik Perayaan Sumpah Pemuda (1)
zoom-in-whitePerbesar

Berikut aku kutip sebuah puisi yang beliau gubah.

Habislah tahun, berganti zaman

Badan merantau sakit dan senang

Membawakan diri untung dan malang

Di tengah malam terjaga badan

Terkenang bapak sudah berpulang

Di teduhi selasih, kamboja sebatang

(M. Yamin)

2. Lokasi pembacaan sumpah pemuda adalah sebuah kos-kosan mahasiswa

Pada zaman di mana jiwa patriotisme sangat menggelora, tidak peduli di mana tempatnya, semburat nyala kebangsaan itu akan selalu terpancar. Meskipun diikrarkan dari sebuah kos-kosan mahasiswa, sumpah pemuda berhasil tercatat sebagai salah satu peristiwa paling bersejarah dalam perjalanan bangsa ini.

Pada saat kongres dilakukan, bangunan di Jalan Kramat Raya 106 tersebut adalah sebuah kos-kosan mahasiswa milik Sie Kok Liong. Kini bangunan itu telah bertransformasi menjadi Museum Sumpah Pemuda.

Pernak-pernik Perayaan Sumpah Pemuda (2)
zoom-in-whitePerbesar

3. Deklarasi segelintir orang yang menyatukan bangsa Indonesia

Dengan jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak, ratusan pelajar yang menghadiri konggres tersebut bisa disebut dengan istilah “segelintir orang”. Pertemuan pemuda pelajar pada saat itu diorganisir oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang pada diketuai oleh Sugondo Djojopuspito. Sejumlah perwakilan yang hadir antara lain Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, Jong Betawi, pengamat dari pemuda Tiong Hoa, dan 2 orang perwakilan dari Papua yaitu Aitai Karubaba dan Poreu Ohee, beserta sejumlah perwakilan pemuda lainnya.

Pernak-pernik Perayaan Sumpah Pemuda (3)
zoom-in-whitePerbesar

Sumpah pemuda bisa dikatakan masih menjadi sebuah perdebatan saat ini. Ada pihak yang mengatakan bahwa para pemuda yang mewakili konggres tersebut bukanlah perwakilan resmi daerah-daerah yang ada di Indonesia. Mereka semua hanyalah pelajar-pelajar yang masih sangat muda pada saat itu.

Tentunya menelisik siapa saja dan bagaimana posisi mereka dalam konggres tersebut cukup menjadi isu yang hangat untuk didiskusikan. Ada juga pertanyaan lainnya yang menyinggung tentang keberadaan para proklamator RI. Mengapa Soekarno dan M. Hatta tidak menghadiri konggres tersebut?

Aku sendiri yakin bahwa segala pertanyaan itu pasti ada jawabannya. Sejarah mencatat bahwa dengan perjuangan yang sungguh luar biasa, bangsa kita masih tetap eksis hingga saat ini. Jangan perdebatkan semua itu dengan terlalu tajam temanku. Entah bagaimana kondisi sesungguhnya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 89 tahun yang lalu tersebut, fakta bahwa hari ini kita tetap menjadi satu Indonesia adalah suatu bukti tak terbantahkan bahwa ikatan persaudaraan kita sebagai sebuah bangsa masih sangat kental.

Percaya sama aku, tidak pernah ada satu bangsa pun di muka bumi ini yang hidup tanpa suka dan duka. Semua bangsa pasti punya kisahnya masing-masing. Jika menyebut Amerika Serikat, jangan lupa mereka punya sejarah perang saudara di tahun 1861-1865. Sebutlah juga bangsa Eropa, mereka juga punya sejarah perang 30 tahun yang diakhiri dengan Perjanjian Westphalia. Kalian bisa juga menengok sejarah Yogoslavia yang terhapus dari peta dunia. Dinamika berbangsa itu pasti akan selalu ada. Tugas kita adalah menjaga keutuhan bangsa. Ingat selalu semboyan kita, ‘bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh’.

Selamat merayakan Sumpah Pemuda wahai pemuda-pemudi Indonesia! Kita semua adalah bhayangkara bangsa Indonesia.