Konten dari Pengguna

Pria Asal Florida Meminta Polisi Memeriksa Obat-Obatan Terlarang Yang Dimilikinya

Ari Ulandari

Ari Ulandari

Kadang kita tidak sadar bahwa kalimat-kalimat sederhana dapat sangat mempengaruhi hidup seseorang

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ari Ulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyidik dari kantor sheriff wilayah Putnam County, Florida, dengan senang hati membantu pria yang meminta pihaknya memeriksa obat-obatan terlarang yang baru saja ia beli.

Dikutip dari huffingtonpost.com, Douglas Peter Kelly menemukan sejumlah permasalahan pada hari selasa lalu saat dirinya membeli sejumlah kristal metamfetamin dari salah satu pemasok. Awalnya Kelly berpikir bahwa ada yang salah dengan barang yang baru saja ia beli tersebut.

Merasa ada yang janggal, pria 49 tahun tersebut memutuskan untuk menghubungi kantor sheriff setempat. Dirinya meminta sheriff untuk memeriksa obat-obatan tersebut karena efek buruk yang ditimbulkan oleh benda itu, berdasarkan keterangan yang dilansir The Smoking Gun.

Penyidik mengatakan Kelly ingin mengajukan tuntukan terhadap pihak yang menjual obat-obatan terlarang tersebut minggu lalu. Oleh karena itu unit detektif memintanya untuk datang dan melakukan uji coba, berdasarkan keterangan South Florida Sun Sentinel.

Kelly kemudian bergegas menuju kantor sherrif dan menyerahkan bahan seperti kristal yang dibungkus aluminium foil. Hasil uji menunjukkan bahwa kristal tersebut positif mengandung metamfetamin.

Hasil positif tersebut rupanya menjadi berita buruk bagi Kelly. Pria ini kemudian ditangkap dengan tuntutan kepemilikan metamfetamin dan dimasukkan ke dalam penjara Putnam County. Dirinya kemudian dibebaskan pada rabu sore dengan denda uang sejumlah $ 2.500 atau setara dengan Rp 34,8 juta.

Kantor sherrif mengunggah berita penangkapan Kelly tersebut di laman Facebook mereka sebagai bentuk peringatan dengan menuliskan, “Ingat, detektif kami selalu siap mendampingi siapapun yang menyakini bahwa telah tejadi kesalahan dalam pembelian obat-obatan terlarang yang telah mereka lakukan”.