Suara Pesta Musim Kawin Ikan Corvina Mampu Menyebabkan Hewan Laut Lainnya Menjadi Tuli

Kadang kita tidak sadar bahwa kalimat-kalimat sederhana dapat sangat mempengaruhi hidup seseorang
Tulisan dari Ari Ulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Salah satu spesies ikan yang berkumpul dalam jumlah besar setahun sekali dan melakukan pesta kawin di bawah air dapat menimbulkan ancaman karena suara yang mereka hasilkan sangat berisik.
Dikutip dari mirror.co.uk, suara bising tesebut terjadi di sebuah teluk di mana ikan corvina, salah satu spesies ikan asal Meksiko yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di perairan pantai California, melakukan ritual kawin masal. Para nelayan saja bisa mendengar suara bising tersebut dari atas air karena suara tersebut bergema melewati lambung kapal.
Karena ikan-ikan tersebut berkumpul dalam festival musim kawin mereka maka nelayan dengan mudah menjaringnya. Teknik penangkapan ikan modern lebih banyak digunakan ketimbang tahun-tahun sebelumnya.
Aktivitas selama musim kawin ikan corvina sangat mungkin untuk didengar bahkan suara-suara tersebut dapat mengganggu pendengaran lumba-lumba, menurut keterangan para ilmuwan. Hewan-hewan laut lainnya seperti anjing dan singa laut bisa saja mendapat efek yang sama.
Para peneliti Teluk Corvina mengatakan bahwa upaya perlindungan harus segera dilakukan mengingat spesies ini terancam akibat adanya penangkapan yang berlebihan.
Timothy Rowell dari Universitas San Diego mengatakan bahwa ikan-ikan tersebut mampu menghasilkan suara panggilan kawin yang sangat keras dengan pulsa berganda dan tergolong cepat. Kumpulan suara ‘nyanyian’ kawin tersebut terdengar seperti tepuk riuh kerumuman orang yang sedang ada di stadion olah raga, atau mungkin seperti suara lebah yang sangat banyak sedang berkerumun di sarangnya”.
Rowell menambahkan, “Level bunyi yang dibangkitkan oleh suara-suara tersebut cukup kuat untuk menyebabkan setidaknya kehilangan pendengaran secara temporer jika tidak permanen pada sejumlah mamalia laut yang teramati sedang mencoba memangsa ikan-ikan tersebut.”
Rowell bersama dengan koleganya, Brad Erisman, asal Universitas Texas menggunakan gear suara bawah air khusus untuk mendengar ke tempat ikan-ikan tersebut bertelur.
Setiap musim semi, seluruh ikan dewasa akan bermigrasi ke suatu tempat – Delta Sungai Colorado di sebelah utara Teuk Meksiko di California. Jutaan ikan aka berkumpul di sana setiap tahun.
Betapa ramainya ikan-ikan itu berkumpul secara bersama-sama di suatu lokasi yang luasnya kurang dari 1 persen dari habitat normal mereka. Hal ini menarik perhatian nelayan. Dalam hitungan menit saja, sebuah kapal dapat menjaring 2 ton ikan corvina yang bobotnya dapat mencapai 12 Kg per ekor.
Kumpulan sekitar 500 kapal dapat memanen setidaknya sekitar 1 juta ikan dalam sekali berlayar. Hal inilah yang dapat menyebabkan kerentanan bagi ikan corvina. International Union for the Conservation of Nature (IUCN) yang sebelumnya memasukkan spesies ini dalam daftar merah mengatakan bahwa corvina teluk saat ini rentan mengalami kepunahan dan harus segera dilindungi.
Penelitian terkahir melaporkan bahwa ukuran ikan corvina menjadi semakin kecil. Hal ini merupakan tanda adanya penangkapan secara berlebihan. Gejala ini terjadi ketika ikan ditangkap lebih cepat ketimbang siklus reproduksinya.
Beruntung dengan adanya musim kawin makan upaya pelacakan ikan corvina menjadi lebih mudah. Rowell dan Erisman, bersama dengan para pakar lainnya, melaporkan dalam sebuah jurnal ilmiah tahun ini bahwa mendengarkan panggilan bercinta ikan corvina dapat digunakan untuk kepentingan konservasi.
Rowel jug mengatakan kehilangan suara pesta kawin ikan bawah air akan menjadi hal yang sangat menyedihkan, “Musim bertelur ikan corvina merupakan salah satu kejadian alam liar dengan suara paling keras yang dapat ditemukan di planet Bumi ini”.
“Bahkan ini adalah suara terkeras spesies ikan yang berhasil direkam”, tambahnya.
