Konten dari Pengguna

Teka-Teki Rangka Mini ‘Alien’ Gurun Pasir Atacama Akhirnya Terpecahkan

Ari Ulandari

Ari Ulandari

Kadang kita tidak sadar bahwa kalimat-kalimat sederhana dapat sangat mempengaruhi hidup seseorang

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ari Ulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Misteri mumi mini berbentuk rangka yang telah menyedot perhatian internasional dan membingungkan sejumlah ilmuwan selama bertahun-tahun akhirnya terpecahkan.

Dikutip dari huffingtonpost.com, tubuh tersebut memiliki tinggi 6 inchi atau sekitar 15,24 cm dan mirip seperti janin. Kendati demikian struktur rangka yang terlihat mengindikasikan bahwa usia anak tersebut ketika meninggal adalah sekitar 6 tahun. Karena mumi tersebut memiliki 10 pasang rusuk dan bukan 12 pasang serta bentuk kepala yang memanjang maka sejumlah pihak meyakini bahwa rangka tersebut adalah milik alien.

Tes DNA telah membuktikan bahwa rangka yang diberi nama “Ata” yang ditemukan di Gurun Atacama, Chili, pada tahu 2003 tersebut adalah manusia.

“Aku pernah mendengar mengenai spesimen ini dari temanku dan aku berusaha untuk memperoleh gambarnya,” ujar Garry Nolan, seorang profesor mikrobilogi dan imunologi Univeristas Stanford.

“Anda tidak bisa melihat spesimen ini dan tidak berpikir bahwa ini adalah sesuatu yang menarik. Ini sungguh dramatis”, lanjutnya.

Analisa yang dilakukan oleh Nolan dan sejumlah peneliti dalam tim yang sama mengkonfirmasi bahwa rangka tersebut bukanlah alien ataupun primata non-manusia seperti spekulasi sejumlah pihak. Rangka ini adalah fetus perempuan yang menderita mutasi genetik parah. Beberapa dari mutasi tersebut tidak pernah dikaitkan dengan tulang ataupun masalah perkembangan.

Nolan mengatakan pada Guardian bahwa Ata mati dalam kandungan ataupun meninggal sesaat setelah dilahirkan.

“Dia mengalami kelainan bentuk yang sangat parah sehingga tidak dapat memperoleh asupan nutrisi,” jelas Nolan.

“Dalam kondisi seperti itu, biasanyanya bayi akan dilarikan ke ICU pasca kelahiran, namun melihat tempat di mana spesimen tersebut ditemukan maka segala peralatan yang dibutuhkan itu tidak tersedia”.

Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa umur rangka tersebut belum lah terlalu lama sebagaimana selama ini diperbincangkan, melainkan hanya sekitar 40 tahun saja.

Nolan mengatakan,

“Sementara kejadian ini dijadikan cerita mengenai alien, dan menembus kalangan internasional, sesungguhnya ini merupakan kisah tentang tragedi pada hidup seorang manusia. Seorang perempuan yang memiliki bayi dengan kelainan bentuk, namun ia kemudian disimpan dengan cara tertentu dan ‘digadaikan’ ataupun dijual sebagai artefak langka. Ia adalah manusia dengan kisah genetika menarik yang mungkin dapat kita ambil sesuatu sebagai pelajaran berharga untuk menolong pihak lainnya. Semoga ia beristirahat dengan tenang”.

“Perbedaan DNA seperti ini dapat sangat berguna untuk membantu kami mendiagnosa anak-anak dan orang dewasa dengan kelainan ‘tak terdiagnosa”, sebut Atul Butte, direktur Institute for Computational Health Sciences di Universitas California-San Francisco kepada CBS News.

“Bertambah dan bertambah banyak mahasiswa kesehatan yang mampu mempelajari pasiennya dan memahami dengan lebih baik perbedaan apa pada DNA pasien yang mampu menyebabkan suatu kondisi atau kelainan yang terjadi”, tambah Butte.

“Dan satu hal yang telah kami pelajari di sini dapat memberikan tambahan katalog sebagai referensi di kemudian hari”.

embed from external kumparan