Konten dari Pengguna

Ternyata di Amerika Banyak Juga yang Menjadi Tunawisma

Ari Ulandari

Ari Ulandari

Kadang kita tidak sadar bahwa kalimat-kalimat sederhana dapat sangat mempengaruhi hidup seseorang

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ari Ulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak orang yang menganggap ‘wah’ segala sesuatu yang berasal dari Amerika Serikat. Nyatanya masih banyak permasalahan sosial yang negara itu hadapi. Salah satunya adalah permasalahan tunawisma alias orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal. Bedanya cuma di gaya hidup aja, tunawisma Indonesia cenderung berantakan, sedangkan tunawisma di AS cenderung rapi. Terlepas dari bentuknya bagaimana, aku pribadi nggak nyangka sebelumnya kalau masih ada orang-orang yang tak memiliki tempat tinggal tetap di negara super power kayak AS. Penasaran? Yuks simak ulasannya berikut ini.

Masyarakat yang tidak memiliki rumah di AS cenderung untuk berkumpul dan membentuk ‘Kota Tenda”, salah satunya adalah ‘Kota Tenda 3’. Sebutan ini digunakan karena mereka memakai tenda-tenda sebagai tempat tinggal sementara. Kebanyakan dari penghuni kota tenda ini adalah mereka yang kehilangan pekerjaan dan tidak mampu mendapatkan pekerjaan baru dalam waktu singkat sehingga mereka harus melepaskan apartemen mereka.

Ternyata di Amerika Banyak Juga yang Menjadi Tunawisma
zoom-in-whitePerbesar

Salah satu penghuni Kota Tenda 3, Jammie Nicholas mengatakan sebagaimana dilangsir Reuters, bahwa selama bertahun-tahun ia berjuang untuk lepas dari kebiasaan menggunakan obat-obatan. Kebiasaan ini telah membuatnya depresi dan jatuh miskin. Akhirnya ia memutuskan untuk memberikan salah satu anaknya untuk diadopsi oleh orang lain. Salah satu temannya kemudian bercerita tentang Kota Tenda 3, sebuah kumpulan orang-orang yang tidak memiliki rumah di kawasan Seattle, Washington. Kawasan ini juga memilki program kesejahteraan bersama. Polisi sering kali berpatroli ke kawasan ini, namun membiarkan tempat ini berdiri. Beberapa sukarelawan terkadang datang ke tempat ini untuk memberikan makanan hangat.

Ternyata di Amerika Banyak Juga yang Menjadi Tunawisma (1)
zoom-in-whitePerbesar

Nicholas pertama kali datang ke tempat ini dengan menggunakan bus dari tempat tinggal orang tuanya di Florida. Empat bulan kemudian ia mendapatan kekasih yang mampu membuatnya lepas dari ketergantungan obat-obatan. Ia juga kemudian terpilih menjadi komite eksekutif Kota Tenda 3.

Ternyata di Amerika Banyak Juga yang Menjadi Tunawisma (2)
zoom-in-whitePerbesar

Keberadaan Kota Tenda telah menimbulkan isu baru yang bekembang seputar penyediaan rumah bagi kaum miskin dan anggaran program sosial. Beberapa dari masyarakat yang tidak memilki rumah telah disediakan fasilitas rumah kecil berikut kebun sayur sederhana seperti gambar berikut.

Ternyata di Amerika Banyak Juga yang Menjadi Tunawisma (3)
zoom-in-whitePerbesar

Berdasarkan perhitungan pemerintah AS, ada lebih dari setengah juta penduduk AS tinggal di jalanan dan seperempat di antaranya adalah anak-anak.

Ternyata di Amerika Banyak Juga yang Menjadi Tunawisma (4)
zoom-in-whitePerbesar

Mereka yang tinggal Kota Tenda mengatakan bahwa mereka menemukan kehidupan yang lebih stabil, aman, dan hidup yang lebih bermakna di komunitas ini ketimbang mereka tinggal di jalanan atau rumah singgah.

Hal yang menarik dari Kota Tenda adalah ikatan sosial di antara mereka. Sekitar 60 penduduk Kota Tenda bekerja secara bergantian tanpa dibayar. Mereka bekerja sama untuk menjaga keamanan, kebersihan , atau menghadiri rapat mingguan. Mereka hidup tanpa tekanan dan jauh dari minuman keras, obat-obatan, dan kekerasan.

Ternyata di Amerika Banyak Juga yang Menjadi Tunawisma (5)
zoom-in-whitePerbesar

Penelusuran terhadap keberadaan Kota Tenda sangat sulit untuk dilakukan. Pemerintah AS telah mengidentifikasi bahwa ada lebih 100 Kota Tenda yang tersebar di seluruh Amerika Serikat selama periode 2008-2013. Saat ini, ada puluhan Kota Tenda yang dilegalkan oleh pemerintah.

Ternyata di Amerika Banyak Juga yang Menjadi Tunawisma (6)
zoom-in-whitePerbesar

Otoritas setempat telah menggusur beberapa Kota Tenda tahun ini di beberapa tempat seperti Honolulu, Washington D.C, dan Idaho. Walikota Idaho, Dave Bieter mengatakan bahwa Kota Tenda semacam ini adalah tempat yang tidak sehat, tidak aman, dan tidak layak untuk dijadian tempat tinggal.

Gambar berikut adalah Owen Makel (65) hidup tanpa memiliki rumah selama hampir 14 tahun dan memutuskan hidup dalam tenda selama 4 bulan terakhir. Ia mengatakan, “Kalian harus memahami semua ini. Kami, orang-orang yang tak memiliki tempat tinggal, memiliki kehidupan sama seperti kalian. Kami tidak ingin berkeliaran di jalanan seperti ini, namun kami tidak memiliki alternatif. Orang-orang yang tidak memiliki tempat kemana ia akan pergi”.

Ternyata di Amerika Banyak Juga yang Menjadi Tunawisma (7)
zoom-in-whitePerbesar

Kota Oregon dan Olympia adalah salah satu contoh dari sedikit kota yang melegalkan Kota Tenda. Kota Seattle sendiri akhirnya melegalkan keberadaan Kota Tenda. Walikota Ed Murray mengatakan bahwa isu masyarakat tunawisma ini adalah krisis yang harus mendapat perhatian menyusul kematian sekitar 66 orang tanpa tempat tinggal di jalanan atau perkemahan ilegal. Selain itu angka tunawisma meningkat sekitar 21% di kawasan King sejak 2014. Hingga saat ini Kota Seattle telah memiliki 5 Kota Tenda yang berdiri dengan baik pada lahan-lahan umum maupun milik pribadi. Beberapa Kota Tenda telah berhasil ditingkatkan menjadi rumah mini di kawasan Eugene.

Ternyata di Amerika Banyak Juga yang Menjadi Tunawisma (8)
zoom-in-whitePerbesar

Semua yang tinggal di Kota Tenda ini berharap dapat segera hidup dengan layak dan tidak perlu hidup selamanya di Kota Tenda.

Ternyata di Amerika Banyak Juga yang Menjadi Tunawisma (9)
zoom-in-whitePerbesar

Bagaimana sobat sekalian melihat kondisi ini? Apa perbedaannya dengan kasus tunawisma yang ada di Indonesia menurut kalian semua?