Konten dari Pengguna

Transplantasi Kepala Manusia, Dongeng Atau Fakta?

Ari Ulandari

Ari Ulandari

Kadang kita tidak sadar bahwa kalimat-kalimat sederhana dapat sangat mempengaruhi hidup seseorang

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ari Ulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dunia sedang menunggu laporan terakhir akankah metode transplantasi kepala manusia berhasil dilakukan pada tahun 2017 ini. Kalau transplantasi jantung atau ginjal pasti Sobat Kumparan udah biasa dengar kan. Bagaimana jadinya kalau kepala manusia ditransplantasikan? Ide gila transplantasi kepala manusia berasal dari seorang profesor bedah berkebangsaan Italia bernama Sergio Canavero. Bukan hanya itu saja ide spektakuler yang dikeluarkan oleh Profesor Canavero. Ia juga memiliki ide untuk menghidupkan otak manusia yang sudah mati dengan cara menanamkannya ke tubuh orang yang akan menjadi donor. Berikut adalah foto Profesor Canavero.

Transplantasi Kepala Manusia, Dongeng Atau Fakta?
zoom-in-whitePerbesar

Selama 2 tahun terakhir ini, Profesor Canavero melakukan risetnya secara intensif dengan menggunakan seorang voluntir asal Rusia, Valery Spiridonov (31). Keterlibatan Spiridonov kemudian dihentikan karena berbagai alasan. Kini, Profesor Canavero sedang bersiap-siap mewujudkan ambisinya bersama rekannya asal china, Xiaoping Ren, dari Harbin Medical University. Mereka akan menggunakan seorang penduduk lokal china yang tidak disebutkan namanya sebagai voluntir. Canavero berharap keterlibatan china akan berimbas baik bagi pembiayaan proyek ini.

Spiridonov bersedia menjadi voluntir dalam proyek luar biasa ini dengan harapan ia dapat memiliki tubuh normal seperti manusia lainnya. Spridonov mengidap penyakit Werding-Hoffman yang mengakibatkan tubuhnya tidak dapat berkembang sempurna. Transplantasi kepala akan dilakukan dengan cara menanamkan kepala orang yang mengalami cacat pada tubuh donor yang normal. Harapan itu kini harus dilupakan oleh Spridinov mengingat Canavero telah memutuskan mengganti voluntirnya. Berikut adalah foto Spiridonov.

Transplantasi Kepala Manusia, Dongeng Atau Fakta? (1)
zoom-in-whitePerbesar

Spiridonov tidak merasa berkecil hati dengan keputusan tersebut. Ia menyadari besarnya resiko yang akan dihadapi dengan tindakan bedah tersebut. Ia tetap merasa berterima kasih kepada Canavero karena telah melibatkannya selama 2 tahun belakangan. Selama bekerjasama dengan sang profesor, Spiridonov banyak dilibatkan dalam penelitian ilmiah seperti proyek robot penolong pertama di dunia untuk memudahkan manusia mengangkut barang-barang berat dan juga dalam proyek kursi roda cerdas. Spiridonov tetap berharap Profesor Canavero dapat mewujudkan ambisinya, meskipun tidak menjadikannya sebagai voluntir dalam proyek bedah paling kontroversi di dunia itu.

Sebelum menerapkan prosedur transplantasi kepala pada manusia, Profesor Canavero mengklaim dirinya bersama tim telah berhasil melakukan transplantasi kepala pada sejumlah hewan, antara lain pada tikus, anjing, dan monyet. Prosedur bedah yang digunakan adalah Prosedur Bedah Gemini yang dikembangkan sendiri oleh Profesor Canavero. Dalam prosedur bedah ini digunakan bahan kimia PEG (Polyethylene glicol) sebagai perekat ulang dan pemulih kerusakan pada jaringan sum-sum tulang belakang. Selain itu digunakan juga salin dan adrenalin yang didinginkan untuk mengurangi perdarahan. Selama masa pemulihan pasca prosedur bedah, pasien diberikan antibiotik. Gambar di bawah menunjukkan kepala tikus kecil yang berhasil ditanamkan pada tubuh tikus besar.

Transplantasi Kepala Manusia, Dongeng Atau Fakta? (2)
zoom-in-whitePerbesar

Prosedur yang dilakukan oleh Profesor Canavero ini menuai banyak kritik, khususnya dari kalangan ahli bedah saraf. Profesor saraf dari Case Western Reserve University, Jerry Silver, seperti yang dilansir Newsweek mengatakan bahwa ia tidak yakin Canavero dan tim berhasil memulihkan keseluruhan sistem sum-sum tulang belakang yang dilakukan pada eksperimennya. Menanggapi komentar ini Canavero mengatakan bahwa mereka yang berkomentar negatif adalah mereka yang belum mengetahui betapa revolusionernya Prosedur Gemini yang ia kembangkan bersama tim.