Konten dari Pengguna

Inovasi Pemanfaatan Limbah Organik di Desa Bateh untuk Pertanian Berkelanjutan

Ariajati Yudha Wahyu Saputra

Ariajati Yudha Wahyu Saputra

Mahasiswa Universitas Diponegoro angkatan 2021

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ariajati Yudha Wahyu Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada tanggal 5 Agustus 2024, Desa Bateh menjadi saksi dari upaya nyata untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik melalui program "Pelatihan Pemanfaatan Limbah Organik Menjadi Pupuk Organik." Program ini diprakarsai oleh Ariajati Yudha, seorang mahasiswa KKN dari Universitas Diponegoro (Undip), yang melihat potensi besar dari limbah organik yang selama ini hanya diabaikan atau dibakar oleh warga.

Desa Bateh dikenal sebagai desa yang subur dengan beragam tanaman buah dan sayur yang melimpah. Namun, kondisi ini juga menghasilkan banyak limbah organik dari sisa tanaman, yang sayangnya belum dikelola dengan baik. Selama ini, warga desa cenderung membakar limbah tersebut sebagai cara paling sederhana untuk menyingkirkannya. Padahal, limbah organik ini memiliki potensi besar untuk diubah menjadi pupuk organik cair, yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertanian dan perikanan di desa.

Bersama Kelompok Tani Desa Bateh
zoom-in-whitePerbesar
Bersama Kelompok Tani Desa Bateh

Melalui pelatihan ini, Ariajati Yudha memberikan solusi inovatif kepada warga Desa Bateh dengan mengajarkan cara mengolah limbah organik menjadi pupuk yang bernilai tinggi. Pelatihan ini diikuti oleh para petani dan warga setempat yang antusias untuk belajar cara membuat pupuk organik cair yang murah dan mudah, namun sangat efektif untuk meningkatkan kesuburan lahan pertanian mereka.

Selama pelatihan, Ariajati tidak hanya menunjukkan cara mengolah limbah organik, tetapi juga memberikan edukasi mengenai berbagai manfaat yang bisa diperoleh dari pupuk organik ini. Dengan menggunakan pupuk organik, warga Desa Bateh dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan mereka secara berkelanjutan, tanpa harus bergantung pada pupuk kimia yang mahal dan berdampak negatif terhadap lingkungan.

Pelatihan ini berjalan dengan sangat interaktif, di mana warga diberi kesempatan untuk langsung mempraktikkan pembuatan pupuk organik dari bahan-bahan yang mudah didapat di sekitar mereka. Ariajati juga memastikan bahwa setiap peserta memahami betul langkah-langkah dalam proses pembuatan pupuk ini, sehingga mereka dapat mengaplikasikannya sendiri di rumah.

Dengan adanya program ini, Ariajati Yudha berharap warga Desa Bateh dapat memanfaatkan potensi besar dari limbah organik yang mereka miliki, sehingga tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan mereka melalui pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan. Program ini menjadi bukti bahwa dengan pengetahuan yang tepat, limbah yang selama ini dianggap tak berguna dapat diubah menjadi sumber daya yang sangat berharga, yang mendukung kemajuan desa secara keseluruhan.