Konten dari Pengguna

Renungan Buat Elit Politik Di Indonesia

Visual Kalsel

Visual Kalsel

Ekspose Berita Tentang Politik, Sosial, Pendidikan, Kriminal, Media Sosial, DLL

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Visual Kalsel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Renungan Buat Elit Politik Di Indonesia
zoom-in-whitePerbesar

Hari Minggu 29 Maret 2018 beredar sebuah video yang diduga terekam di area Car Free Day Jakarta. Dalam video tersebut beberapa orang dengan baju #2019GantiPresiden terlihat mengintimidasi beberapa orang. Salah satunya bahkan seorang ibu yang membawa anak. Sang anak sampai menangis karena intimidasi tersebut.

Ini bentuk fanatisme politik sempit, ini bukti ketidak dewasaan dalam berpolitik. Hal-hal begini bisa di sebabkan oleh doktrin ideologi tertentu.

Massa sulit di persalahkan, harusnya para elit jangan lagi mengunakan doktrin kebencian sebagai senjata politik. Jangan jadikan doktrin tertentu untuk mendikotomi kelompok tertentu.

Politik harus mengedepankan nalar, yg di jual adalah prestasi bukan doktrin kebencian.

Pada dasarnya masyarakat sudah lelah oleh prilaku para elit politik yang sering memicu hal-hal yang membuat masyarakat tidak nyaman, Setiap warga negara di lindungi hak politiknya oleh Undang-undang, namun apa jadinya kalau hak-hak warga negara itu di aniaya oleh segelintir orang yang sengaja membuat doktrin-doktrin kebencian yang meresahkan masyarakat.

Sungguh sesuatu yang kurang bijak apabila elit-elit politik melakukan doktrin-doktrin tertentu yang sejatinya malah menyesatkan masyarakat, yang jadi pertanyaan apa mereka tidak sadar mereka elit-elit itu mempunyai back ground pendidikan yang memadai dan memiliki finansial yang cukup mumpuni akan tetapi pola pemikiran nya cuma sampai titik dimana mereka mencari kelemahan lawan agar bisa menjatuhkan dengan segala tetek bengek isu yang mereka mainkan.

Secara makro bisa kita simpulkan bahwa elit-elit politik kita masih banyak pola fikirnya masih mengedepankan Rasa Ke Egoisan golongan mereka sendiri.

Penulis. : Ari Cahyadi. A. (Jurnalis Tabloid Visual Kalimantan Selatan)