Konten dari Pengguna

Harhubnas 2026: Sinergi Transportasi & Pajak Bangun Negeri

Arief Azhar

Arief Azhar

Penyuluh Pajak Direktorat Jenderal Pajak

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Arief Azhar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembangunan Transportasi di Indonesia bersumber dari Pajak
zoom-in-whitePerbesar
Pembangunan Transportasi di Indonesia bersumber dari Pajak

Setiap tanggal 17 September, bangsa kita memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas). Momen ini bukan sekadar seremoni kalender, melainkan sebuah refleksi atas urat nadi perekonomian bangsa: konektivitas. Di era mobilitas yang kian dinamis, transportasi yang terintegrasi adalah kunci untuk membuka gerbang kemajuan ekonomi di seluruh pelosok nusantara.

Sejarah Harhubnas: Semangat Menyatukan Nusantara

Melihat sejenak ke belakang, peringatan Harhubnas ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 149 Tahun 1971. Visi utamanya sangat luhur, yakni menyatukan berbagai instansi dan BUMN di sektor perhubungan agar bergerak dalam satu harmoni. Semangat integrasi inilah yang selama lebih dari lima dekade terus dijaga untuk memastikan rantai pasok logistik, perpindahan manusia, dan distribusi barang di Indonesia dapat berjalan dengan lancar, aman, dan efisien.

Pajak Sebagai Bahan Bakar Utama Infrastruktur

Namun, kita harus menyadari bahwa konektivitas yang mulus tidak tercipta dari ruang hampa. Membangun jalan tol yang membentang, pelabuhan berskala internasional, bandara perintis, hingga jaringan kereta api modern membutuhkan dana yang masif. Di sinilah letak peran fundamental pajak.

Layaknya kendaraan yang tak bisa melaju tanpa bahan bakar, roda pembangunan transportasi negeri ini bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), di mana penerimaan pajak menjadi penopang utamanya. Setiap rupiah yang disetorkan oleh Wajib Pajak adalah wujud nyata gotong royong dalam membangun aspal yang kita lewati setiap hari dan stasiun tempat kita memulai perjalanan.

Era Baru Integrasi: Dari Coretax hingga Transportasi Maju

Kabar baiknya, semangat integrasi sektor perhubungan kini sejalan dengan transformasi di tubuh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Jika Harhubnas memimpikan sistem transportasi yang terhubung secara seamless, DJP juga terus berinovasi mewujudkan sistem administrasi yang terintegrasi dan berpusat pada kemudahan layanan—salah satunya melalui pembaruan sistem inti administrasi perpajakan (Coretax). Transformasi digital ini dirancang agar Wajib Pajak semakin mudah menunaikan kewajibannya, yang pada gilirannya akan mempercepat aliran dana bagi pembangunan infrastruktur publik.

Pada akhirnya, Hari Perhubungan Nasional adalah hari kita bersama. Ketika roda transportasi berputar lebih cepat, ekonomi akan tumbuh lebih kuat. Dan ketika ekonomi menguat, kesadaran dan kepatuhan pajak pun niscaya akan meningkat. Mari jadikan Harhubnas 2026 sebagai momentum optimisme bahwa sinergi antara transportasi yang unggul dan kontribusi pajak yang optimal akan membawa Indonesia melaju menuju masa depan yang gemilang.