Atasi Permaslahan Desa, Mahasiswa KKN UNDIP Berikan Edukasi Pengelolaan Sampah

KKN Universitas Diponegoro Desa Gendoang
Tulisan dari Arief Fajar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gendoang (26/01/2023), Permasalahan sampah sepertinya hingga saat ini masih menjadi salah satu persoalan yang belum menemui titik terang di berbagai wilayah NKRI, tidak terkecuali di Desa Gendoang Kabupaten Pemalang. Desa Gendoang yang notabene dihuni oleh +- 8500 jiwa dan mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani memiliki permasalahan pengelolaan sampah yang cukup pelik. Masyarakat Desa Gendoang cenderung memiliki kebiasaan untuk membuang sampah sembarangan baik di darat, maupun di sungai. Pada sepanjang jalan desa gendoang seringkali ditemukan sampah-sampah yang dengan jumlah cukup banyak. Permsalahan sampah yang terjadi di desa gendoang juga disebabkan karena tidak adanya TPS yang tersedia di dekat Desa Gendoang dan sekitarnya, kalua saja ada TPS yang tersedia tentu permasalahan tersebut setidaknya dapat sedikit teratasi. Tutur Agus Maulid selaku Kepala urusan pemerintahan
Mengetahui permasalahan tersebut, Mahasiswa KKN TIM I Universitas Diponegoro yang berjumlah 8 orang mencoba menggali informasi dan memberikan solusi atas permasalahan pengelolaan sampah yang terjadi di desa gendoang. Pemecahan masalah tersebut coba dibungkus dalam bentuk program kerja multidisiplin yang berfokuskan pada pengedukasian kepada masyarakat desa gendoang mengenai pentingnya pembuangan sampah pada tempatnya serta pemanfaatan sampah organik dan non organik menjadi bernilai ekonomis dan berguna bagi kehidupan masyarakat.
Kegiatan pemberian edukasi mengenai pengelolaan sampah ini diawali dengan sosialisasi mengenai dampak pembuangan sampah sembarang serta akibat hukum yang akan timbul, kemudian dilanjutkan dengan beberapa cara mengurangi sampah plastik yang notabene sangat berbahaya bagi lingkungan, lalu dilanjutkan dengan edukasi mengenai pemanfaatan limbah hewan dan sampah non organik, serta diakhiri dengan contoh pengelolaan sampah yang baik di salah satu kota di Jepang.
Kemudian pada akhir acara kami juga memberikan demonstrasi mengenai pengelolaan sampah organik tepatnya daun kering untuk dapat diubah serta dimanfaatkan menjadi pupuk. Hal ini kami lakukan karena mengingat potensi yang ada pada desa gendoang adalah potensi pertanian dan perkebunan. Masyarakat desa gendoang yang hadir cukup antusias untuk mendengarkan dan memperhatikan apa yang kami paparkan serta demonstrasikan. Adanya program ini tentu memberikan harapan bahwa masyarakat desa gendoang dapat lebih bijak lagi dalam membuang sampah dan mengelolanya.
