Konten dari Pengguna

Dampak Match Fixing Terhadap Sepakbola Indonesia

Muhammad Ariel Fattah

Muhammad Ariel Fattah

Mahasiswa/universitas islam negeri Syarif Hidayatullah jakarta/ekonomi pembangunan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Ariel Fattah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilutrasi pengaturan skor. Foto: Istock.com/Aryo Hadi
zoom-in-whitePerbesar
Ilutrasi pengaturan skor. Foto: Istock.com/Aryo Hadi

Pengaturan skor sering disebut sebagai Match Fixing. Pengertian dari pengaturan skor itu sendiri adalah sebagai bentuk memanipulasi pertandingan atau match manipulation yang berarti menghapus ketidakpastian suatu hasil didalam pertandingan atau dengan kata lain hasil suatu pertandingan sudah ditentukan. Tindak kejahatan pengaturan skor sudah sering terjadi didalam bidang olahraga. Pengaturan skor ini banyak terjadi di berbagai bidang olahraga baik itu didalam maupun diluar negeri sekalipun. Alasan dibalik pengaturan skor yaitu untuk mendapatkan keuntungan, baik keuntungan yang didapatkan secara materil dan keuntungan lainnya (Firjatullah et al., 2023).

Match fixing sudah terjadi dari zaman dahulu namun belum terlalu terekspos dimedia karena keterbatasannya teknologi sehingga banyak orang yang belum tau tentang masalah ini,seiring berjalannya waktu teknologi semakin berkembang membuat orang banyak yang mengetahui berita tentang hal ini di media sosial. Jenis olahraga yang paling poluler hingga saat ini adalah sepakbola dari zaman dahulu, sepakbola memiliki sejarah yang sangat banyak tanpa adanya kemunduran walaupun terdapat banyak masalah yang sangat memprihatinkan yaitu pengaturan skor.

Hingga saat ini di liga 1,2,3 di Indonesia masih sering terjadi kasus pengaturan skor karena kurangnya ketegasan aturan PSSI terhadap masalah tersebut yang membuat pengaturan skor ini masih terus terjadi. Hal ini jelas berdampak pada keberlangsungan kompetisi sepakbola di Indonesia, ada beberapa klub terutama liga 2 atau 3 yang melakukan pengaturan skor karena menggunakan sistem degradasi dan promosi yang membuat semua tim berlomba untuk promosi ke liga kasta tertinggi dan berusaha untuk tidak terdegradasi ke liga kasta terendah. Banyaknya praktik pengaturan skor ini jelas membuat penggemar sepakbola geram, sehingga kompetisi menjadi tidak fair dan banyak menimbulkan kericuhan suporter.

Praktik pengaturan skor ini melibatkan perangkat pertandingan dan operator pertandingan seperti oknum wasit, pemain, pelatih, tim bahkan meilbatkan orang orang federasi sepakbola. Mereka diinstruksikan oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab mengatur skor pertandingan sepakbola yang telah disepakati untuk mendapatkan hasil yang mereka inginkan. Pengaturan skor ini biasanya dilakukan sebelum pertandingan, namun ada juga yang dilakukan pada saat pertandingan sedang berlangsung. Hal ini jelas membuat kualitas liga Indonesia menjadi semakin buruk dan membuat masalah besar.

Berikut ini dampak-dampak terjadinya match fixing sebagai berikut :

1. Merusak keharmonisan dalam sebuah tim

Ilustrasi hilangnya respect sesama teman. Foto: Istock.com/FG Trade

Jadi jika beberapa orang pemain terlibat di dalam pengaturan skor membuat chemistry antar pemain menjadi kurang dekat karena beberapa pemain tersebut telah membuat tim mereka sendiri menjadi kalah di pertandingan penting hanya karena mendapatkan uang banyak untuk kepentingan diri sendiri membuat mereka tidak saling respect terhadap sesama pemain atau official tim dan membuat keharmonisan tim yang dibangun dari sejak awal pembentukan tim menjadi tidak sehat.

2. Merusak karir dirinya sendiri

Iluatrasi pemain gantung sepatu. Foto: Istock.com/Ljupco

Jadi jika beberapa orang pemain terlibat didalam pengaturan skor membuat chemistry antar pemain menjadi kurang dekat karena beberapa pemain tersebut telah membuat tim mereka sendiri menjadi kalah di pertandingan penting hanya karena mendapatkan uang banyak untuk kepentingan diri sendiri membuat mereka tidak saling respect terhadap sesama pemain atau official tim dan membuat keharmonisan tim yang dibangun dari sejak awal pembentukan tim menjadi tidak sehat.

3. Menjadikan daya tarik sepakbola berkurang

Ilustrasi kekecawaan suporter. Foto : Istock.com/South agency

Karena itu sepakbola menjadi tidak enak untuk ditonton karena sudah diatur hasil pertandingan membuat penggemar sepakbola menjadi tidak tertarik lagi untuk menonton pertandingan sepakbola Indonesia secara langsung datang ke stadion atau nonton di layar kaca padahal ini salah satu tontonan olahraga yang paling banyak digemari di Indonesia dan mempunyai supporter besar yang sangat fanatik di beberapa klub untuk mendukung tim kesayangannya berlaga di stadion namun dirusak dengan adanya match fixing.

4. Kompetisi menjadi tidak sehat

Masalah ini berdampak sangat besar terhadap keberlangsungan liga Indonesia membuat liga menjadi sedikit terhambat terjadinya kecurangan pada pertandingan,hilangnya fair play dalam sepakbola sehingga beberapa klub melakukan match fixing karena salah satu faktornya karena secara finansial masih kurang sehingga membutuhkan dana lebih agar tetap eksis dalam kompetisi di semua divisi dan pemain atau wasit pun ikut terlibat dalam pengaturan skor karena mendapatkan imbalan.

5. Termasuk dalam unsur pidana

Tindakan match fixing adalah perbuatan yang dilakukan secara sengaja oleh pihak tertentu yang bersifat melawan hukum yang bertujuan untuk mengambil keuntungan untuk diri sendiri maupun kelompok. Suatu perbuatan pidana tentunya harus diselesaikan dengan peraturan yang berlaku, seperti KUHP, undang-undang khusus lainnya maupun keputusan hakim. Namun, upaya pemberantasan match fixing di Indonesia belum memiliki peraturan yang secara khusus menangani hal tersebut tindakan match fixing di Indonesia erat kaitannya dengan Undang-Undang tindak pidana suap adapun sanksi terkait tindakan suap tertuang (Taniady et al., 2022).

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa sepakbola Indonesia harus berbenah lebih baik karena masih terdapat sekelompok manusia yang ingin merusak citra sepakbola Indonesia dengan melakukan pengaturan skor. Hal ini membuat PSSI harus lebih aware terhadap masalah ini dan harus dilakukan yang namanya penyelidikan oleh satgas yang telah dibentuk oleh PSSI dan Kepolisian Republik Indonesia untuk memberantas oknum pengaturan skor, karena PSSI merupakan induk sepakbola Indonesia yang sudah seharusnya memberi solusi yang tepat agar masalah ini tidak terjadi lagi.

Ada beberapa cara agar pengaturan skor tidak terjadi lagi, yakni semua pihak harus saling bersinergi, membayar gaji pemain tepat waktu, serta petinggi klub atau pelatih-pelatih harus mempunyai mental yang kuat untuk menolak semua tawaran yang diberikan oleh oknum pengaturan skor sehingga sepakbola Indonesia bersih dari masalah ini dan menciptakan kompetisi yang sehat membuat dari semua pihak club merasa aman dan nyaman dalam menjalani kompetisi dengan sesuai target yang diinginkan.

Sumber bacaan:

Firjatullah, S. A., Amira, D., Puteri, S., Satria, M., Match, M., Di, F., Firjatullah, S. A., Amira, D., Puteri, S., Fadilah, S., Putra, H., Mangkurat, U. L., Fixing, M., & Islam, H. (2023). ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PERTANDINGAN SEPAK BOLA YANG MELAKUKAN MATCH FIXING DI. 376–383. Jurnal Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Volume. 1, Nomor 2 Tahun 2023. P-ISSN : 2962-6560 , E-ISSN : 2963-7139

Taniady, V., Wildana, D. T., Anggraeni, R. P., & Wahyu, N. (2022). Kebijakan Hukum Match Fixing Pada Sepak Bola Indonesia : Studi Perbandingan Australia dan Jerman. Jurnal Magister Hukum Udayana, 11, 335–350. https://doi.org/10.24843/JMHU.2022.v11.i02.p08.law Jurnal Kertha Negara Vol. 8 No 4 Tahun 2020, hlm. 1-15 x E-ISSN : Nomor 2305-0585