Konten dari Pengguna

Puisi tentang Lebaran Panji Kuncoro Hadi

arif gumantia

arif gumantia

Ketua Majelis Sastra Madiun

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari arif gumantia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nasi Kuning dan Ibu

Ibu …

Bukankah aku gagah di hari lebaran ini

Baju koko dari mu

Melekat bagus di tubuhku

Ibu …

Kita harus ke tanah lapang pagi ini

Sebagai tanda kita mencintaiNya

Ibu …

Sebelum kita pergi

Kita sarapan nasi kuning buatanmu

Ibu …

Bukankah ini yang disebut cinta

di hari lebaran di hari yang penuh kenangan

Ibu …

doaku untukmu ….

Ngawi, Malam Lebaran April 2024

Ketupat dan Ibu

Kulit Ibu yang hangat mesih membekas di jalur daun kelapa yang dianyam anakku, cucumu:

Serenteng isi 7 ketupat lebaran

Ibu memang telah pergi…

Namun hangat perut ini masih terasa kerana opor ayammu Ibu …

Sekarang anakmu perempuan yang menyusuri kembali jejak opor mu Ibu

Sekarang Ibu …

Di meja hari ini

Ketupat cucumu

Opor anak perempuanmu

Telah siap

Ibu…

Kami menunggumu …

Dalam doa di lebaran kedua …

Ngawi, 11 April 2024

Lebaran Kedua

Madumangsa dan Ibu

Lebaran hari ketiga

Kami dalam warna warni baju

Kami tidak protes walau bahannya dari kertas

Kami selalu bersendau gurau walau dibatasi kaca dengan tutup yang warna warni juga

Kami melihat tetamu:

Anak, saudara, tetangga

Keluar masuk ruang tamu atau di teras rumah

Mereka mengagumi kami

Kata mereka:

“Siapakah yang dapat membuat adonan ini begitu melekat di lidah, wangi sampai nanti”

Di sudut ruang kami dan Ibu saling berkedip mata

Bisik kami pada Ibu:

“seandainya setiap hari Lebaran”

Ngawi, 14 April 2024

Rengginang

Ada suara renyah

Tak hanya dari mulut

Tetapi dari hati

Dari alun-alun yang sepi

Pada lebaran kesebelas

Ngawi, 21 April 2024

Panji Kuncoro Hadi adalah Dosen Pascasarjana FKIP jurusan Bahasa dan Sastra IndonesiaUNIPMA Madiun dan Penyair di Majelis Sastra Madiun.

Karya-karyanya telah dibukukan dalam Antologi puisi Sujud Rumput.