Konten dari Pengguna

Berdagang dengan Bersedekah

Arif Rahmatulhakim

Arif Rahmatulhakim

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Arif Rahmatulhakim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

gambar usaha warung tegal (Sumber : foto Arif Rahmatulhakim)
zoom-in-whitePerbesar
gambar usaha warung tegal (Sumber : foto Arif Rahmatulhakim)

berdagang sambil bersedekah. kebanyakan orang mengangap ini sulit untuk melakukannya. Penghasilannya saja sudah sedikit, untuk hidup sehari-hari saja udah pas-pasan. Belum ditambah biaya keperluan sekolah anak, bikin nambah beban saja. Pasti kebanyakan orang sekarang berpikir seperti itu tetapi, Kenyataan tidak seperti itu.

Perlu kita ketahui bersedekah merupakan solusi atas segala kebutuhan hidup kita. khususnya dalam mempersiapkan bekal menuju akhirat kelak. Bahkan bersedekah dapat menjauhkan kita dalam bahaya Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat At-Thabrani yang artinya “Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah".

Seperti salah satu warung makan Tegal di Pesanggrahan, Tangerang, Banten. dibalik susahnya hidup di zaman sekarang. Warung tersebut justru bersedekah setiap hari dengan memberi makan gratis bagi orang-orang miskin yang makan di tempatnya dan memberikan kesempatan berhutang untuk para pekerja malam yang gajinya berpatok bulanan.

"setiap hari kalo ada orang miskin yang makan, saya kasih gratis gak papa dia juga orangnya lagi susah. Kalo yang pada ngutang itu emang udah langganan saya. Emang yang sering ngutang orang kuli sama abang-abang pos ronda. Pasti bakal dibayar kalo mereka udah pada gajian" ujar bu Lasri pengelola Warung Makan Tegal.

Kebiasaan ini sudah dilakukan selama 5 tahun yang lalu karena wasiat dari orang tua agar selalu beribadah dan bersedekah. Awalnya bersedekah ini timbul dari seorang dermawan yang memberikan uang kepada pengelola warung. Tujuannya untuk membiayai orang miskin yang makan di warung itu. Dikarena hal tersebut pengelola warung itu juga melakukanya dengan menggunakan dana pribadinya.

"saya ini sudah tua, orang tua juga udah gak ada. Saya takut jika menghadap yang di atas amalan saya tidak cukup. rezeki juga udah ada yang ngatur. ya sudah saya jalani aja yang penting halal" ujar bu Lasri pengelola Warung Makan Tegal.

Seperti yang diketahui zaman pandemi sekarang orang susah untuk  mencukupi kebutuhan hidupnya, sehingga berdampak kepada warga yang ekonomi rendah untuk menghemat pengeluaran. Salah satunya dalam kebutuhan pangan. Munculnya usaha berdagang dengan bersedekah ini menjadi solusi dalam mensejahterakan ekonomi masyarakat sekitar.

Bersedekah tidak perlu menunggu untuk kaya dahulu, jika ada kesempatan lakukanlah dengan penuh keikhlasan dan ridho hanya kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain" (H.R. Bukhari).

Berdagang dengan bersedekah merupakan kegiatan yang mulia. Rasulullah SAW pada saat remaja merupakan seorang pedagang yang suka memberi dan jujur, sehingga beliau di hormati oleh penduduk Arab saat itu. Dengan adanya kepercayaan tersebut maka akan timbul perasaan percaya dan aman.

Bersedekah tidak perlu khawatir miskin, justru sebaliknya. Dengan bersedekah hidup ini akan menjadi lebih bermakna. seperti yang dikatakan almarhum ustadz Syekh Ali Jaber dalam ceramahnya "Orang yang hidup untuk akhirat pasti dapat dunia, sedangkan orang yang hidup untuk dunia tidak akan mendapatkan akhirat" ibarat seorang pembeli yang membeli kambing. Jika membeli kambingnya pasti dapat bonus talinya, tetapi jika membeli talinya mau sampai mati juga tidak dapat kambing.