Konten dari Pengguna

Pelecehan Anak sampai Meninggal di Depok, Lagu Aldi Taher Ada Benarnya Juga

Arif Syamsul Ma'arif

Arif Syamsul Ma'arif

Eks jurnalis - Pengajar Bahasa Indonesia

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Arif Syamsul Ma'arif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aldi Taher. Foto:kumparan.com
zoom-in-whitePerbesar
Aldi Taher. Foto:kumparan.com

Akhir bulan September, publik dibuat geger dengan kasus pelecahan seksual yang dialami seorang anak inisial MDF (12). Anak tersebut meninggal dunia akibat ulah pria tua inisial N (70) karena meremas alat vitalnya. Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Tapos, Kota Depok pada Rabu (27/9).

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Hadi Kristanto mengatakan bahwa sebelum meninggal, korban mengeluhkan rasa sakit pasca kejadian tersebut. “Pelaku kami tangkap,” ujarnya dikutip dari kumparan.com, Jumat (29/9).

Pelaku pencabulan saat dimintai keterangan. Foto: Istimewa

Kejadian tersebut semakin memperparah kasus kekerasan pelecehan yang dialami oleh anak-anak. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa) mencatat ada 4.000-an kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak selama tahun 2023.

Relevansinya dengan lagu Aldi Taher

Melihat peristiwa itu, terbesit pikiran tentang relevansinya dengan lagu “Jangan Remas Bijiku Sayang” yang diciptakan oleh Aldi Taher. Adapun liriknya sebagai berikut.

Kalau kamu ngefans, atau kamu gemas

Tolong hargai aku, jangan sakiti aku

Kalau kamu sayang, atau kamu cinta

Tolong lindungi aku, jangan buatku bersedih

Jangan remas bijiku, jangan sentuh bijiku

Itu sungguh nggak asik, sama sekali nggak menarik

Jangan remas bijiku, jangan sentuh bijiku

Itu sungguh nggak asik, benar-benar nggak menarik

Aku sayang kalian, kalian sayang aku

Kita saling menjaga, dan saling menyayangi

Lagu nyeleneh khas Aldi Taher ini terbit di akun TikToknya pada 18 Januari 2023. Terbitnya lagu tersebut diduga sebagai kritikan pasca penyanyi solo Pradikta Wicaksono atau Dikta yang mengalami pelecehan seksual. Dikta diduga kesakitan saat alat vitalnya diremas oleh fans saat manggung di Jakarta awal tahun lalu.

Aldi Taher saat membawakan lagu "Jangan Remas BIjiku Sayang". Foto: tangkap layar TikTok @alditaher.official

Nah, salah satu bagian alat vital yang sangat sensitif disentuh adalah testis. Ahli Urologi dan Direktur San Diego Sexual Medicine, Dr. Irwin Goldstein mengatakan bahwa testis begitu peka saat tersentuh. Jika testis tertekan terlalu keras, hal itu bisa mengakibatkan seseorang pisan hingga yang terburuk: kematian.

“Testis sangat peka terhadap sentuhan dan ada pelepasan adrenalin dalam jumlah besar ketika ada tekanan berlebihan yang terkena organ tersebut. Nyeri testis yang dialami disebut nyeri perut bagian bawah atau pleksus mesenterika. Nyeri ini begitu hebatnya hingga dapat menyebabkan orang tiba-tiba berhenti melakukan aktivitas bahkan pingsan. Serangan jantung juga bisa terjadi akibat nyeri ini," ujar Irwin sebagaimana dikutip sonora.id dari Gizmodo.

Meski nyeleneh, pesan yang dibawakan oleh lagu milik Aldi Taher itu tentunya sarat akan makna. Memang, pemberian edukasi seks pada anak-anak cukup tabu dilakukan. Adanya lagu tersebut bisa menjadi alternatif dalam pemahaman edukasi seks. Ditambah, Tempo lagu yang kalem dan suara khas nyebelin Aldi Taher dapat mudah dicerna oleh publik.

Semoga dengan adanya kasus tersebut dan viralnya lagu Aldi Taher bisa membuat publik sadar bahwa tindakan kekerasan seksual itu sangatlah tidak asyik!