Konten dari Pengguna

Kenny Omega dan Kisahnya Menjadi Idola di Negeri Sakura

Arif Utama

Arif Utama

we all gonna die (hopefully soon)

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Arif Utama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenny Omega dan Kisahnya Menjadi Idola di Negeri Sakura
zoom-in-whitePerbesar

Pernah menyaksikan film aksi zaman dahulu? Mungkin, perawakan dan tingkah laku Kenny Omega akan membuat anda nostalgia dengan karakter-karakter ultimate enemy di film lawas. Ia menggunakan jaket hitam, warna yang sama dengan kacamatanya. Berambut gondrong dan kala dia berkata, kalimatnya menusuk tajam. Pun memiliki wajah yang bengis sehingga sekali tatap anda langsung akan ngeri.

Itu gambaran awal mengenai Kenny Omega. Namun, tak seperti karakter antagonis yang anda harapkan kalah, bagi penggemar New Japan Pro Wrestling (NJPW), ia adalah idola. Ia, merupakan pemimpin dari sebuah fraksi, The Bullet Club. Kini dia memiliki peruntungan yang sama dengan pemimpin The Bullet Club sebelumnya (yang kini hijrah ke WWE) seperti Prince Devitt alias Finn Balor dan Sang Fenomenal, AJ Styles yang menikmati hidupnya sebagai gajin di Negeri Sakura.

Penggemar NJPW, baik di Jepang ataupun di belahan dunia lainnya, akan menyanyikan chants seperti “Kenny! Kenny!” atau “Lets go Omega” di atas ring. Meniru taunt khasnya dengan menunjuk ke arah penonton dan menggoyangkan ibu jari selayaknya pelatuk pistol. Atau takzim saat menyaksikan referensi videogame seperti Hadouken dalam aksi gulat. Serta bersorak atas aksinya yang enerjik dan penuh determinasi. Ia adalah kombinasi komplit. Mudahnya, mantan jawara IWGP Intercontinental Champions ini merupakan alasan dari brand NJPW makin lama makin mendunia.

Ia mungkin satu-satunya pegulat dari non-WWE yang namanya paling banyak dibicarakan di internet. Maka tak salah jika Kenny pernah berkata begini dalam promo IWGP US Championship, “Entah kamu akui atau tidak, tapi inilah pertunjukanku. Ini Kenny Omega Show. Jadi terima kasih teman-teman, kalian telah memainkan peran yang bagus dalam Kenny Omega Show.” Tujuh kompetitor lainnya, termasuk Tomohiro Ishii yang dikalahkan Kenny di final, tak dapat berbicara banyak. Sementara siapapun yang menonton promo tersebut secara langsung bersorak sorai. Ia, pada akhirnya, memenangkan gelar tersebut.

Dalam Steve Austin Show yang dibawakan oleh Stone Cold Steve Austin, dan Jim “JR” Ross setuju bahwa Kenny adalah masa depan. JR menjelaskan, “Dia (Omega) sangat impresif dan menjanjikan untuk pegulat masa kini. Bagaimana ia berpikir dan beraksi dan bagaimana ia mengerti bisnis (pro-wrestling) ini.” Sementara Stone Cold memujinya dengan mengatakan, “Hands down, ia salah satu yang terbaik di dunia. Atau kalau tidak di dunia, di dalam benakku. Kalau ia datang ke WWE, ia bisa menjadi the next big thing.”

Lalu, bagaimana Kenny berhasil membawa NJPW ke level berikutnya atau namanya melejit seperti sekarang? Dalam sebuah dokumenter khusus yang dirilis NJPW untuk promo IWGP US Championship, penyuka anime Haikyuu ini tampak sangat jenius. Sebagaimana yang disebutkan oleh JR, di sini tampak betul bahwa ia tak hanya jago gulat dan bicara namun mengerti bisnis ini. “Kalau kita biarkan sejarah mendikte, ya gelar ini (IWGP US Title) payah. Tapi bagaimana caranya agar tidak menjadi payah? Ini pertanyaan yang penting.”

“Aku beri tahu bagaimana. Pertama, penonton ingin turnamen. Dan kau bisa taruh beberapa orang terbaik dalam turnamen. In fact, mereka boleh menaruh pemain yang paling baik diantara yang terbaik. Itu aku, omong-omong,” jelasnya dengan rasa penuh kecongkakan.

“Lalu ia akan memenangkan turnamen. Di kala ia menang. Ia akan memilih lawannya. Ia boleh pilih siapapun. Dan NJPW punya banyak petarung hebat dan selalu begitu. Namun begini yang bikin repot: Aku hampir mengalahkan semuanya… Jadi apa aku harus terima kalau tugasku nanti jadi mudah? Apa itu menarik?”

“Tentu saja, tidak. Itu bukan pertandingan yang ingin ditonton. Siapapun ingin tonton gulat yang seru. Di mana ada pertarungan hati dan jiwa. Itu yang akan aku berikan kepada mereka. Sialnya, aku harus mengajak mereka ke NJPW. Jadi aku harus mencari ke seluruh dunia. Menjadi sejauh dan seluas mungkin, dan menjadikan mereka musuhku. Beberapa nama familiar, beberapa nama tidak, dan kala aku melakukannya, ini akan membuat gelarnya kuat dan NJPW akan berarti sesuatu.”

Kecintaan Kenny terhadap NJPW sendiri memang beralasan. Kenny sendiri memiliki obsesi luar biasa terhadap Jepang, dan ini yang bikin ia tak menyia-nyiakan momennya saat ini. “Aku mencintai budaya Jepang bahkan sebelum aku sadar itu budaya Jepang,” kenang Kenny di ESPN di tahun 2016. “Kartun dan anime yang aku tonton saat kecil, videogames kesukaanku, dan bahkan di pro-wrestling – pegulat idolaku dan pertandingan gulat favoritku dari Jepang. Belajar Bahasa Jepang jelas sulit, tapi passion-ku terhadap kulturnya, sebagaimana inginku untuk berinteraksi dengan fans dan teman, membuatku terus mencoba.”

Ia memiliki jalur yang sangat jauh sebelum pada akhirnya bisa berada di fase seperti sekarang. Ia kariernya sebagai pegulat sejak lulus dari SMA. Ia menjadi bagian dari Top Rope Championship, brand gulat amatir, di Winpeg, Kanada. Pada tahun 2005, ia turut menjadi bagian di Deep South Wrestling. Deep South Wrestling sendiri adalah semacam akademi yang dimiliki WWE di mana seorang pegulat tak hanya diajarkan tentang gulat, namun juga mic skill dan bagaimana caranya membangun alur cerita yang menarik bagi penggemarnya.

Menariknya, di sini ia diajar oleh Johny “Ace” Laurinaitis, yang sebelumnya sempat berkarier di Jepang. Namun sialnya, semua tak sesuai rencana. Pada akhirnya, ia keluar dan menutup kesempatan untuk bergabung dengan WWE. Dalam sebuah episode di talkshow milik Chris Jericho, Talk is Jericho, Kenny menjelaskan sebab mengapa ia keluar.

“Aku putuskan untuk membuat diriku dikenal dan pindah ke indie. Lalu aku akan mencari kesempatan untuk pergi ke Jepang dan berusaha dari bawah untuk ke atas. Dan aku ingat di saat mentalku sedang jatuh-jatuhnya, Johny bilang, ‘Aku dengar ada banyak orang yang tidak suka di sini, dan kalau kalian ingin pergi harap bicara denganku,’ Dan aku merasa aku tidak pernah seperti ini sehingga kegiatanku hari ke hari menjadi jelek.”

“Seperti tersedot dalam pikiran negatif terus menerus. Ya, tapi aku tak menolak untuk latihan. Aku mencintai latihan fisik, tidak seperti yang orang-orang pikir. Aku senang push-up, lari, dari squats. Tak ada masalah untuk itu. Hanya saja, aku merasa ini semua tak berujung. Terowongan tanpa cahaya ini membuatku berpikir bahwa aku seperti anak kecil yang diperlakukan seperti sampah. Dan kau tahu? Aku merasa aku tidak akan berkembang dengan cara seperti itu,” tandasnya.

Ia keluar pada tahun 2006. Kenny kemudian mengetahui ada sebuah brand bernama Dramatic Dream Team (DDT), dan bintang mereka, Kota Ibushi, kerapkali melakukan aksi gulat di tempat tidak lazim: di luar ring. Dengan harapan bahwa ia bisa ke Jepang, maka Kenny turut ke pertandingan indie dan menirukan gulat ala DDT serta memfilmkannya. Ia kirim ke Jepang, dan berhasil. 2008 ia bermain di DDT sebagai part-timer, lalu pada 2010, ia berhasil dikontrak secara full-timer. Ia diduetkan dengan Kota Ibushi, menjadi Tag Team Champions selama empat tahun.

Pada 2014, ia dikontrak oleh brand yang ia idam-idamkan sejak lama: NJPW. Setahun setelahnya, ia memenangkan Junior (Cruiserweight) Heavyweight Champions. Pada 2016, ia memutuskan keputusan yang besar: pindah dari kelas Cruiserweight ke Heavyweight. Keputusan ini diambil disebabkan karena fisiknya yang kian terlatih. Ia memenangkan Intercontinental Championship di tahun yang sama setelah mengalahkan Shinsuke Nakamura – yang kini hijrah ke WWE. Sebulan kemudian, ia mengalahkan Hiroshi Tanahashi yang termasyhur itu.

Ia memertahankan gelar ini selama tiga bulan. Di tahun yang sama Kenny memenangkan turnamen G1 Climax yang diadakan oleh NJPW. Ia bergabung dengan Andre The Giant dan Hulk Hogan dalam daftar sempit dari gaijin yang pernah memenangkan turnamen ini. Setelah pencapaiannya kini, Kenny tetap seperti binatang buas. Dan seperti janjinya untuk membuat gelar yang ia pegang menjadi sesuatu yang prestisius, ia akan selalu berjuang. Dengan sepenuh hati dan jiwanya.