Pencarian populer
USER STORY
12 Oktober 2017 14:24 WIB
..
..

The Shield: Sebuah Tanda Tanya Besar Terhadap Roman Reigns dan WWE

Tak seperti biasanya, dalam acara Monday Night RAW (9/11) lalu, Roman Reigns tak mendapat cemoohan dari penonton di Indianapolis. Justru, penonton malah bersorak kepadanya. Sebabnya? Dua orang datang kepadanya saat Roman adu mulut dengan The Miz. Kala The Miz menyebutkan, “The Shield bukanlah apa-apa kecuali hype!” Lalu muncul-lah Dean Ambrose dan Seth Rollins. Kemunculan mereka merupakan statement dari kembalinya The Shield yang bubar pada 2014 lalu.

Alur ini terasa agak tergesa-gesa. Seakan berusaha mengejar tenggat waktu TLC yang akan terlaksana dua minggu lagi. Dengan main event The Shield melawan The Bar – Sheamus dan Cesaro – beserta The Miz (dan entah kenapa) Braun Strowman. Berbeda dengan alur kembalinya Dean Ambrose dan Seth Rollins menjadi satu tim.

Dean Ambrose dan Seth Rollins butuh beberapa episode untuk menyelesaikan konflik yang telah lalu. Membahas tentang pengkhianatan Seth saat diperbudak oleh Triple H, dan mengapa ia merasa bersalah. Pun akting Dean tampak meyakinkan – seperti orang yang sulit percaya namun ingin percaya. Lalu pada akhirnya berdamai setelah diganggu Sheamus dan Cesaro. Mereka melawan The Bar, dan merengkuh Tag Team Champions dari mereka.

Sementara bagi Roman Reigns, ia hanya butuh satu episode. Setelah ia mengatakan ia berjuang sendiri, ia kemudian dikalahkan. Lalu tiba-tiba, hadirlah ia bersama Seth dan Dean. Bersatu kembali menjadi The Shield. Roman (dan mungkin juga, WWE), memang lebih membutuhkan The Shield daripada Seth ataupun Dean.

Karakter Roman Reigns (iya karakter, karena yang saya bahas adalah gimmick Roman Reigns di WWE) sendiri kadung dibenci oleh WWE Universe (para pemirsa WWE). Sebabnya? Satu hal: membosankan.

Kala Seth dan Dean pergi dari The Shield pada tahun 2014 dan mencoba membentuk personality baru, mereka mengganti musik, kostum dan gaya bertarung mereka. Sementara Roman? Ia tetap menggunakan entrance music peninggalan The Shield. Serta gaya bertarung dan kostum yang itu-itu saja. Kemampuan berbicara di depan audiens, alias mic skill, juga menjadi batu sandungan bagi Roman Reigns. Di sports entertainment, kemampuan ini penting karena anda tak hanya gulat, tapi juga akting.

Hal ini yang membuat saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh John Cena mengenai Roman Reigns. Kala John Cena bersua dengan Roman Reigns di PPV September lalu, No Mercy, John Cena mengatakan, “You’re nothing but cheap corporate, John Cena bootleg!

Dan Cena betul. WWE memang hendak menjadikan Roman Reigns selayaknya John Cena Era PG-14 – idola anak-anak. Anda bisa melihat dari ramainya merchandise Roman Reigns.

Tapi pada akhirnya, hal ini dapat dikatakan gagal. Ia selalu gagal membangun reaksi penonton secara natural. Lalu Cena juga mengatakan, “ketika kau mengatakan ‘this is my yard’, tidak semua orang setuju.”

Meski gagal, tapi entah berapa kali WWE berusaha terus "menjual "Roman Reigns. Meski ia bukan heel, ia terus dibenci oleh penggemar WWE. Indikator kegagalan karakternya. Puncak kegagalannya, kala Roman Reigns menjadi main event di acara terbesar WWE, Wrestlemania. Di pertandingan itu, Roman Reings mengalahkan The Undertaker. The Undertaker pensiun. Lalu bukannya mendapat respect, alur cerita ini membuat Roman makin dibenci oleh penonton. Sehingga menimbulkan gap yang jauh antara karakternya dan penonton.

Push terhadap Roman Reigns ini sendiri sebenarnya yang bikin WWE sendiri kehilangan atlet terbaiknya. Di WWE, mau sejago apapun kemampuan gulat anda, kalau mereka pikir takkan membuahkan uang, anda takkan mendapatkan push untuk meraih gelar. Di kala WWE menyiapkan push gila-gilaan terhadap Roman Reigns agar menjadi sorotan, atlet-atlet berbakat lainnya kehilangan sorotan. Sebutlah macam Cody Rhodes, Austin Aries, yang telah keluar. Serta yang akan dirumorkan keluar, Neville. Mereka kecewa dengan bagaimana WWE memperlakukan atletnya.

Bahkan, di WWE sendiri masih banyak atlit berbakat yang tenggelam karena absurd-nya kebijakan WWE ini. Mari kita mulai di RAW. Misalnya Karl Anderson dan Luke Gallows yang menjadi dewa di New Japan Pro Wrestling, namun bukan siapa-siapa di WWE. Prince Devitt, alias Finn Balor, yang pantas mendapatkan title push, namun malah diberikan alur yang absurd bersama Bray Wyatt. Sementara Jinder Mahal dibiarkan tetap menjadi WWE Champions hanya sekedar demi ekspansi pasar ke India di kala atlet macam Shinsuke Nakamura lebih pantas mendapatkannya.

Kembalinya Seth dan Dean menjadi sekutu Roman Reigns jelas menjadi angin segar bagi karakter Roman Reigns dan WWE. Persis seperti kembalinya DX pada tahun 2006, kembalinya The Shield akan membawa kembali banyak penonton dan keuntungan. Pun sama seperti DX, merchandise The Shield bahkan sudah dijual sebelum event Monday Night RAW terlaksana. Roman takkan lagi dibenci dengan kembalinya ini, dan begitupula WWE tak perlu repot-repot mikir alur cerita agar Roman disukai.

Namun seperti yang kita tahu – nothing lasts forever, kecuali jika anda The Hardy Boyz. The Shield suatu hari nanti akan bubar. Dan di kala mereka bubar, tanda tanya besar akan muncul untuk Roman Reigns dan WWE. Bagi Roman, pertanyaannya begini: apakah ia siap membangun karakter yang lebih segar dan tidak membosankan? Karena sudah tentu Dean dan Seth memiliki karakter yang lebih solid dan tahu bagaimana menggiring cerita yang disukai audiens.

Sementara bagi WWE, tentu saja, apakah mereka sudi untuk move on dari Roman Reigns dan memberikan push kepada atlit-atlit yang secara natural lebih berbakat dari Roman jika kelak push -nya gagal juga? Itu hanya bisa dijawab oleh Vince McMahon beserta jajarannya di WWE.

*Push adalah istilah dalam WWE saat seorang pegulat mendapat dukungan penuh sehingga segala atensi akan diusahakan kepada mereka.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: