Satu Hari, Banyak Pindah Fokus: Mengapa Mahasiswa Cepat Lelah?

Mahasiswa Akuntansi Universitas Pamulang yang tertarik pada pendidikan, bisnis, dan kehidupan mahasiswa. Menulis tentang hal-hal sederhana yang dekat dengan keseharian.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Arifahtu Zahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pagi kuliah, siang mengerjakan tugas, sore mengikuti kegiatan kampus, malam mengurus pekerjaan lain. Belum selesai satu urusan, sudah ada hal berikutnya yang harus dipikirkan. Kadang kita merasa sudah melakukan banyak hal sepanjang hari, tetapi ketika malam tiba justru bingung apa yang sebenarnya sudah selesai.
Kondisi seperti ini cukup sering dialami mahasiswa. Bukan karena tidak memiliki waktu, melainkan karena dalam satu hari kita bisa berkali-kali berpindah perhatian. Dari materi kuliah ke tugas, dari tugas ke urusan organisasi, kemudian kembali lagi ke pekerjaan sebelumnya. Tubuh memang masih berada di tempat yang sama, tetapi pikiran sudah berpindah ke banyak hal.
Bukan Banyak Tugas, tetapi Terlalu Sering Berpindah
Mahasiswa memang memiliki banyak tanggung jawab. Namun, banyaknya tanggung jawab tidak selalu menjadi masalah utama. Yang sering membuat aktivitas terasa melelahkan adalah ketika kita terus berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya sebelum benar-benar menyelesaikan satu hal.
Misalnya, kita sedang mengerjakan tugas kuliah, tetapi tiba-tiba harus membalas pesan kelompok. Setelah itu, ada urusan organisasi yang perlu diperiksa. Belum selesai, kita kembali mengerjakan tugas, lalu berpindah lagi untuk menyiapkan bahan presentasi.
Setiap pekerjaan memang terlihat kecil jika dilakukan sendiri. Namun, ketika semuanya dilakukan secara bergantian dalam waktu yang berdekatan, perhatian menjadi terpecah. Kita membutuhkan waktu untuk kembali memahami apa yang sedang dikerjakan setiap kali berpindah aktivitas.
Akibatnya, pekerjaan yang sebenarnya tidak terlalu sulit bisa terasa lebih lama. Kita bukan hanya menyelesaikan tugas, tetapi juga berulang kali menyesuaikan pikiran dengan tugas yang berbeda.
Mengapa Rasanya Seharian Sibuk?
Ada kalanya kita menutup laptop setelah seharian beraktivitas dengan perasaan sangat lelah. Anehnya, masih ada beberapa pekerjaan yang belum selesai. Hal ini membuat kita bertanya-tanya, ke mana sebenarnya waktu habis?
Jawabannya tidak selalu karena kita malas atau tidak bisa mengatur waktu. Bisa jadi sebagian waktu digunakan untuk berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Ketika perhatian tidak menetap cukup lama pada satu aktivitas, pekerjaan menjadi lebih sulit dinikmati dan diselesaikan.
Kondisi ini juga membuat mahasiswa mudah merasa harus selalu mengejar sesuatu. Baru selesai satu urusan, pikiran sudah memikirkan urusan berikutnya. Bahkan ketika sedang beristirahat, terkadang kita masih memikirkan pekerjaan yang belum selesai.
Padahal, tidak semua hal harus dikerjakan dalam waktu yang sama.
Ada perbedaan antara memiliki banyak tanggung jawab dan mengerjakan semuanya sekaligus. Kita tetap bisa menjadi mahasiswa yang aktif tanpa harus memberikan perhatian penuh kepada semua hal pada saat yang bersamaan.
Mulai dari Menyelesaikan Satu Hal
Salah satu langkah sederhana yang bisa dicoba adalah memberi ruang bagi diri sendiri untuk menyelesaikan satu pekerjaan terlebih dahulu. Tidak harus langsung menyelesaikan semuanya dalam sehari. Yang penting, kita tahu mana yang sedang dikerjakan dan mana yang bisa menunggu.
Misalnya, ketika sedang mengerjakan tugas kuliah, cobalah menyelesaikan satu bagian sebelum berpindah ke pekerjaan lain. Setelah itu, baru beralih ke urusan berikutnya. Cara ini memang terlihat sederhana, tetapi dapat membantu pikiran bekerja dengan arah yang lebih jelas.
Kita juga tidak perlu merasa bersalah ketika ada pekerjaan yang belum selesai hari itu. Mahasiswa bukan mesin yang harus terus menghasilkan sesuatu setiap saat. Ada waktu untuk mengerjakan tugas, ada waktu untuk beraktivitas, dan ada waktu untuk berhenti sejenak.
Pada akhirnya, yang kita butuhkan bukan hari yang penuh dengan kegiatan, tetapi hari yang terasa lebih terarah. Kita mungkin tidak bisa mengurangi semua tanggung jawab yang dimiliki, tetapi kita bisa mengurangi kebiasaan terus-menerus berpindah fokus.
Jadi, ketika suatu hari terasa sangat melelahkan meskipun kita merasa tidak melakukan sesuatu yang luar biasa, mungkin masalahnya bukan karena kita terlalu sedikit bekerja. Bisa jadi, kita hanya terlalu sering memindahkan perhatian dari satu hal ke hal lainnya.
Satu hal yang selesai dengan tenang terkadang lebih berarti daripada banyak hal yang dikerjakan tanpa benar-benar selesai.
