Konten dari Pengguna

Mengakhiri Tugas

Arifin Asydhad

Arifin Asydhadverified-green

Bekerja sebagai jurnalis sejak 1999. Berawal di Harian Politik Monitor, lanjut ke detikcom. Per Oktober 2016 menapaki babak baru di kumparan (www.kumparan.com)

·waktu baca 4 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Arifin Asydhad tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Founder kumparan. Dok: istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Founder kumparan. Dok: istimewa

Ada saat mendirikan, ada saat meninggalkan. Saya ikut membidani kumparan (www.kumparan.com) pada akhir Oktober 2016. Bahkan, nama kumparan, itu ide orisinal saya yang kemudian disetujui para founder dan cofounder.

Meluncurlah kumparan menjadi bayi media mainstream pada 17 Januari 2017, setelah sebelumnya uji coba menjadi homeless media. Seperti kepanjangan namanya, kumparan -kumpulan pemikiran- menjadikan kolaborasi sebagai ruhnya. Newsroom tidak bisa lagi memonopoli pemikiran untuk mengembangkan sebuah informasi, tapi perlu pemikiran-pemikiran dari semua pemangku kepentingan, termasuk pembaca atau audiens. Newsroom menguji dan memperkuat verifikasi sehingga menjadi produk jurnalistik yang bisa dipertanggungjawabkan untuk dikonsumsi publik.

Melewati usia 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun, 6 tahun, 7 tahun, 8 tahun, 9 tahun, kumparan melesat dan meroket menjadi media arusutama yang diperhitungkan. kumparan menjadi media digital papan atas bersaing dengan media-media arus utama yang sudah berumur di atas 25 tahun. Sungguh luar biasa!

Terbang menuju tahun ke-10, tiba-tiba saya melihat hilal semakin jelas dan saya terpikir untuk mengundurkan diri dari jabatan pemimpin redaksi pada tanggal 10 bulan Maret tahun ini. Mumpung juga masih di bulan Ramadan, bulan penuh berkah. Menurut saya, ini saat yang tepat untuk kumparan dalam melakukan regenerasi, selain karena saya juga ingin melakukan eksperimen-eksperimen kehidupan di bidang lain, setelah sejak bulan Maret tahun 1999 menjadi wartawan, bergelut di bidang media.

Host Info A1. Dok: kumparan

Dalam perjalanan 27 tahun menjadi jurnalis, alhamdulillah saya mengalami banyak pengalaman menarik, baik manis maupun pahit. Saya bersyukur bisa menginjakkan kaki di hampir semua provinsi di dalam negeri dan melawat ke 54 negara di 5 benua, termasuk Amerika Serikat dan Iran. Tapi saya juga pernah terjebak dalam adu tembak antara TNI dan GAM di Lhokseumawe yang menakutkan saat Aceh masih berstatus Daerah Operasi Militer (DOM) dan diancam ditembak oleh politisi yang juga bos judi. Saya juga pernah mengalami PHK.

Selama 27 tahun menjadi wartawan, saya juga aktif berorganisasi. Ikut mendirikan Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred) dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Bahkan, saya menjadi ketua Forum Pemred periode 2021-2024. Saya ikut menginisiasi dan membidani lahirnya Peraturan Presiden nomor 32/2024 tentang Tanggung Jawab Platform Digital dalam Mendukung Jurnalisme Berkualitas yang salah satu isinya kemudian dipersoalkan Presiden AS Donald Trump.

Selama berkarier di bidang jurnalistik, saya juga diberi amanah menjabat wakil pemimpin redaksi selama 6 tahun, menjadi pemimpin redaksi hampir 15 tahun. Saya merasa ini capaian yang sangat perlu disyukuri. Dan hari ini tibalah saya berkata, “sudah cukup”. Banyak sekali jurnalis yang tidak seberuntung saya. Karena itu, di saat usia yang sudah tidak muda lagi, saya memutuskan meletakkan jabatan pemred kumparan mulai hari ini.

Saya masih punya harapan sangat tinggi terhadap kumparan, karena masih punya ruang untuk tumbuh lebih besar lagi. Karena itu, dibutuhkan anak-anak muda berintegritas yang lebih bertenaga, kreatif dan inovatif dalam mengembangkan kumparan di masa mendatang yang penuh tantangan. Merekalah yang nanti akan lebih relevan dalam melanjutkan masa keemasan kumparan di tengah dinamisnya perkembangan teknologi.

Direksi dan Komisaris kumparan. Dok: kumparan

Saya yakin kumparan akan terus maju dan bisa menjadi media terbaik dan terbesar di kemudian hari. Saya yakin kumparan akan bisa mempertahankan kredibilitasnya di mata publik, menjadi media yang lebih berdampak demi masyarakat adil dan sejahtera. Saya percaya kumparan akan terus menumbuhkan gerakan-gerakan dan energi positif untuk membangun bangsa dan negara.

Saya bangga ikut mendirikan kumparan. Saya bangga menjadi pemimpin redaksi kumparan hampir 10 tahun. Selesainya jabatan pemimpin redaksi ini sesungguhnya sudah lebih dari 1 tahun dari keinginan saya sebelumnya yang ingin pensiun di umur 50, sebagaimana pernah saya sampaikan kepada sesama founder.

Terima kasih atas kebersamaan para founder, jajaran direksi, komisaris serta karyawan kumparan yang telah bersama-sama membangun kumparan selama hampir satu dekade ini. Terima kasih juga atas kekompakan para wartawan kumparan dalam membangun kredibilitas dan integritas. Kalau pun ada satu atau dua wartawan yang memilih jalan bengkok, itu wajar. Karena sesungguhnya memang tak ada gading yang tak retak.

Saya sangat berharap manajemen dan semua karyawan kumparan tetap konsisten, istiqomah memegang prinsip dan nilai-nilai yang kita bangun bersama selama ini. Saran saya: pelihara semangat, tetap sabar dan tabah! Izinkan saya undur diri dari redaksi dan manajemen kumparan. Mengikuti filosofi katapel, saya mundur untuk bisa melesat lebih jauh lagi!