Konsep Kebudayaan dalam Antropologi

Mahasiswa Sejarah
Tulisan dari Arinda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konsep Kebudayaan
Dalam ilmu antropologi, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Hal tersebut berarti bahwa hampir seluruh tindakan manusia adalah "kebudayaan" karena hanya sedikit tindakan manusia dalam kehidupan masyarakat yang tidak perlu dibiasakan dengan belajar, yaitu hanya beberapa tindakan naluri, beberapa refleks, beberapa tindakan akibat proses fisiologi, atau kelakuan membabi buta. (Koentjaraningrat. 2015: 144-145)
Bahkan berbagai tindakan manusia yang merupakan kemampuan naluri yang terbawa dalam gen bersama kelahirannya (seperti makan, minum atau berjalan dengan kedua kakinya), juga dirombak olehnya menjadi tindakan kebudayaan. Manusia makan pada waktu-waktu tertentu yang dianggapnya wajar dan pantas, ia makan dan minum dengan alat-alat, cara-cara dan sopan snatun atau protokol yang seringkali sangat rumit, harus dipelajari dahulu dengan susah payah. Manusia berjalan tidak hanya menurut wujud biologisnya yang ditentukan alam, tetapi merombak cara berjalan dengan gaya seperti prajurit, berjalan dengan gaya lemah lembut, berjalan seperti peragawati dan sebagainya, yang semuanya harus dipelajari dulu. (Koentjaraningrat. 2015: 144-145)
Pengertian Kebudayaan
Kata kebudayaan berasal dari kata sansekerta buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti "budi" dan "akal". Dengan demikian ke-budaya-an dapat diartikan : "hal-hal yang bersangkutan dengan akal". Ada sarjana lain mengupas kata budaya sebagai suatu perkembangan dari kata majemuk budi-daya yang berarti "daya dan budi". Karena itu mereka membedakan budaya dan kebudayaan. Demikianlah "budaya" adalah daya dan budi yang berupa cipta rasa, kasa dan rasa. Sedangkan "kebudayaan" adalah hasil dari cipta, karsa, dan rasa itu. Dalam istilah "antropologi-budaya". Perbedaan itu ditiaakan. Kata "Budaya" disini hanya dipakai sebagai suatu singkatan saja dari "Kebudayaan" dengan arti yang sama. (Koentjaraningrat, 2015: 46)
Pengertian Budaya
Mekanisme, struktur dan sarana kolektif di luar diri manusia itu oleh anthropolog disebut "budaya" (culture). Disini, ungkapan "diluar diri manusia" digunakan dalam pengertian analitis, bukan metafisik. Oleh kebanyakan anthropolog, setidak-tidaknya di Amerika Serikat, kultur atau budaya dipandang sebagai konspe pokok dalam disiplin antropologi. (Kaplan, D. 2012: 4)
Kulture atau budaya ialah suatu golongan fenomena yang diberi muatan makna tertentu oleh antropolog dalam rangka menghadapi soal-soal yang mereka coba untuk memecahkannya. Para antropolog tidak hanya mempermasalahkan sebarang perilaku manusia, melainkan perilaku manusia tradisional atau terlembaga. Para antropolog abad ke sembilan belas merasakan kebutuhan akan suatu konsep tertentu untuk "menjelaskan" perbedaan perilaku serta pranata kemasyarakatan yang tidak dijelaskan secara biologis. Dengan kata lain, budaya merujuk pada fenomena yang tidak dapat secara tuntas dijelaskan oleh konsep-konsep psikobiologis. (Kaplan, D. 2012: 4)
Daftar Pustaka:
Kaplan, D, Manners, R. A. The Theory of Culture. Terjemahan oleh Simatupang, L. 2012. Teori Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Koentjaraningrat. 2015. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta
