Konten dari Pengguna

Peran Truong Dinh dalam Menghadapi Tentara Prancis

Arinda

Arinda

Mahasiswa Sejarah

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Arinda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto by ArtTowe From Paxabay. https://pixabay.com/illustrations/medieval-knight-armor-helmet-1753740/
zoom-in-whitePerbesar
Foto by ArtTowe From Paxabay. https://pixabay.com/illustrations/medieval-knight-armor-helmet-1753740/

Salah satu tokoh perlawanan Vietnam di daerah Selatan yang berperan penting adalah Truong Dinh (dikenal juga sebagai Truong Conng Dinh). Truong Dinh lahir pada tahun 1820 di Vietnam tengah. Merupakan putra seorang militer mandarin. Sewaktu muda ia menemani ayahnya ke selatan ketika ayahnya diangkat menjadi komandan militer provinsi Gia Dinh. Setelah ayahnya meninggal Truong Dinh kembali ke daerah asalnya. (Marr, D.G. 1971: 30)

Awal karir Truong Dinh

Truong Dinh menikah dengan keluarga kaya yang berada di daerah selatan. Pada tahun 1951 raja Tu-Duc memberikan izin kepada Jenderal Nguyen Tri Phuong untuk mengatur pungutan di selatan di bawah sistem don-dien (koloni militer) lokal. Dengan menggunakan uang dari keluarga istrinya, Troung Dinh membantu mengorganisir don-dien di provinsi Gia Dinh dan menerima pangkat sebagai wakil komandan resimen dari otoritas mandarin. (Marr, D.G. 1971: 30-31)

Segera Truong Dinh memiliki reputasi di luar Gia Dinh sebagai organisator militer yang efisien dan terampil, memiliki seribu pernyewa, dan petani bersenjatakan tombak dan pedang yang terlatih dan siap siaga jika diperlukan. Truong Dinh juga dikabarkan memperlakukan penyewanya lebih baik dari kebanyakan orang, bahkan dia memastikan bahwa mereka memiliki cukup makanan dan pakaian. (Marr, D.G. 1971: 30-31)

Perlawanan Truong Dinh melawan Prancis

Pada bulan Februari 1859, Laksamana Rigault de Genouilly menyerang benteng Gia Dinh. Truong Dinh membawa pasukannya ke medan pertempuran. Akan tetapi Gia Dinh jatuh dengan cepat dan membuat pasukan kerajaan dan pasukan Truong Dinh mundur kembali ke pedesaan. Kelompok bersenjata lokal lainnya mulai berdatangan, termasuk kelompok yang dipimpin Tran Thien Chanh dan Nguyen Huu Huan. (Marr, D.G. 1971: 31)

Dalam pertempuran Ky-Hoa pada februari 1961, para laskar ini berada di bawah komando Nguyen Tri Muong, Jendral pilihan Raja. Namun, ketika sebagain besar pasukan Kerajaan Vietnam mundur untuk menutupi Bien Hoa, Truong Dinh memindahkan pasukannya ke Tan-Hoa. (Marr, D.G. 1971: 31)

Hampir setengah tahun kemudian Truong Dinh bergabung ke pengadilan. Pengadilan memerintahkan Truong Dinh untuk membubarkan pasukannya dan menerima posisi tinggi di An Giang. Namun disisi lain para letnan dan pengikut Troung Dinh mendesaknya untuk tetap tinggal karena mereka takut menghadapi pemusnahan di tangan orang barat. Mengklaim bahwa para pengikutnya tidak membiarkan ia pergi, Troung Dinh mengambil kesempatan berbahaya dan menolak pengangkatannya ke An Giang. (Marr, D.G. 1971: 32)

Pada akhir Februari 1863, Laksamana Bonard memiliki bala bantuan yang cukup untuk menyerang dan merebut benteng utama Truong Dinh di daerah Tan Hoa/Go Cong. Truong kemudian mengatur kembali unitnya, membeli beberapa senjata api lagi melalui Cina setempat, dan melanjutkan taktiknya. Dia juga tampaknya telah mencurahkan lebih banyak perhatian untuk membangkitkan dukungan di wilayah geografis yang lebih luas, misalnya, dengan membagikan selebaran (yang muncul di Saigon dan My-Tho) menyerukan nghia quan ("tentara yang benar" atau pastisipan) dari provinsi lain untuk bergabung dengannya dalam perjuangan bersama. (Marr, D.G. 1971: 33)

Pada tahun 1863 terjadi kelaparan, sehingga menyebabkan para pemimpin perlawanan seringkali tidak dapat menemukan bekal bagi pengikutnya. Dan pengadilan di Hue tidak menunjukkan indikasi apa pun untuk memberikan dukungan yang lebih praktis. Hal tersebut membuat kecewa nghia guan yang tersisa. Sebaliknya hal tersebut merupakan sebuah keuntungan bagi Prancis. Prancis secara praktis dapat mengabaikan pasukan pengadilan di Binh Thuan dan berkonsentrasi untuk menghancurkan perlawanan lokal. (Marr, D.G. 1971: 33)

Akhir Hidup Truong Dinh

Truong Dinh meninggal pada bulan Agstus 1864, ketika dikhianati oleh salah satu mantan rekannya. Putra Truong Dinh yaitu Truong Quyen, yang saat itu berusia dua puluh tahun berusaha melanjutkan perjuangannya. (Marr, D.G. 1971: 33)

Daftar Pustaka:

Marr, D.G. 1971. Vietnamese Anticolonialism 1885-1925. California: University of California Press