Konten dari Pengguna

Bukan Sekedar Teh Biasa, Matcha Menjadi Mood Booster Anak Muda

Arini Okta Ramadanti

Arini Okta Ramadanti

Seorang Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pancasakti Tegal, yang tertarik dengan menulis dan berbagi gagasan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Arini Okta Ramadanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Matcha ( Sumber Gambar: Gemini)
zoom-in-whitePerbesar
Matcha ( Sumber Gambar: Gemini)

Matcha bukan hanya minuman hijau yang estetik buat feed Instagram. Di balik warnanya yang calming, matcha kini jadi andalan bagi anak muda buat nge-boost mood di tengah aktivitas yang padat dan penuh tekanan. Dari kafe kekinian sampai dapur rumah, matcha sukses naik level jadi gaya hidup.

Berbeda dari teh biasa, matcha dibuat dari daun teh hijau pilihan yang digiling halus jadi bubuk. Artinya, sekali minum matcha, kamu mengonsumsi seluruh daun tehnya. Inilah yang bikin kandungan nutrisinya lebih powerful. Matcha kaya akan antioksidan dan L-theanine, senyawa yang dikenal mampu bikin pikiran lebih rileks tanpa efek ngantuk.

Sejarah Tentang Matcha

Matcha memiliki sejarah panjang yang berakar di Jepang, walaupun asal mula teh hijau itu sendiri berasal dari Tiongkok. Proses pengolahan daun teh menjadi bubuk pertama kali diperkenalkan oleh biksu Buddha Jepang, Eisai, pada abad ke-12, yang mengimpor teknik ini dari Tiongkok. Namun, dalam beberapa ratus tahun terakhir, Jepang telah menyempurnakan teknik produksi matcha, menciptakan minuman dengan cita rasa dan kualitas yang khas.

matcha dikonsumsi dalam bentuk bubuk yang mengandung seluruh bagian daun Matcha sangat kaya akan senyawa antioksidan karena metode budidayanya yang unik dan tradisional Ini melibatkan peneduh tanaman teh di bawah kanopi selama sekitar 3 minggu sebelum panen. Perlindungan dari sinar matahari memungkinkan tanaman menghasilkan senyawa bioaktif dalam jumlah tinggi. Perlakuan peneduh mengubah komposisi kimianya, dengan peningkatan kandungan theanine dan kafein dan penurunan katekin, menghasilkan proporsi senyawa yang lebih tinggi yang bertanggung jawab atas rasa 'umami'

Nah, buat anak muda yang sering dikejar deadline, tugas numpuk, atau overthinking tipis-tipis sebelum tidur, matcha jadi solusi yang pas. Kandungan kafeinnya memang ada, tapi beda dengan kopi. Efeknya lebih smooth, fokus dapet, tapi jantung nggak deg-degan. Mood naik, pikiran lebih tenang—best combo.

Olahan Matcha (Sumber Gambar: Gemini)

Nggak heran kalau matcha makin digemari. Selain manfaatnya, matcha juga fleksibel banget. Bisa dinikmati dalam berbagai bentuk: matcha latte, es matcha, sampai dessert lucu kayak matcha cookies dan cake. Rasanya yang khas—sedikit pahit tapi creamy—justru jadi ciri yang bikin nagih.

Lebih dari sekadar minuman, matcha juga punya kesan self-care. Ngeracik matcha sendiri di rumah sering dianggap sebagai momen me time: ngaduk pelan, lihat warna hijau yang calming, lalu nikmatin tiap tegukan. Sederhana, tapi efeknya nyata.

Di tengah gaya hidup cepat dan tekanan sosial yang makin tinggi, matcha hadir sebagai pilihan yang nggak cuma enak, tapi juga menenangkan. Jadi, kalau kamu lagi butuh minuman yang bisa ningkatin mood tanpa drama, matcha jelas bukan sekadar teh biasa. Ini mood booster versi anak muda zaman sekarang.