Tidak Anti-AI tapi Pro-Kreator - Verifikasi Kreator di KaryaKarsa

Failed Musician, Reformed Gadget Freak and Eating Extraordinaire. Previously Wooz.in and Ohdio.FM, now working on karyakarsa.com
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ario Tamat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika sering menyambangi KaryaKarsa, mungkin sudah melihat bahwa beberapa kreator ada “centang biru” di sebelah namanya. Centang biru ini sudah umum dikenal di platform lain sebagai verifikasi identitas pemilik akun, baik verifikasi dari reputasi atau liputan media, atau memang melalui proses verifikasi berbayar (atau dalam kasus platform X, sekedar bayar saja sudah dapat centang biru). Namun, mengapa kini muncul di KaryaKarsa?
Apa hubungannya dengan AI?
Di masa yang serba AI ini, kami melihat sendiri bagaimana perangkat-perangkat berbasis AI merambah dan mendisrupsi kegiatan-kegiatan kreatif, terutama di bidang kreasi visual. Kini hampir semua orang dengan akses pada perangkat AI dapat membuat gambar yang relatif oke, terlepas dari kualitas, akurasi, pengetahuan dan selera. Dan dalam konteks penulis, sudah sering didendangkan bahwa “ChatGPT bisa menulis cerita”, dengan beberapa bukti di sana-sini. Dalam lingkup yang lebih besar, hampir semua perusahaan berbasis teknologi berlomba-lomba untuk mengadopsi AI atau bahkan berpura-pura berbasis AI demi ketertarikan investor atau memancing sinyal positif dari pasar dan konsumen.
Saya perlu tekankan - KaryaKarsa tidak anti-AI. Kami bahkan sudah meluncurkan Karina - Teman Cari Ide di pertengahan 2023, untuk membantu penulis mengembangkan ide cerita atau karakter. Kamipun menerapkan berbagai teknologi AI secara internal untuk membantu proses analisa data, dalam pekerjaan pemrograman, dalam perencanaan konten pemasaran, maupun pemeriksaan konten supaya keamanan platform tetap terjaga. Apakah lantas kami menentang karya yang dihasilkan melalui AI? Ini, menurut kami, bukan pertanyaan yang tepat.
KaryaKarsa tidak Anti-AI, tapi Pro-Kreator
Sebagai platform karya, kami anggap AI itu adalah perangkat yang dapat digunakan kreator, sama halnya dengan perangkat lunak lain, yang dapat membantu membuat karya. Alih-alih mendiferensiasikan apakah suatu karya dibuat AI atau tidak (meskipun kami memang sedang diskusi soal pemberian label AI pada karya secara sukarela), buat kami yang penting kreatornya ada dan berkarya. Penikmat karya memiliki tingkat kepercayaan tinggi pada seorang kreator untuk membuat karya-karya yang akan mereka nikmati, apalagi mereka rela mengeluarkan uang, sehingga verifikasi identitas kreator ini menurut kami penting. Soal kualitas karyanya seperti apa, apakah sebagian atau seluruhnya dibuat oleh AI, dan apakah akhirnya penikmat karya mau keluar uang untuk karya tersebut, rasanya lebih baik diputuskan oleh penikmat karya. Yang kami jaga adalah kreatornya.
Melakukan verifikasi kreator ini, selain untuk memberikan sinyal positif dan peningkatan kepercayaan pada kreator-kreator, adalah untuk keamanan KaryaKarsa secara umum juga. Sebagai platform user-generated content, kami pun tak luput dari usaha pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam menjual karya yang melanggar ketentuan yang berlaku, atau melakukan berbagai serangan lain. Langkah verifikasi kreator ini adalah bagian dari strategi lebih besar untuk mengamankan KaryaKarsa supaya kreator dan pendukungnya dapat bertransaksi secara aman.
Untuk fase awal, secara bertahap, kreator yang memenuhi kriteria akan kami hubungi secara langsung melalui email untuk memulai proses verifikasi. Seiring waktu, kami akan membuka berbagai keuntungan tambahan, mulai dari fitur-fitur eksklusif hingga dukungan prioritas, bagi kreator yang sudah melakukan verifikasi.
Kami harap langkah ini akan meningkatkan kepercayaan kreator-kreator dan penikmat karya pada KaryaKarsa, untuk menjadi rumahnya Storyteller Indonesia sekarang dan di masa depan.
