Konten dari Pengguna

Identitas Tipologi Belajar: Cari Tahu Jati Diri Kamu, Yuk!

Ariska Avrillyani

Ariska Avrillyani

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ariska Avrillyani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: https://www.pexels.com/photo/pile-of-books-159866/
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: https://www.pexels.com/photo/pile-of-books-159866/

Tipologi belajar adalah gaya individu dalam belajar agar lebih mudah ketika menerima dan menganalisis informasi pembelajaran. Gaya belajar setiap individu memiliki perbedaan untuk mencapai hasil yang maksimal, karena hanya individu masing-masing yang mampu mengidentfikasikan teknik terbaik dalam belajar. Macam-macam tipologi belajar, di antaranya:

  1. Tipologi Gaya Belajar VAK (Visual, Auditory, Kinestetik)

Gaya belajar visual melibatkan penglihatan untuk mendalami sebuah informasi melalui gambar, grafik, diagram, atau power point. Pada auditori pendengaran lebih diandalkan untuk menyerap informasi, mereka lebih senang ketika penjelasan verbal, diskusi, ceramah, bahkan musik. Sedangkan gaya belajar kinestetik, individu aktif bergerak menyentuh sesuatu agar lebih mengingat informasi yang sedang disampaikan.

  1. Tipologi Gaya Belajar VARK (Visual, Auditory, Reading/Writting, Kinestetik

Tipologi Gaya Belajar VARK adalah pengembangan dari tipologi belajar VAK dengan menambahkan satu macam, yaitu reading atau writting. Gaya belajar ini menggunakan teks tertulis sebagai medianya, teks tersebut bisa berupa catatan, buku, atau artikel. Individu dengan gaya belajar reading atau writting cenderung menyukai membaca dan menulis.

Gaya Belajar Visual

Gaya belajar visual mengandalkan pada bukti yang nyata dan dapat ditangkap oleh penglihatan. Mereka peka terhadap warna dan artistik, tapi memiliki kendala ketika berkomunikasi. Ciri-ciri individu yang dengan gaya belajar visual, sebagai berikut:

  • Fokus pada sikap, gerakan, dan pelafalan guru

  • Tidak termasuk pendengar yang baik ketika berkomunikasi

  • Telat bertindak

  • Terlihat pasif ketika diskusi

  • Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan

  • Lebih suka visualisasi daripada penjelasan lisan

  • Dapat duduk dengan tenang di tengah keramaian

Gaya Belajar Auditorial

Gaya belajar auditori bertumpu pada pendengaran agar dapat memahaminya. Tetapi, mereka lemah ketika membaca dan menulis. Ciri-ciri individu dengan gaya belajar auditorial, sebagai berikut:

  • Mampu mengingat dengan baik apa yang disampaikan oleh guru atau diskusi kelompok

  • Mudah mempelajari materi iklan, televisi, atau radio yang ia dengarkan

  • Aktif berbicara

  • Kurang suka membaca

  • Kurang lihai dalam tugas mengarang

  • Kurang tertarik pada hal-hal baru

Gaya Belajar Kinestetik

Individu dengan gaya belajar kinestetik aktif pada kegiatan fisik. Ciri-ciri individu dengan gaya belajar kinestetik, sebagai berikut:

  • Menyentuh benda yang ditemuinya

  • Sulit berdiam diri atau duduk dengan tenang

  • Mengerjakan sesuatu sembari tangannya bergerak aktif

  • Memakai objek nyata sebagai alat bantu belajar

  • Sulit memahami sesuatu yang abstrak

  • Menyukai praktik dan permainan fisik