Konten dari Pengguna

Bhako Menjadi Film Pembuka dalam TKMT ke-6 di Jember

Arka Ardhyansah

Arka Ardhyansah

Mahasiswa Program Studi Televisi dan Film, Universitas Jember. Podcaster #KataArka - Dengerin di Spotify, iTunes, Noice dan Roov.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Arka Ardhyansah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Film yang pernah ditayangkan di Kotacinemall ini, pada kesempatan di hari pertama acara Temu Karya Mahasiswa Televisi Film menjadi film pembuka yang ditayangkan secara gratis untuk khalayak umum.

Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Pribadi

Penonton dengan antusiasnya memadati pelataran halaman depan Gedung Ki Hadjar Dewantara, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember untuk menyaksikan film Bhako, hampir keseluruhan halaman depan gedung tersebut penuh hingga memanjang ke area lain.

Dokumentasi Pribadi

Film Bhako menceritakan tentang garis besar kehidupan petani tembakau di Jember, dengan drama yang dibalut dengan realitas serta mempertontonkan perjuangan petani tembakau dalam menyelesaikan masalah-masalah dalam dunia petani tembakau yang hingga saat ini belum kunjung menemui solusi.

instagram embed

Alif Septian sebagai Sutradara banyak memberikan ciri khasnya dalam pengadeganan yang hampir bisa dibilang sangat mendekati realitas di dunia petani tembakau, kejadian-kejadian dalam film ini diwakilkan dengan lagu penutup berbahasa madura, serta keseluruhan film di dominasi dengan bahasa madura karena budaya yang ingin diangkat dalam film Bhako adalah budaya masyarakat Madura.

instagram embed

DOP film Bhako, Dariz Dzulfikar memberikan sentuhan emosi dalam sudut pengambilan gambar, yang membuat penonton bertanya-tanya serta dapat mewakili pesan dan perasaan yang ingin disampaikan melalui pengambilan gambar yang dilakukan dalam film Bhako tersebut.

instagram embed

Editing dalam film ini digarap oleh salah satu Editor VFX kenamaan di Jember, @jalankedua aka M. Ariyanto membuat perbedaan dari kebiasaanya dengan memberikan warna berbeda di Film Bhako.

Dokumentasi Pribadi

Sutradara Film Bhako mendapat apresiasi dari Faiz Mahasiswa ISI Surakarta, ia memberi komentar mengenai Film Bhako, berani mengangkat Budaya Masyarakat Madura. Faiz juga menyinggung Bahasa Madura asli dan Bahasa Madura lokal, seperti perbedaan dalam penyebutan tanaman tembakau, yaitu Bhako dalam Bahasa Madura asli ialah tanaman tembakau yang masih hijau, sedangkan di Jember Bhako tersebut adalah tanaman tembakau yang sudah kering.

Dokumentasi Pribadi

Simak Trailer Film Bhako beserta obrolannya dalam program TARWIJ TIME berikut ini.

video youtube embed

Potret ketika Film Bhako ditayangkan di Kotacinemall

instagram embed
instagram embed