Logika Matematika dan Etika Islami: Cara Seru Belajar Matematika dan Agama

Mahasiswa S1 Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surabaya
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Arma Hadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Matematika sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan karena sifatnya yang abstrak dan menuntut cara berpikir logis yang kaku. Namun, mahasiswa S1 Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) memiliki cara unik untuk mematahkan anggapan tersebut.
Melalui program Project Based Learning (PJBL) Al-Islam dan Kemuhammadiyahan 4, sekelompok mahasiswa UMSURA menghadirkan inovasi pembelajaran bagi anak-anak di Panti Asuhan Muhammadiyah Medokan Ayu, Surabaya. Mereka berhasil mengintegrasikan konsep logika matematika dengan penanaman etika Islami melalui metode yang interaktif.
Mengapa Logika dan Etika Harus Bersatu?
Pembelajaran matematika di sekolah sering kali kurang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari maupun nilai-nilai moral. Padahal, prinsip dalam logika matematika sangat erat kaitannya dengan etika Islami, seperti kejujuran, keadilan, dan ketelitian. Konsep pernyataan benar-salah serta pengambilan keputusan rasional selaras dengan ajaran Islam yang menekankan akhlak mulia.
Tim mahasiswa UMSURA yang terdiri dari Elsya Hasnaau, Azizah Aulia, Arma Hadi, Oktafiyan Hilal, Isma Sumita, dan Azizah Rahmania, merancang media "Kartu Logika Islami" untuk menjembatani hal tersebut.
Belajar Karakter Lewat Permainan Kartu
Proyek ini dilaksanakan dengan metode yang aktif dan menyenangkan, melibatkan dua jenis permainan utama:
Game Pernyataan dan Negasi: Anak-anak diajak menentukan kebenaran suatu pernyataan matematika, seperti "10 adalah bilangan genap", yang kemudian disandingkan dengan nilai etika seperti "Jujur adalah perbuatan baik". Lewat cara ini, mereka memahami bahwa kebenaran matematika sejalan dengan kejujuran dalam beragama.
Game Jika-Maka (Implikasi): Permainan ini bertujuan melatih anak memahami hubungan sebab-akibat. Misalnya, jika kartu matematika berbunyi "Jika suatu bilangan habis dibagi 2, maka bilangan tersebut genap", maka kartu etika berbunyi "Jika kita bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat". Anak-anak pun belajar untuk lebih reflektif dan mempertimbangkan dampak dari setiap perbuatan mereka.
Dampak Nyata bagi Anak Panti
Penggunaan media kartu ini terbukti memberikan dampak positif bagi motivasi dan sikap anak-anak panti. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa anak-anak menjadi lebih antusias, berani menyampaikan pendapat, serta mulai menerapkan nilai tanggung jawab dalam aktivitas sehari-hari.
Inovasi dari mahasiswa UMSURA ini membuktikan bahwa matematika bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sarana efektif untuk membentuk kemampuan berpikir logis sekaligus karakter Islami sejak dini.
Adapun Video Dokumentasi Kegiatan PJBL AIK4 oleh Pendidikan Matematika 2023 UMSURA dapat dilihat di Youtube dengan Judul: PJBL AIK 4 || PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH MEDOKAN AYU || KELOMPOK 2 PENDIDIKAN MATEMATIKA 2023 UMSURA
