Konten dari Pengguna

Resensi Novel “Selamat Tinggal” Karya Tere Liye

Arno Nur Rizky Azis

Arno Nur Rizky Azis

Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Arno Nur Rizky Azis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Novel "Selamat Tinggal" Karya Tere Liye (sumber : gambar pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Novel "Selamat Tinggal" Karya Tere Liye (sumber : gambar pribadi)

Identitas Novel Selamat Tinggal Tere Liye

Judul : Selamat tinggal

Penulis : Tere Liye

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Halaman : 360 halaman

Ukuran Buku : 20 cm

ISBN : 9786020647821

Harga Buku : 85.000

Resensi Novel Selamat Tinggal Tere Liye

Novel Selamat Tinggal ini menceritakan tentang kehidupan seorang pemuda bernama Sintong Tinggal atau biasa dipanggil dengan nama Sintong ia merupakan anak rantau. Ia diberi julukan “Mahasiswa Abadi” dan berhasil lulus di tahun ke-6 di salah satu Fakultas Sastra dengan skripsinya mengenai Sutan Pane. Sintong sendiri bekerja paruh waktu di toko buku “Berkah” milik pakliknya. Sebenarnya Sintong keberatan dengan pekerjaannya tersebut, dikarenakan buku-buku yang dijual di toko semuanya buku bajakan yang mana penulis akan dirugikan atas tindakan itu. Jadi selama ia berkuliah, ia hidup dengan uang hasil penjualan buku bajakan. Karena ekonomi yang sulit ia terpaksa masih bekerja di buku tersebut.

Di dalam novel ini juga diceritakan mengenai kisah cinta Sintong yang rumit dan menarik dengan cinta pertamanya yaitu Mawar Terang Bintang yang kandas di tengah jalan. Beberapa bulan setelah ia patah hati karena Mawar, ia menjadi orang yang tidak semangat dalam menjalani hidup. Selain itu, skripsinya menjadi tertunda dan segala aktivitas menulisnya pun menjadi berantakan. Sebenarnya, dulu Sintong merupakan mahasiswa yang cerdas dan aktif di kampus. Ia juga membuat berbagai tulisan yang di muat di salah satu koran nasional. Ya, Sintong menjadi seperti itu karena terlalu memikirkan kisah cinta pertamanya dengan Mawar.

Tak lama setelah ia merasakan patah hati karena cinta pertamanya itu, datanglah seorang perempuan bernama Jess yang membuat hidupnya kembali berwarna. Jess sendiri adalah mahasiswi baru di Fakultas Ekonomi. Kehadiran Jess nampaknya memberikan dorongan semangat pada diri Sintong. Sintong menjadi semangat untuk menulis skripsinya dan ia memutuskan untuk membuat skripsi menggunakan buku yang ia temukan di toko berkah.

Di luar dugaan ternyata buku yang ia temukan merupakan buku langka karya seorang tokoh sastra Indonesia bernama Sutan Pane, yaitu sosok sastrawan yang terlupakan dan jarang dikenal luas oleh masyarakat. Dengan buku tersebut Sintong mendapatkan inspirasi sehingga ia dapat menyelesaikan tugas skripsinya dengan lancar.

Disaat Sintong mulai dekat dengan Jazz, ia justru mendengar kabar tak baik dari Mawar, cinta pertamanya. Hal tersebut membuat Sintong mengingat memori-memori lamanya dengan Mawar. Namun ternyata hal tersebut tidak mempengaruhi Sintong lagi, ia sudah berhasil melupakan kenangannya bersama Mawar meskipun dulu sangat sulit karena merupakan cinta pertamanya.

Hari demi hari Sintong lalui, cobaan atau masalah datang kepadanya silih berganti. Akan tetapi, semua masalah itu berhasil ia selesaikan meskipun dengan usaha yang sangat melelahkan. Hingga masalah buku bajakan pamannya yang mana Sintong mulai menentang dan bibinya mulai marah kepada Sintong. Itulah kisah Sintong hingga akhirnya ia bisa sukses dan menjadi penulis dan melanjutkan kuliahnya di Belanda.

Kelebihan dan Kekurangan Novel Selamat Tinggal Tere Liye

1. Kelebihan Novel Selamat Tinggal

  • Novel Selamat Tinggal ini menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh pembaca.

  • Tema yang diangkat sangat menarik, jarang penulis lain menggunakan tema tersebut sehingga menjadi daya Tarik tersendiri bagi para pembaca.

  • Novel ini juga menyampaikan kepada pembaca betapa pentingnya menghargai seorang penulis dengan cara tidak membeli buku bajakan.

2. Kekurangan Novel Selamat Tinggal

  • Kekurangan dari novel ini menurut saya, pada saat awal cerita mungkin novel ini sedikit membosankan, akan tetapi jika sudah sampai di pertengahan cerita ternyata novel ini sangat menarik untuk dibaca karena novelnya sangat menginspirasi. Mungkin itu saja kekurangan dari novel Selamat Tinggal.

Pesan Moral Novel Selamat Tinggal Tere Liye

Pesan moral yang bisa diambil dari novel ini adalah "Berhenti untuk membeli buku bajakan atau membaca buku bajakan baik buku yang secara fisik maupun secara non fisik, hargailah karya orang lain sekecil apapun itu". Novel ini juga memberi himbauan dan mengajak para pembaca agar dapat mengakhiri ketergantungan menggunakan barang atau produk bajakan.

Penulis: Arno Nur Rizky Azis

Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta