Hadi Pranoto dan Anji

Ilmu itu mahal harganya. Penulis aktif, editor di Jurnal Purna
Tulisan dari Arolina Sidauruk tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Baru-baru ini publik heboh dengan pemberitaan Anji melalui Youtube nya. sang penyanyi mengadakan wawancara khusus kepada Hadi Pranoto, yang mengklaim bahwa dia telah menemukan obat yang mampu mencegah dan menyembuhkan Covid 19. Dan katanya lagi obatnya telah berhasil menyembuhkan ribuan pasien yang terinfeksi. Banyak yang menghujat dan marah atas beredarnya video tersebut.
Karena menurut para pakar apoteker dan Badan Pom belum pernah merasa memberikan izin untuk memberikan Lebel aman kepada keberadaan obat tersebut. Akan semakin ramai dan panjang persoalan ini nantinya. Sebab kalau diikuti dari perbincangan tersebut, banyak kejanggalan pernyataan yag dilontarkan, yang membuat publik bertanya-tanya.
Siapa sebenarnya Hadi Pranoto? mengapa disaat rumitnya penemuan obat ini, tiba-tiba Hadi nongol dan membuat banyak orang yang kebakaran jenggot. Sehingga ada yang mengkait-kaitkan dengan politik. Inovasi Hadi Pranoto menjadi tercabik-cabik, ini harus diadakan penelitian secara mendalam yang harus melibatkan banyak pihak.
LIPI. adalah lembaga yang wajib ikut terlibat dimana para ahli sudah pasti menunggu instruksi.
Akademisi adalah lembaga yang melibatkan para Profesor dan Doktor yang menguasai berbagai bidang.
Kementerian Kesehatan, menangani Regulasi dan yang berhak mengeluarkan izin Edar dan sektor Kesehatan yang akan melibatkan nyawa manusia.
Kementerian Keuangan, khusus pendanaan untuk berlangsungnya penelitian.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, yang merencanakan segala sesuatu sekaitan dengan Penelitian tersebut.
Kementrian Perdagangan dan Perindustrian ,kalau penelitian sudah sah dan diakui oleh negara.
Kementrian Dalam Negeri yang membawahi Pemerintahan Daerah.
Ramuan Hadi Pranoto
Hadi Pranoto mengatakan selama penelitian dia tidak sepeserpun menggunakan uang negara, Mungkin karena itu dia merasa bebas dan tidak menyangka bahwa urusan ini akan semakin rumit. Saya ragu kemungkinan masih banyak Hadi Pranoto yang lain, yang belum terekspose. kebetulan saja ini mungkin karena Anji adalah seorang artis ternama, yang lagi sepi job, sehingga Hadi Pranoto cepat viral. Dan yang lucunya lagi dia mengatakan bahwa dia bukan Professor atau Doktor ahli obat-obatan. Karena temuannya orang-orang memanggilnya dengan gelar tersebut. (Jadi teringat seorang bintang tamu di ILC)
Tapi apapun itu, Hadi Pranoto layak diperhitungkan, cukup lama dia meneliti hasil dan efek ramuannya, dia lupa bahwa segala sesuatu yang terjadi di negara kita ini harus sesuai dengan Undang-undang dan wajib mendaftarkan apapun temuannya. Apa jangan-jangan dia hanya cari sensasi? Atau barangkali obatnya itu sejenis ramuan obat kampung, yang boleh dikatakan hasil keahlian dari nenek moyangnya, sehingga dia merasa tidak perlu melibatkan para pakar di Indonesia? Dan yang paling heboh dia sudah banyak menyembuhkan dengan ramuannya, sementara seluruh dunia masih meraba-raba dan masih menunggu vaksin yang jelas asal usulnya?
Kita tunggu hasilnya, sebab masalah ini sudah ada yang melaporkan ke pihak berwajib, maka akan banyak waktu dan biaya yang dikeluarkan untuk membuktikan kebenarannya. Secara sederhana Hadi pranoto mungkin tidak merasa terbebani akan pengaduan tersebut, karena dia punya prinsip dan klaim.
Bahwa obat tersebut adalah hasil ramuannya, lalu apa yang salah?Apakah ini bukan pembunuhan karakter? Harusnya Pemerintah merangkulnya dan memberikan waktu kepada beberapa pihak yang berkeberatan untuk mengembangkan pengetahuannya. Kalau tidak, pasti bicara hukum. Saya berharap ini bukan masalah persaingan penghasilan, sehingga negara kita dapat lebih dikenal di seluruh dunia, maka perekonomian kita bisa bangkit kembali, melalui perindustrian dan perdagangan vaksin tersebut.
