Konten dari Pengguna

Dampak Campur Tangan Manusia dalam Bencana Banjir

arsshandie ibrahim

arsshandie ibrahim

Mahasiswa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari arsshandie ibrahim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto oleh Pok Rie: https://images.pexels.com/photos/6471969/pexels-photo-6471969.jpeg?cs=srgb&dl=pexels-pok-rie-6471969.jpg&fm=jpg
zoom-in-whitePerbesar
Foto oleh Pok Rie: https://images.pexels.com/photos/6471969/pexels-photo-6471969.jpeg?cs=srgb&dl=pexels-pok-rie-6471969.jpg&fm=jpg

Manusia merupakan salah satu makhluk hidup yang ada di muka bumi ini selain hewan dan tumbuhan. Manusia mempunyai pikiran untuk memikirkan apa yang akan dilakukannya dengan baik dan benar, tetapi kadang manusia juga memiliki kekurangannya. Seperti dalam masalah memelihara lingkungan hingga menyebabkan bencana seperti banjir.

Banjir adalah salah satu bencana utama yang ada di indonesia sampai saat ini. Hal ini dikarenakan ulah campur tangan manusia terhadap lingkungan sekitar yang tidak dijaga yang menyebabkan lingkungan tersebut rusak dan dapat menyebabkan banjir. Seperti aliran air yang tersumbat, membuka lahan tanpa reboisasi dan membuat bangunan di pinggiran sungai.

Salah satu penyebab terjadinya banjir karena campur tangan manusia adalah membuang sampah secara sembarang seperti ke sungai atau kali. Hal ini menyebabkan terjadinya penyumbatan di pintu air yang membuat aliran air yang mengalir tersebut meluap ke daerah sekitar.

Dilansir dari artikel Newsdetik.com, "sungai di Desa Tambak Lekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, kembali penuh sampah rumah tangga dan kotoran sapi. Akibatnya, kawasan sekitar kerap banjir saat hujan lebat karena aliran air tersumbat."

Dari kutipan tersebut menjelaskan bahwa sampah rumah tangga adalah faktor terjadinya banjir di daerah tersebut. Hal tersebut tentu perlu perhatian lebih lanjut dari instansi terkait agar diberikan penyuluhan tentang tata cara buang sampah yang baik dan benar agar tidak merusak lingkungan sekitar (Arifin, 2022).

Banjir terjadi bukan hanya karena pembuangan sampah secara sembarangan saja, tetapi juga karena faktor penggundulan hutan di daerah tersebut.

Menurut juru kampanye hutan Greenpeace, Arie Rompas dalam kutipan nasionaltempo.co menegaskan bahwa perubahan iklim adalah salah satu dampak dari penggundulan hutan secara terus-menerus di tanah Kalimantan. Khusus untuk kasus di Kalimantan Selatan yang baru dilanda banjir besar, hal ini didorong oleh makin berkurangnya tutupan hutan di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Barito dan DAS Maluka (Adyatma, 2021)

Dari kutipan di atas sudah cukup menjelaskan bahwa kegiatan manusia yang melakukan penggundulan hutan secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan hutan yang parah hingga mengakibatkan terjadinya banjir besar di kawasan daerah aliran sungai. Perlunya reboisasi yang dilakukan untuk mengembalikan hutan yang seharusnya mencegah terjadinya banjir.

Pada zaman seperti sekarang ini, Indonesia memiliki banyak penduduk dengan rata-rata kelahiran yang cenderung lebih tinggi dibandingkan kematian. Hal ini menjadikan kebutuhan akan sandang, pangan dan papan terus bertambah. Terutama rumah sebagai tempat bernaung, banyak orang di luaran yang tidak mempunyai biaya untuk menyewa rumah berakhir di tempat kumuh. Seperti dengan membangun rumah di pinggiran sungai yang dapat membuat bencana terutama banjir karena sulitnya pembersihan sedimentasi lumpur di daerah tersebut. Seperti di daerah tebet, Jakarta selatan.

Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Selatan, Ujang Hermawan dalam keterangan tertulis “Pasca Penertiban, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melalui Sumber Daya Air Kota Jakarta Selatan akan melakukan program garebek lumpur dan perbaikan turap di sepanjang Saluran Kalibaru Barat untuk mencegah terjadinya banjir” (Prodjo, 2021).

Bangunan di sepanjang kali tersebut membuat terhambatnya perbaikan turap dan pengerukan sedimen lumpur di daerah tersebut. Kita pun mulai mengetahui penyebab-penyebab banjir di Indonesia yang sebagian disebabkan oleh ulah campur tangan manusia yang tidak menjaga lingkungan tempat hidupnya sendiri dan tidak adanya kesadaran akan tempat tinggalnya, yaitu bumi. Padahal seperti kata pepatah “apa yang kau tanam akan kau tuai sendiri”, yaitu apa yang kau perbuat akan kau dapat hasilnya.

Jika manusia masih tidak peduli terhadap lingkungan sekitar bisa jadi akan terjadi bencana alam seperti banjir yang sangat besar dalam beberapa tahun ke depan. Maka dari itu manusia sudah harus mulai menjaga lingkungannya dan mulai melakukan berbagai kegiatan yang membangun lingkungan agar lebih baik lagi seperti reboisasi, pembersihan sungai, pengerukan lumpur sungai dan lainnya.

Daftar Pustaka

Adyatma, E (2021). Greenpeace: penggundulan hutan jadi akar masalah banjir kalsel. Dapat diakses pada https://nasional.tempo.co/read/1427948/greenpeace-penggundulan-hu

Arifin, M (2022). Penyebab banjir di pasuruan karena sungai dipenuhi sampah dan kotoran sapi. Dapat diakses pada https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5901101/penyebab-banjir-di-pasuruan-karena-sungai-dipenuhi-sampah-dan-kotoran-sapi

Prodjo, W.A (2021). Pembongkaran bangunan liar di menteng dalam untuk cegah banjir. Dapat diakses pada https://amp.kompas.com/megapolitan/read/2021/03/30/16413051/pembongkaran-bangunan-liar-di-menteng-dalam-untuk-cegah-banjir