Peran Guru Kelas dalam Pelaksanaan Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIVERSITAS KATOLIK SANTO THOMAS MEDAN
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artayanti Simalango tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pendidikan di sekolah dasar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, sikap, dan kepribadian peserta didik. Dalam proses tersebut, layanan Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran penting karena membantu peserta didik mengembangkan potensi diri, mengatasi kesulitan belajar, meningkatkan rasa percaya diri, serta membentuk perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai positif. Melalui layanan BK, peserta didik diharapkan mampu berkembang secara optimal baik dari segi akademik, sosial, maupun emosional. Oleh karena itu, keberadaan layanan BK di sekolah dasar sangat diperlukan sebagai bagian dari proses pendidikan yang menyeluruh.

Selain itu, guru juga membiasakan berbagai kegiatan positif seperti budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), literasi pagi, permainan edukatif, kerja kelompok, dan berbagai aktivitas yang menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, serta kerja sama. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas, diketahui bahwa komunikasi dengan orang tua juga dilakukan apabila terdapat peserta didik yang memerlukan perhatian khusus agar perkembangan mereka dapat dipantau bersama.
Menurut saya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa layanan Bimbingan dan Konseling tetap dapat berjalan meskipun belum ada guru BK khusus. Guru kelas telah berusaha menjalankan perannya bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan pendidik yang peduli terhadap perkembangan peserta didik.
Pengalaman selama berada di sekolah membuat saya menyadari bahwa setiap peserta didik memiliki karakter, kemampuan, dan latar belakang yang berbeda. Oleh karena itu, setiap peserta didik membutuhkan perhatian dan pendekatan yang berbeda pula. Saya melihat bahwa perhatian sederhana dari guru, seperti memberikan motivasi, mendengarkan cerita peserta didik, memberikan pujian atas usaha mereka, dan membimbing ketika melakukan kesalahan, mampu meningkatkan semangat belajar serta rasa percaya diri peserta didik.
Menurut pandangan saya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari keberhasilan sekolah dalam membentuk karakter peserta didik. Guru yang mampu menjadi pendengar, pembimbing, dan teladan akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap perkembangan kepribadian peserta didik. Pengalaman tersebut juga memberikan pelajaran berharga bagi saya sebagai calon guru bahwa tugas seorang guru bukan hanya mengajar, tetapi juga membimbing dan mendampingi peserta didik agar berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Menurut saya, layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah dasar perlu terus ditingkatkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi peserta didik. Sekolah dapat menyusun program BK yang sederhana tetapi terencana sehingga guru memiliki pedoman dalam memberikan layanan bimbingan kepada peserta didik.
Selain itu, guru juga perlu mendapatkan pelatihan mengenai dasar-dasar Bimbingan dan Konseling agar lebih siap menghadapi berbagai permasalahan peserta didik. Kerja sama antara guru, kepala sekolah, dan orang tua juga perlu terus diperkuat karena pembentukan karakter peserta didik tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga. Apabila seluruh pihak bekerja sama dengan baik, maka berbagai permasalahan peserta didik dapat diatasi secara lebih cepat dan tepat.
Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan pengalaman saya selama berada di sekolah dasar, saya menyimpulkan bahwa layanan Bimbingan dan Konseling memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perkembangan peserta didik. Meskipun belum terdapat guru BK khusus disekolah tersebut, guru kelas telah berusaha menjalankan fungsi tersebut melalui pemberian motivasi, pendampingan, pembiasaan perilaku positif, dan pendekatan secara personal kepada peserta didik.
Pengalaman tersebut memberikan pemahaman kepada saya bahwa menjadi seorang guru berarti memiliki tanggung jawab yang besar, bukan hanya dalam menyampaikan materi pelajaran saja, tetapi juga dalam membimbing, mendidik, dan membentuk karakter peserta didik. Saya berharap layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah dasar dapat terus berkembang sehingga setiap peserta didik memperoleh perhatian, bimbingan, dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya demi terciptanya generasi yang berkarakter, disiplin, dan bertanggung jawab.
