10 Cara Mengatasi Dada Terasa Sesak dan Berat

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dada terasa sesak dan berat bisa terjadi pada siapa dan kapan saja. Namun, tak perlu khawatir jika Anda mengalami gejala ini secara tiba-tiba. Lebih baik pelajari cara mengatasi dada terasa sesak dan berat dalam ulasan berikut ini.
Sama halnya seperti suatu penyakit, dada terasa sesak dan berat dapat dikaitkan dengan beberapa kondisi kesehatan seperti nyeri dada, batuk, pusing, dan kelelahan. Kondisi ini juga bisa menyerang seseorang yang memiliki fobia tertentu, seperti fobia laut atau samudra (thalassophobia).
Untuk mengetahui penyebabnya, dokter akan menghubungkan gejala dada sesak dan berat dengan kondisi kesehatan yang dirasakan. Misalnya, jika seseorang mengidap kanker paru-paru atau asma, wajar apabila ia merasakan gejala ini.
Namun, pemeriksaan tambahan juga bisa dilakukan untuk menemukan diagnosis yang tepat. Pemeriksaannya bisa berupa penilaian fungsional, tes darah, rontgen, dan CT Scan.
Ketepatan diagnosis ini dibutuhkan agar upaya mengatasi yang diberikan tak lagi keliru. Apa saja cara mengatasi dada terasa sesak dan berat? Simak pembahasannya di bawah ni.
Cara Mengatasi Dada Terasa Sesak dan Berat
Sekali lagi, cara mengatasi dada terasa sesak dan berat akan bergantung pada penyebab gangguan kesehatan yang dialami seseorang.
Dr. Andika Chandra Putra, Ph.D, Sp.P(K) dalam bukunya Kanker Paru Tanya Jawab Dokter, Pasien dan Keluarga menjelaskan berbagai cara mengatasi dada terasa dan sesak sesuai dengan gangguan kesehatan yang dialami seseorang, di antaranya:
1. Kondisi Paru-Paru seperti Asma
Pemberian obat-obatan, seperti bronkodilator dan kortikosteroid untuk menurunkan peradangan dan membuka saluran udara.
Rehabilitasi paru, yaitu program yang menggabungkan terapi olahraga, saran nutrisi, dan pendidikan kesehatan.
Terapi oksigen.
2. Kondisi Pilek, Infeksi Sinus dan Pernapasan
Antibiotik, jika bakteri menyebabkan infeksi (penting untuk diingat, obat ini tidak akan membantu infeksi virus).
Dekongestan hidung atau semprotan steroid untuk mengecilkan saluran hidung yang bengkak.
Antihistamin untuk menurunkan peradangan di saluran hidung.
3. Kondisi Gagal Jantung
Pemberian obat-obatan seperti diuretik, vasodilator, beta-blocker, dan ACE inhibitor.
Pemasangan alat pacu jantung, defibrilator kardioverter implan, perangkat bantuan ventrikel kiri, dan perangkat implan lainnya.
Pencangkokan bypass arteri koroner, operasi katup, dan prosedur lainnya.
4. Penyakit Kanker Paru-Paru
Operasi untuk mengangkat tumor atau paru-paru.
Kemoterapi, radiasi, dan imunoterapi.
Selain itu, kondisi dada terasa sesak dan berat juga dapat diatasi dengan gerakan-gerakan tertentu. Merangkum dalam buku Pengantar Asuhan Keperawatan Dgn Gangguan Sistem Pernapasan tulisan Arif Muttaqin, inilah uraian cara yang bisa dipraktikkan:
5. Duduk dengan Badan Condong Ke Depan
Beristirahat sambil duduk dapat membantu merilekskan tubuh dan membuat dada terasa lebih longgar. Cobalah untuk duduk di kursi dengan kaki menyentuh lantai, kemudian condongkan dada sedikit ke depan.
Selanjutnya, letakkan siku di atas lutut dengan lembut atau pegang dagu dengan tangan. Ingat, pastikan agar otot leher dan bahu tetap rileks.
6. Duduk dengan Menyandarkan Kepala Ke Meja
Jika terdapat meja di sekitar kursi, lakukan posisi duduk yang sedikit jauh lebih nyaman untuk mengatur dada yang sesak. Caranya, duduklah di kursi dengan kaki menyentuh lantai dan menghadap ke meja. Condongkan dada sedikit ke depan dan letakkan tangan di atas meja. Selanjutnya, letakkan kepala di lengan atau bantal.
7. Berdiri dengan Menyandarkan Punggung
Merilekskan dada yang sesak dan berat dapat tetap dilakukan dengan cara berdiri. Caranya, berdirilah di dekat dinding dan sandarkan punggung dan pinggul ke dinding.
Pisahkan kedua kaki selebar bahu dan letakkan kedua tangan di paha. Setelah bahu rileks, condongkan tubuh sedikit ke depan, dan gantungkan lengan di depan.
8. Berdiri dengan Bantuan Lengan
Berdirilah di dekat meja atau perabot datar dan kokoh lainnya yang posisinya sedikit rendah dengan ketinggian bahu. Kemudian, istirahatkan siku atau tangan di atas perabot dan posisikan leher secara rileks. Tempatkan kepala di lengan dan rilekskan bahu.
9. Tidur dalam Posisi Santai
Dada sesak dan berat kerap terjadi saat tidur yang membuat pengidapnya sering terbangun. Jika kondisi ini terjadi, cobalah berbaring miring dengan meletakkan bantal di antara kaki dan tinggikan posisi kepala dengan bantal. Lalu, pastikan agar punggung tetap lurus.
Selain itu, posisi berbaring telentang dengan kepala ditinggikan dan lutut ditekuk menggunakan batal juga dapat dicoba. Kedua posisi ini membantu tubuh dan saluran udara rileks, sehingga membuat dada terasa lebih longgar.
10. Pernapasan Diafragma
Teknik pernapasan ini dapat dicoba dengan cara duduk di kursi dengan lutut tertekuk dan bahu, kepala, dan leher rileks. Letakkan tangan di atas perut, kemudian tarik napas perlahan melalui hidung.
Saat mengeluarkan napas, kencangkan otot, dan pastikan perut terasa jatuh ke dalam. Ketika gerakan perut ini terasa, artinya pernafasan diafragma berhasil. Setelah itu, hembuskan napas melalui mulut dengan bibir mengerucut, lalu ulangi selama sekitar lima menit.
Baca Juga: Apa yang Terjadi pada Organ Pernapasan Penderita Penyakit Asma?
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa yang harus dilakukan jika dada terasa sesak?

Apa yang harus dilakukan jika dada terasa sesak?
Salah satu yang bisa dilakukan adalah pursed-lip breathing. Ini adalah teknik pernapasan sederhana yang bisa dilakukan di mana pun. Caranya adalah dengan menarik napas melalui hidung selama dua detik. Usahakan agar mulut dalam keadaan tertutup.
Apa yang menyebabkan dada terasa sesak?

Apa yang menyebabkan dada terasa sesak?
Dada terasa sesak bisa menjadi salah satu tanda gangguan kecemasan. Tak hanya psikologis, masalah kecemasan juga bisa memengaruhi kondisi fisik seseorang. Selain dada sesak, gejala lain yang muncul adalah berkeringat, pusing, badan gemetar, jantung berdebar, dan lain sebagainya.
Mengapa depresi bisa mengakibatkan sesak napas?

Mengapa depresi bisa mengakibatkan sesak napas?
Tak hanya memengaruhi kondisi psikis, depresi juga bisa berdampak pada kesehatan fisik, termasuk kondisi dada terasa sesak. Sebab, depresi memengaruhi neurotransmitter yang dapat mengatur suasana hati dan rasa sakit. Adapun tanda dari depresi yaitu, putus asa, merasa bersalah atau tidak berharga, dan rasa sakit yang sulit dijelaskan.
