10 Penyebab Hipotensi yang Umum Dialami

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada banyak penyebab hipotensi yang umum dialami setiap orang. Hipotensi atau yang bisa juga disebut dengan darah rendah adalah kondisi di mana tekanan darah seseorang berada di bawah rentang normal.
Tekanan darah normal berkisar antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg. Seseorang dapat dikatakan menderita hipotensi apabila tekanan darahnya menetap di bawah 80 mmHg atau penurunan tekanan darah sistol lebih dari 30 mmHg.
Hipotensi yang normal biasanya tidak akan menimbulkan gejala. Namun, apabila mengalami gejala, maka hipotensi perlu periksakan diri ke dokter. Dikutip dari buku Ramuan Herbal ala Thibun Nabawi karya Ibnu Eman al Cidadapi, berikut gejala hipotensi:
Sering merasa pusing
Kedinginan, namun berkeringat
Kulit pucat
Kurangnya konsentrasi
Penglihatan kabur
Mual
Napas cepat dan dangkal
Kelelahan bahkan sampai pingsan
Depresi
Terus merasa haus
Penyebab Hipotensi
Tekanan darah dapat berubah sepanjang waktu, tergantung kondisi dan aktivitas yang dilakukan tiap orang. Kondisi ini merupakan hal yang normal, karena tekanan darah dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pertambahan usia dan keturunan.
Tidak hanya pada orang dewasa, tekanan darah rendah juga bisa terjadi pada anak-anak. Selain itu, hipotensi juga bisa disebabkan oleh kondisi atau penyakit tertentu.
Merujuk buku Patofisiologi Untuk Teknologi Laboratorium Medis Buku Ajar oleh Muhammad Askar, beberapa kondisi medis yang dapat menjadi penyebab hipotensi, di antaranya sebagai berikut:
1. Kehamilan
Tekanan darah selama masa kehamilan akan menurun seiring berkembangnya sirkulasi darah dalam tubuh ibu hamil. Tekanan darah akan kembali normal setelah melahirkan.
2. Konsumsi
Obat-obatan tertentu Beberapa jenis obat dapat menimbulkan efek menurunnya tekanan darah, di antaranya adalah furosemide, atenolol, propranolol, levodopa, dan sildenafil.
3. Ketidakseimbangan hormon
Beberapa penyakit, seperti diabetes dan penyakit tiroid, menyebabkan penurunan kadar hormon dalam darah, dan berdampak pada menurunnya tekanan darah.
4. Dehidrasi
Ketika kekurangan cairan atau mengalami dehidrasi, volume darah juga dapat berkurang. Kondisi ini dapat memicu penurunan tekanan darah.
5. Infeksi
Ketika infeksi yang terjadi dalam suatu jaringan mulai memasuki aliran darah (sepsis), tekanan darah dapat menurun.
6. Penyakit jantung
Terganggunya fungsi jantung menyebabkan jantung tidak dapat memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh, sehingga tekanan darah akan menurun. Salah satu penyakit jantung yang bisa menyebabkan hipotensi adalah syok kardiogenik.
7. Kekurangan Nutrisi
Kekurangan vitamin B12 dan asam folat dapat menyebabkan anemia dan berakhir pada penurunan tekanan darah.
8. Perdarahan
Kehilangan darah dalam jumlah besar akibat cedera dapat menurunkan volume dan aliran darah ke berbagai jaringan tubuh, sehingga tekanan darah menurun drastis.
9. Reaksi alergi parah
Beberapa pemicu alergi (alergen) dapat menimbulkan reaksi alergi parah (anafilaksis) yang berdampak pada menurunnya tekanan darah.
10. Hipotensi Ortostatik
Selain karena beberapa faktor penyebab di atas, hipotensi dapat terjadi ketika mengubah posisi dari duduk atau berbaring ke posisi berdiri. Jenis hipotensi ini dikenal dengan hipotensi ortostatik atau hipotensi postural.
Hipotensi juga dapat terjadi saat seseorang berdiri terlalu lama hingga darah menumpuk di bagian tungkai. Kondisi ini disebut juga neural mediated hypotension (NMH). Sebagian besar penderita hipotensi jenis ini adalah anak-anak.
Komplikasi Hipotensi
Menurut Muhammad Askar dalam buku Patofisiologi Untuk Teknologi Laboratorium Medis Buku Ajar, pusing dan lemas yang disebabkan hipotensi berisiko menimbulkan cedera pada penderita akibat terjatuh.
Sementara itu, hipotensi berat hingga menimbulkan syok, dapat membuat tubuh kekurangan oksigen. Kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi yang berdampak pada terganggungnya fungsi berbagai organ, seperti otak dan jantung.
Pencegahan Hipotensi
Dirangkum dari buku Tekanan Darah & Musik Suara Alam: Mengkaji Pengaruh, Manfaat, dan Peranan Musik bagi Tekanan Darah oleh Ns. Lita, M.Kep., Ns. Abdurrahman Hamid, M.Kep., Sp.Kep.Kom., dkk, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi gejala hipotensi, yaitu:
Menghindari konsumsi minuman berkafein pada malam hari dan membatasi konsumsi alkohol.
Makan dalam porsi kecil namun sering, dan tidak langsung berdiri setelah makan.
Memposisikan kepala lebih tinggi ketika tidur (sekitar 15 cm).
Berdiri secara perlahan dari posisi duduk atau berbaring.
Menghindari terlalu lama berdiri atau duduk, dan menghindari duduk bersila.
Tidak membungkuk atau mengubah posisi tubuh secara tiba-tiba.
Menghindari mengangkat beban berat.
Baca Juga: Jus untuk Darah Rendah dan Masalah Kesehatan Lainnya
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa komplikasi yang bisa terjadi akibat hipotensi?

Apa komplikasi yang bisa terjadi akibat hipotensi?
Hipotensi berat hingga menimbulkan syok, dapat membuat tubuh kekurangan oksigen. Kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi yang berdampak pada terganggungnya fungsi berbagai organ, seperti otak dan jantung.
Mengapa kehamilan bisa menyebabkan hipotensi?

Mengapa kehamilan bisa menyebabkan hipotensi?
Sistem peredaran darah selama hamil akan meluas, hal ini bisa menyebabkan tekanan darah turun. Meski demikian, ini bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan, karena wajar terjadi pada ibu hamil. Begitu melahirkan, biasanya tekanan darah akan kembali normal.
Apa gejala umum hipotensi?

Apa gejala umum hipotensi?
Pusing adalah ciri atau gejala paling umum yang kerap dirasakan oleh penderita hipotensi. Pusing dapat mengganggu keseimbangan serta merasa keadaan sekitar berputar.
