Konten dari Pengguna

4 Efek Samping Amoxicillin yang Perlu Diketahui Sebelum Mengonsumsinya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi amoxicillin. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi amoxicillin. Foto: Unsplash.com

Amoxicillin adalah salah satu antibiotik yang sering diresepkan oleh dokter untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, mulai dari infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga, infeksi saluran kemih, hingga infeksi kulit.

Obat ini tergolong ke dalam golongan penisilin dan bekerja dengan cara membunuh bakteri penyebab infeksi. Namun, seperti halnya obat-obatan lain, amoxicillin tak lepas dari kemungkinan menimbulkan efek samping.

Mengetahui efek samping amoxicillin penting agar Anda bisa lebih waspada dan segera mencari pertolongan medis jika terjadi reaksi yang tak diinginkan. Simak informasi lengkap mengenai efek samping dari obat amoxicillin di bawah ini.

Efek Samping Amoxicillin

Ilustrasi amoxicillin. Foto: Unsplash.com

Dikutip dari WebMD, efek samping amoxicillin cukup beragam, di antaranya sebagai berikut:

1. Efek Samping Ringan

Sebagian besar orang yang mengonsumsi amoxicillin tak mengalami efek samping serius. Namun, beberapa efek samping ringan yang umum dilaporkan antara lain:

  • Mual dan muntah: Perut bisa terasa tak nyaman, terutama jika obat diminum dalam kondisi perut kosong.

  • Diare: Karena antibiotik juga bisa memengaruhi bakteri baik dalam usus, maka diare ringan dapat terjadi.

  • Sakit kepala: Beberapa pengguna melaporkan sakit kepala ringan selama penggunaan.

  • Ruam kulit: Bintik-bintik merah atau gatal bisa muncul sebagai reaksi ringan terhadap obat.

Efek samping ini biasanya bersifat sementara dan akan hilang setelah beberapa hari atau setelah pengobatan selesai. Namun, jika efek tersebut terus berlanjut atau makin parah, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

2. Reaksi Alergi Berat (Anafilaksis)

Anafilaksis adalah kondisi darurat medis yang bisa mengancam jiwa, terutama jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap antibiotik golongan penisilin. Gejalanya meliputi:

  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

  • Sesak napas atau napas berbunyi.

  • Ruam gatal parah.

  • Pingsan.

3. Infeksi Jamur

Penggunaan antibiotik seperti amoxicillin dalam jangka panjang dapat menyebabkan ketidakseimbangan flora normal di tubuh sehingga bisa memicu pertumbuhan jamur, seperti infeksi jamur pada mulut (sariawan) dan nfeksi jamur pada area genital (keputihan berlebihan, gatal).

4. Gangguan Pencernaan Berat

Jika Anda mengalami diare yang sangat parah, berbau tak sedap, atau disertai darah dan lendir, bisa jadi itu merupakan gejala Clostridium difficile, yakni infeksi usus serius yang terjadi akibat penggunaan antibiotik.

Cara Mengurangi Risiko Efek Samping Amoxicillin

Ilustrasi amoxicillin. Foto: Unsplash.com

Berdasarkan informasi dari MedlinePlus, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalkan efek samping dari mengonsumsi amoxicillin:

  • Minum amoxicillin sesuai resep dokter, jangan menambah atau mengurangi dosis sendiri.

  • Konsumsi setelah makan untuk mengurangi rasa mual atau iritasi lambung.

  • Jangan menggunakan antibiotik ini jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap penisilin.

  • Minum probiotik atau makan makanan yang kaya bakteri baik (seperti yogurt) saat mengonsumsi antibiotik untuk menjaga kesehatan pencernaan.

(NDA)