5 Jadwal Diet IF dan Contoh Penerapannya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Intermittent Fasting (IF) adalah metode diet yang berfokus pada siklus makan dan puasa dalam jangka waktu tertentu. Diet ini bukan tentang mengatur jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi lebih ke kapan seseorang makan.
Penelitian menunjukkan bahwa IF dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan metabolisme, serta memiliki manfaat kesehatan lainnya, termasuk mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.
Untuk mendapatkan hasil optimal, penting untuk mengikuti jadwal diet IF yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Di bawah ini akan dijabarkan beberapa macam jadwalnya yang bisa dipilih sesuai dengan gaya hidup dan tujuan kesehatan masing-masing.
Jadwal Diet IF
Ada berbagai jadwal diet IF yang bisa dipilih. Berdasarkan informasi yang telah dirangkum dari berbagai sumber, berikut macam-macam jadwalnya yang paling populer.
1. Metode 16:8
Metode ini adalah yang paling populer karena mudah diterapkan dan cocok bagi pemula. Cara kerjanya adalah dengan puasa selama 16 jam dan makan dalam 8 jam
Contoh jadwalnya:
Puasa = 20.00 - 12.00 (tidak makan, hanya minum air, teh, atau kopi tanpa gula)
Makan = 12.00 - 20.00 (boleh makan seperti biasa dalam batasan sehat)
2. Metode 5:2
Metode ini cocok bagi yang ingin mengurangi kalori tanpa harus puasa setiap hari. Cara kerjanya berupa makan normal selama 5 hari, dan membatasi asupan kalori sebanyak 500—600 kalori pada 2 hari lainnya.
Contoh jadwal:
Senin — Jumat = Makan seperti biasa
Sabtu & Rabu = Hanya mengonsumsi 500 hingga 600 kalori
Baca Juga: 15 Rekomendasi Susu Protein untuk Diet demi Berat Badan yang Ideal
3. Metode Eat-Stop-Eat
Metode ini lebih cocok bagi yang terbiasa dengan IF dan memiliki kontrol diri yang baik. Cara kerjanya, puasa penuh selama 24 jam sebanyak 1—2 kali seminggu
Contoh jadwal:
Puasa dari makan malam ke makan malam (misalnya, tidak makan dari pukul 19.00 hingga 19.00 keesokan harinya)
4. Metode Alternate-Day Fasting
Ini merupakan metode berpuasa setiap hari selang-seling (satu hari makan normal, satu hari hanya konsumsi 500—600 kalori). Metode ini bisa dibilang cukup ekstrem dan lebih cocok untuk mereka yang terbiasa berpuasa.
Contoh jadwal:
Senin = Puasa (500 kalori)
Selasa = Makan normal
Rabu = Puasa (500 kalori)
Kamis = Makan normal
5. Metode Warrior Diet (20:4)
Metode ini lebih mirip dengan gaya makan manusia purba, yaitu makan dalam porsi besar sekali sehari. Dengan metode warrior diet, Anda bisa berpuasa selama 20 jam dan makan dalam waktu 4 jam.
Contoh jadwal:
Puasa = 20 jam (hanya minum air, teh, atau kopi tanpa gula)
Makan = 18.00—22.00 (boleh makan dalam jumlah normal)
(NDA)
