5 Penyakit yang Tidak Boleh Makan Telur dan Dampaknya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Telur menjadi salah satu makanan andalan bagi banyak keluarga. Selain mudah didapat, sumber protein hewani ini juga bisa diolah menjadi berbagai menu dan kandungan gizinya cukup lengkap.
Namun, di balik kelenzatannya, ternyata tak semua orang cocok mengonsumsi telur. Pantangan ini utamanya berlaku bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.
Beberapa jenis penyakit justru bisa bertambah parah bila penderita mengonsumsi telur secara berlebihan. Begitu pula orang dengan gangguan kesehatan tertentu, kandungan kolesterol, protein, atau alergen dalam telur bisa menimbulkan reaksi yang cukup serius.
Penyakit yang Tidak Boleh Makan Telur
Orang dengan kondisi tertentu perlu mengetahui penyakit-penyakit yang tak dianjurkan untuk mengonsumsi telur. Memahami pantangan ini adalah bagian dari cara hidup sehat dan langkah agar terhindar risiko yang tak diinginkan.
Berikut beberapa penyakit yang tidak boleh mengonsumsi telur.
1. Alergi Telur
Alergi telur terjadi ketika sistem kekebalan tubuh merespons secara berlebihan terhadap protein dalam putih maupun kuning telur. Kondisi ini umum terjadi pada anak-anak, tetapi orang dewasa juga bisa mengalaminya.
Mengutip buku Alergi: Panduan Dasar untuk Memahami Penyakit Alergi oleh Christofora K., gejala alergi yang muncul bisa beragam, mulai dari ruam kulit, gatal-gatal, pembengkakan bibir atau tenggorokan, mual, muntah, hingga reaksi anafilaksis yang mengancam nyawa.
Karena itu, penderita alergi telur sangat disarankan untuk menghindari segala bentuk produk yang mengandung telur, termasuk makanan olahan seperti kue, roti, atau produk telur lainnya.
2. Hiperkolesterolemia (Kolesterol Tinggi)
Telur dikenal sebagai makanan yang tinggi kadar kolesterol. Bagi penderita hiperkolesterolemia, konsumsi telur secara berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
Meski konsumsi telur dalam batas wajar aman bagi sebagian orang, penderita kolesterol tinggi sebaiknya perlu berhati-hati dengan membatasi jumlah yang dikonsumsi setiap harinya.
3. Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung sangat erat kaitannya dengan pola makan tinggi lemak jenuh dan kolesterol. Karena telur mengandung kedua komponen tersebut, penderita penyakit jantung koroner sangat dianjurkan untuk membatasi konsumsinya.
Penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah bisa memperparah kondisi jantung, meningkatkan risiko serangan jantung dan strok.
Baca Juga: 6 Makanan Penyebab Kista Ovarium yang Perlu Dihindari
4. Diabetes
Penderita diabetes tipe 2 harus memperhatikan asupan makanan secara ketat, termasuk dalam hal mengonsumsi telur. Kandungan kolesterol atau lemak pada bagian kuning telur dapat peningkatan risiko penyakit jantung pada penderita diabetes.
Terlalu banyak protein juga dapat membebani kerja ginjal. Dalam buku Penderita Diabetes Boleh Makan Apa Saja oleh Hans Tandra, kerusakan ginjal pada pasien diabetes disebut nefropati diabetik (diabetic nephropathy) yang berawal dari keluarnya protein dalam urine.
Kerusakan ini bila tak cepat ditangani akan berlanjut menjadi kerusakan yang lebih luas. Kreatinin atau bahan racun akan tertimbun di dalam tubuh dan ginjal tak mampu lagi membuangnya.
5. Kanker Tertentu
Bagi penderita kanker, terutama kanker payudara, ovarium, dan usus besar konsumsi telur juga perlu diperhatikan. Mengonsumsi telur secara berlebihan disebut dapat memperburuk perkembangan kanker prostat.
Selain itu, telur setengah matang atau mentah juga berisiko mengandung bakteri seperti Salmonella yang dapat membahayakan sistem imun yang lemah, yakni kondisi umum pada pasien kanker.
(SA)
