Konten dari Pengguna

5 Penyebab Keputihan Cokelat Setelah Haid yang Perlu Dipahami Wanita

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi periode siklus haid. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi periode siklus haid. Foto: Unsplash

Setiap wanita tentunya pernah mengalami keputihan. Secara medis, keputihan merupakan cairan yang keluar dari lubang vagina. Kondisi ini dapat menjadi tanda penyakit tertentu jika berlebihan dan disertai gejala lain, tapi dapat pula terjadi secara normal, misalnya sebelum atau setelah haid.

Mengutip Tiga Fase Penting Para Wanita oleh Ratna Dewi Pudiastuti (2014: 72), keputihan sering diderita wanita dalam masa aktif reproduktif (usia 20-45 tahun) dan jarang dialami pada masa pubertas.

Pada keadaan normal, vagina mengeluarkan cairan atau lendir yang jumlahnya sedikit. Cairan ini dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang ada dalam leher rahim dan berguna untuk menjaga dinding vagina agar selalu dalam keadaan basah.

Terkadang, cairan vagina dapat keluar dengan jumlah yang lebih banyak sehingga menyebabkan keputihan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya perubahan hormonal.

Pada umumnya, keputihan terbagi menjadi dua macam, yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan abnormal (patologis). Keputihan normal biasanya berupa cairan bening, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak gatal.

Sementara, keputihan abnormal berupa cairan berwarna putih kekuningan sampai kehijauan, kental, berbau, gatal, dan jumlahnya lebih banyak. Lantas, apakah keputihan warna cokelat yang terjadi setelah haid termasuk abnormal?

Penyebab Keputihan Cokelat Setelah Haid

Ilustrasi wanita mengalami keputihan cokelat setelah haid. Foto: Unsplash

Pada dasarnya, keputihan cokelat setelah haid adalah hal yang normal selama tidak disertai dengan gejala-gejala lain. Mengutip Healthline, berikut beberapa penyebab keputihan berwarna cokelat setelah haid.

1. Darah Sisa Haid

Keputihan cokelat setelah haid umumnya merupakan darah sisa haid. Darah berubah warna menjadi cokelat setelah lama tertinggal di dalam rahim. Keputihan berwarna cokelat ini adalah darah yang sudah tua atau kering yang baru dikeluarkan dari rahim.

Penampilan darah sisa haid biasanya berwarna lebih gelap dibandingkan darah haid biasanya. Warna darah yang berubah menjadi cokelat ini merupakan hasil oksidasi akibat mengendap lama di rahim. Teksturnya juga kadang lebih kental, bergumpal, atau kering.

Sebagian besar wanita mengalami keputihan berwarna cokelat selama 1-2 hari setelah periode haid selesai. Sementara sebagian lainnya mengalami keputihan cokelat yang datang dan pergi selama satu atau dua minggu.

Kondisi tersebut berbeda-beda bagi setiap orang karena tergantung pada seberapa baik kemampuan rahim meluruhkan lapisannya keluar dari tubuh.

2. Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS)

Sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome (PCOS) adalah gangguan hormon yang terjadi pada wanita di usia subur. Kadar hormon wanita yang lebih tinggi menyebabkan haid tidak teratur atau bahkan tidak mengalami haid sama sekali.

Pada wanita dengan sindrom ini, terkadang keluarnya cairan berwarna cokelat terjadi sebagai pengganti haid. Selain itu, dapat pula darah sisa dari siklus haid sebelumnya.

3. Efek Samping KB Implan

KB implan adalah jenis KB hormonal yang ditanamkan ke lengan atas, tepat di bawah kulit. Jenis kontrasepsi ini dapat melepaskan hormon progestin ke dalam tubuh untuk mencegah terjadi kehamilan.

Salah satu efek samping umum dari penggunaan kontrasepsi implan adalah pendarahan haid yang tidak teratur dan keluarnya flek cokelat saat tubuh menyesuaikan diri dengan perubahan hormon. Kondisi ini sangat normal dan umumnya tidak berbahaya.

Ilustrasi wanita yang menggunakan KB implan akan mengalami haid tidak teratur dan keputihan berwarna cokelat. Foto: Unsplash

4. Perimenopause

Perimenopause adalah kondisi tubuh yang mengalami peralihan menuju menopause dan dialami wanita menjelang usia paruh baya.

Perimenopause biasanya dimulai sekitar 10 tahun sebelum menopause, yaitu sekitar usia 40-an tahun. Menopause itu sendiri umumnya dimulai pada usia 50 tahun.

Terkadang, wanita yang mengalami perimenopause akan mengalami haid tanpa ovulasi. Kondisi ini menyebabkan munculnya flek cokelat setelah haid.

5. Infeksi Seksual Menular (IMS)

Beberapa penyakit infeksi menular seksual (IMS) dapat menyebabkan keputihan atau bercak cokelat setelah haid, termasuk penyakit klamidia, gonorea, dan vaginosis bakterialis.

Biasanya, keputihan cokelat yang keluar ini disertai dengan gejala-gejala lain, seperti vagina gatal, nyeri saat buang air kecil, nyeri saat berhubungan seksual, dan nyeri panggul.

Frequently Asked Question Section

Apakah keputihan merupakan tanda penyakit tertentu?
chevron-down

Ada kemungkinan keputihan merupakan indikasi suatu penyakit jika keluarnya berlebihan dan disertai gejala lain.

Ada berapa jenis keputihan?
chevron-down

Keputihan terbagi menjadi dua macam, yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan abnormal (patologis).

(SFR)