Konten dari Pengguna

6 Ciri-Ciri Patah Tulang yang Perlu Diketahui

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengalami patah tulang. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengalami patah tulang. Foto: Pexels

Patah tulang artinya salah satu tulang mengalami keretakan atau patah. Kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri pada bagian yang patah, tapi ada juga yang tidak mengalami nyeri. Karena itu, penting mengetahui gejala atau ciri-ciri patah tulang agar dapat segera diatasi.

Ciri-ciri patah tulang atau fraktur dapat berbeda pada setiap orang, tergantung jenis, lokasi, dan tingkat keparahan yang dialami. Beratnya patah tulang dapat dipengaruhi oleh arah, kecepatan, kekuatan, dari tenaga yang melawan, usia penderita, serta kelenturan dan jenis tulang.

Lantas, apa saja ciri-ciri patah tulang? Simak informasi lengkapnya dalam uraian artikel di bawah ini agar patah tulang tidak menjadi semakin parah dan dapat segera diatasi.

Ciri-Ciri Patah Tulang

Patah tulang merupakan kondisi yang sering terjadi serta dapat dialami oleh siapa pun dan pada usia berapa pun. Sebagian besar kasus patah tulang diakibatkan oleh cedera, seperti kecelakaan, olahraga, atau karena terjatuh.

Selain itu, patah tulang juga bisa terjadi karena tulang yang rapuh akibat osteoporosis. Menurut data International Osteoporosis Foundation, fraktur akibat kerapuhan tulang kerap terjadi pada 1 dari 2 wanita dan 1 dari 5 pria di dunia yang berusia di atas 50 tahun.

Diperkirakan, jutaan orang di dunia mengalami patah tulang akibat kerapuhan tulang setiap tahunnya. Hal lain yang dapat menyebabkan tulang menjadi lemah adalah karena adanya penyakit tertentu.

Oleh karena itu, gejala dan ciri-ciri yang dirasakan setiap penderita patah tulang dapat berbeda. Sebagian mungkin ada yang hanya merasakan satu gejala, tetapi ada juga yang mengalami berbagai gejala.

Bahkan, pada kasus patah tulang kaki ringan, penderitanya bisa tidak menyadari jika ada tulang yang patah dan mengira bahwa itu hanya keseleo.

Ilustrasi patah tulang. Foto: Unsplash

Agar lebih jelas, berikut ciri-ciri patah tulang yang umum terjadi, seperti dikutip dari buku Tanda Bahaya dari Tubuh oleh Dwi Sunar Prasetyono:

1. Terasa nyeri atau sakit pada bagian tertentu

Nyeri atau sakit merupakan ciri-ciri patah tulang yang paling umum dirasakan. Rasa nyeri ini umumnya terasa di area sekitar tulang yang mengalami retak atau patah, baik itu pergelangan tangan, lengan, pinggul, kaki, dan sebagainya.

Pada kondisi yang parah, rasa nyeri bisa terasa hebat, parah, dan secara tiba-tiba setelah mengalami cedera. Bahkan, fraktur juga dapat membuat penderitanya tidak mampu untuk menggerakkan area tubuh yang terasa nyeri tersebut.

Sementara pada kasus yang ringan, ada penderita yang hanya merasakan nyeri bila menekan, menyentuh, atau menggerakkan area tubuh yang mengalami cedera.

2. Bengkak, kemerahan, dan terasa hangat

Ciri-ciri patah tulang lainnya yang umum terjadi adalah bengkak di sekitar area tulang yang patah. Pembengkakan terjadi karena reaksi tubuh ketika mengalami cedera akibat kecelakaan, jatuh, dan sebagainya.

Umumnya, pembengkakan ini disertai dengan kemerahan serta rasa hangat dan lunak di kulit sekitar tulang yang mengalami fraktur. Kemerahan dan rasa hangat ini akibat dari peningkatan aliran darah ke area yang cedera, sedangkan pembengkakan adalah hasil dari meningkatnya pergerakan cairan dan sel darah putih ke area cedera.

3. Deformitas atau perubahan bentuk tulang

Selain dua tanda di atas, deformitas atau perubahan bentuk tulang juga bisa menjadi ciri-ciri yang dirasakan penderita fraktur. Meski demikian, tidak semua penderita patah tulang akan mengalami gejala ini.

Perubahan bentuk tulang ini misalnya seperti bengkok atau menekuk pada jenis fraktur greenstick atau adanya area yang menonjol di kulit pada tipe patah tulang torus atau buckle. Pada kasus yang parah, tulang yang patah bahkan bisa menembus kulit.

4. Sulit menggerakkan area tubuh yang mengalami patah tulang

Fungsi tulang dalam sistem gerak manusia salah satunya adalah memberi kemampuan tubuh untuk bergerak. Ketika jaringan tubuh tersebut rusak, kemampuan untuk menggerakkan tubuh pun menjadi menurun.

Oleh karena itu, ketika tulang patah atau rusak, seseorang mungkin akan merasakan gejala berupa sulit menggerakkan area tubuh yang mengalami patah tulang tersebut.

5. Ada bunyi retakan atau patahan

Tulang termasuk jaringan tubuh yang bersifat kaku. Sama seperti benda yang keras dan kaku, tulang yang mengalami patah mungkin akan terdengar suara khas seperti bunyi ‘krek’. Bunyi ini umumnya terdengar saat cedera itu terjadi.

6. Mati rasa di area yang patah tulang

Mati rasa atau kesemutan juga bisa saja terjadi setelah mengalami cedera. Oleh karena itu, ciri-ciri patah tulang akibat cedera bisa saja berupa mati rasa atau kesemutan pada penderitanya.

Gejala mati rasa ini bisa terjadi pada jenis fraktur apa pun, tetapi umumnya paling sering dialami pada pasien yang mengalami patah tulang tangan dan lengan, patah tulang kaki dan tungkai.

Baca Juga: Memahami Fungsi Tulang Hasta pada Tubuh Manusia

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan patah tulang?
chevron-down

Patah tulang adalah retaknya tulang yang biasanya disertai dengan cedera di jaringan sekitarnya. Sebagian besar kasus patah tulang merupakan akibat dari cedera, seperti kecelakaan mobil, olahraga, atau karena jatuh.

Apa penyebab terjadinya patah tulang?
chevron-down

Dengan tenaga yang sangat ringan, tulang yang rapuh karena osteoporosis atau tumor bisa mengalami patah tulang. Menurut Hans Tandra dalam buku Segala Sesuatu yang Harus Anda Ketahui Tentang Osteoporosis, risiko patah tulang bertambah dengan meningkatnya usia.

Apa itu patah tulang tertutup?
chevron-down

Patah tulang tertutup adalah kondisi di mana tulang yang patah tidak sampai menembus kulit. Meski tidak menembus kulit, patah tulang tertutup sangat sulit untuk diidentifikasi.