Konten dari Pengguna

6 Efek Samping Ondansetron yang Perlu Dipahami Sebelum Mengonsumsinya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi obat ondansetron. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat ondansetron. Foto: Unsplash.com

Ondansetron merupakan obat yang sering diresepkan oleh tenaga medis untuk mencegah dan mengobati mual serta muntah, terutama akibat kemoterapi, radioterapi, atau operasi.

Dikutip dari National Institutes of Health (NIH), ondansetron bekerja dengan cara memblokir aksi zat kimia serotonin di otak yang memicu mual dan muntah.

Meski tergolong efektif dan sering digunakan, ondansetron juga memiliki sejumlah efek samping yang perlu diketahui. Penggunaan yang tak sesuai anjuran bisa memicu efek samping. Berikut efek samping ondansetron yang bisa disimak.

Efek Samping Ondansetron

Ilustrasi obat ondansetron. Foto: Unsplash.com

Efek samping ondansetron bisa bervariasi, dari yang ringan seperti sakit kepala dan sembelit hingga yang serius seperti gangguan jantung atau reaksi alergi berat. Berikut rinciannya sebagaimana diterangkan dalam MedlinePlus.

1. Sakit Kepala

Ini adalah efek samping yang paling umum. Sakit kepala biasanya terjadi setelah beberapa jam pasien mengonsumsi ondansetron, tetapi bersifat sementara.

2. Konstipasi (sembelit)

Ondansetron dapat memperlambat gerakan usus sehingga menyebabkan sembelit. Pasien disarankan mengonsumsi cukup serat dan air selama mengonsumsi obat ini.

3. Pusing atau Mengantuk

Kondisi ini bisa muncul terutama pada awal penggunaan. Hindari aktivitas seperti mengemudi sampai Anda tahu bagaimana reaksi tubuh terhadap obat ini.

4. Reaksi Alergi (Anafilaksis)

Gejalanya bisa berupa ruam, gatal, pembengkakan (terutama di wajah, lidah, atau tenggorokan), sesak napas, dan pusing berat. Jika terjadi, hentikan pemakaian dan segera cari pertolongan medis.

5. Gangguan Irama Jantung (QT Prolongation)

Ondansetron dapat memengaruhi irama jantung dengan memperpanjang interval QT pada EKG. Kondisi ini bisa menyebabkan detak jantung tak normal dan berbahaya jika tak ditangani. Gejala awalnya berupa pingsan, palpitasi (jantung berdebar), atau pusing hebat.

6. Sindrom Serotonin

Terutama jika digunakan bersamaan dengan obat lain yang memengaruhi kadar serotonin di otak, seperti antidepresan SSRI/SNRI. Gejalanya berupa gelisah, halusinasi, demam tinggi, detak jantung cepat, mual parah, hingga kejang.

Baca Juga: Omeprazole Obat Apa? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya

Tips Aman Mengonsumsi Ondansetron

Ilustrasi obat ondansetron. Foto: Unsplash.com

Agar terhindar dari efek samping ondansetron, berikut beberapa tips aman yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsinya:

  • Selalu ikuti petunjuk dokter atau apoteker mengenai dosis dan waktu konsumsi. Dengan pertimbangan medis yang tepat agar manfaatnya bisa diperoleh tanpa risiko berlebihan.

  • Jangan mencampur ondansetron dengan obat lain tanpa izin dokter.

  • Hindari mengonsumsi alkohol atau obat tidur bersamaan.

  • Beritahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi atau sedang hamil.

  • Simpan obat pada suhu ruangan dan jauh dari cahaya langsung.

(NDA)