Konten dari Pengguna

6 Penyakit Keturunan dari Ibu yang Perlu Diwaspadai

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ibu dan anak. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu dan anak. Foto: Unsplash.com

Faktor genetik berperan besar dalam menentukan kesehatan seseorang. Dalam banyak kasus, sejumlah penyakit tertentu dapat diturunkan dari orang tua ke anak.

Beberapa jenis penyakit juga disebut lebih sering diwariskan oleh ibu dibanding ayah. Apa saja penyakit keturunan dari ibu?

Simak Artikel Kesehatan di bawah ini untuk mengetahui mekanisme penurunan penyakit dari ibu lengkap dengan jenis-jenis penyakitnya.

Mekanisme Penurunan Penyakit dari Ibu

Ilustrasi ibu dan anak. Foto: Unsplash.com

Merangkum informasi dari National Library of Medicine (NIH), penurunan penyakit dari ibu ke anak bisa terjadi melalui dua mekanisme, yakni:

  • Gen mitokondria: Mitokondria adalah bagian sel yang menghasilkan energi dan hanya diwariskan dari ibu. Jika terdapat kelainan pada DNA mitokondria, anak (baik laki-laki maupun perempuan) berisiko mewarisinya.

  • Gen resesif pada kromosom X: Ibu memiliki dua kromosom X sehingga ia bisa menjadi pembawa (carrier) dari penyakit genetik tertentu. Jika anak laki-laki mewarisi gen X yang rusak dari ibu, ia akan lebih mudah terkena penyakit tersebut karena hanya memiliki satu kromosom X.

Baca Juga: 6 Penyakit Keturunan dari Ayah yang Berpotensi Ada pada Anak

Jenis Penyakit Keturunan dari Ibu

Ilustrasi ibu dan anak. Foto: Unsplash.com

Merujuk informasi dari berbagai sumber, berikut beberapa penyakit yang diketahui bisa diturunkan dari ibu ke anak:

1. Diabetes Tipe 2

American Diabetes Association menyebutkan bahwa penelitian menunjukkan bahwa risiko terkena diabetes tipe 2 bisa meningkat jika ibu menderita penyakit ini.

Genetik berperan dalam pengaturan kadar gula darah, sensitivitas insulin, dan metabolisme tubuh. Meskipun ada faktor keturunan, gaya hidup sehat dapat mencegah atau menunda munculnya diabetes.

2. Penyakit Mitokondria

Penyakit ini biasanya muncul sejak usia muda dan bisa sulit diobati. Mitokondria pun hanya diturunkan dari ibu sehingga segala kelainan yang terjadi pada DNA mitokondria dapat menyebabkan penyakit keturunan seperti:

  • Leber’s Hereditary Optic Neuropathy (LHON): Gangguan penglihatan yang bisa menyebabkan kebutaan.

  • Mitochondrial Myopathy: menyebabkan kelemahan otot, kelelahan ekstrem, dan masalah sistem saraf.

3. Hemofilia (Sebagai Carrier)

Dijelaskan dalam buku Penyakit Menurun dan Pencegahannya karya Ryzaldy Mahendra Putra, walaupun hemofilia lebih sering diderita oleh laki-laki, ibu berperan sebagai pembawa gen rusak penyebab penyakit ini.

Ibu yang menjadi carrier bisa menurunkan hemofilia ke anak laki-laki. Anak perempuan juga bisa menjadi carrier dan mewariskannya ke generasi berikutnya.

4. Migrain

Penelitian mengungkapkan bahwa migrain, terutama migrain dengan aura, lebih sering diwariskan dari ibu. Jika ibu menderita migrain, kemungkinan anaknya mengalami hal serupa lebih tinggi, terutama jika ada faktor hormonal yang mendukung.

5. Penyakit Autoimun

Beberapa penyakit autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, dan multiple sclerosis diketahui memiliki keterkaitan genetik dan lebih sering diwariskan dari ibu. Walaupun penyebab pastinya masih dalam penelitian, faktor genetik dari pihak ibu diyakini berperan penting.

6. Gangguan Psikologis

Masalah seperti depresi, gangguan bipolar, dan skizofrenia juga bisa diturunkan dari ibu ke anak. Faktor genetik dan pola pengasuhan turut berkontribusi dalam perkembangan kondisi ini. Ibu yang mengalami gangguan psikologis berisiko lebih tinggi menurunkan kerentanan mental pada anaknya.

(NDA)