Konten dari Pengguna

8 Penyakit yang Ditangani Dokter Penyakit Dalam, Apa Saja?

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dokter penyakit dalam. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dokter penyakit dalam. Foto: Unsplash

Saat mengalami gangguan kesehatan yang tidak kunjung sembuh, dokter umum biasanya akan merujuk pasien ke dokter penyakit dalam. Lalu, apa saja penyakit yang ditangani dokter penyakit dalam?

Artikel ini akan membahas secara lengkap jenis-jenis penyakit yang ditangani oleh dokter penyakit dalam agar pasien tidak salah langkah saat mencari penanganan medis yang tepat.

Jenis-jenis Penyakit yang Ditangani Dokter Penyakit Dalam

Ilustrasi dokter penyakit dalam. Foto: Unsplash

Dokter penyakit dalam atau dikenal dengan dokter spesialis penyakit dalam (SpPD) adalah dokter yang memiliki keahlian dalam mendiagnosis, mengobati, dan mencegah berbagai penyakit pada organ tubuh orang dewasa.

Tak seperti dokter bedah, dokter penyakit dalam menangani pasien dengan pendekatan non-bedah. Mereka menangani pasien dengan kondisi medis kompleks yang melibatkan lebih dari satu organ atau sistem tubuh.

Penyakit yang ditangani dokter penyakit dalam sangat beragam. Berikut beberapa kategori penyakit yang umum ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam:

1. Penyakit Saluran Pencernaan

  • Mag atau dispepsia

  • GERD (refluks asam lambung)

  • Radang usus (seperti kolitis ulseratif dan Crohn’s disease)

  • Hepatitis

  • Sembelit kronis

2. Penyakit Metabolik dan Endokrin

  • Diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2

  • Hipotiroid atau hipertiroid

  • Kolesterol tinggi

  • Sindrom metabolik

  • Obesitas

3. Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)

  • Gagal jantung

  • Aritmia

  • Penyakit jantung koroner

  • Stroke iskemik

4. Penyakit Paru-paru dan Pernapasan

  • Asma

  • PPOK (penyakit paru obstruktif kronis)

  • Bronkitis kronis

  • Pneumonia

  • TBC (tuberkulosis)

5. Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih

  • Gagal ginjal akut maupun kronis

  • Infeksi saluran kemih (ISK)

  • Batu ginjal

  • Nefritis

6. Penyakit Reumatologi dan Autoimun

  • Lupus

  • Rheumatoid arthritis

  • Gout atau asam urat tinggi

  • Psoriasis dengan manifestasi sistemik

7. Penyakit Infeksi

  • Demam berdarah dengue (DBD)

  • Tipes

  • Hepatitis A, B, dan C

  • COVID-19 (dalam kondisi stabil)

  • Infeksi virus atau bakteri sistemik lainnya

8. Penyakit Darah

  • Anemia

  • Leukemia (bisa diteruskan ke hematologi-onkologi)

  • Trombositopenia

  • Gangguan pembekuan darah

Baca Juga: 6 Pertolongan Pertama pada Korban Tenggelam untuk Cegah Risiko Kematian

Tanda Harus Mengunjungi Dokter Penyakit Dalam

Ilustrasi dokter penyakit dalam. Foto: Unsplash

Berikut tanda-tanda kamu sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam:

  • Mengalami gejala kronis yang tidak membaik, seperti batuk, diare, atau nyeri perut berkepanjangan.

  • Didiagnosis menderita penyakit sistemik, seperti diabetes atau hipertensi.

  • Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan gangguan pada organ dalam.

  • Mempunyai beberapa penyakit sekaligus (komorbid) yang saling memengaruhi.

  • Butuh evaluasi lanjutan dari dokter umum.

  • Berat badan menurun drastis tanpa sebab yang jelas.

(NDA)