Konten dari Pengguna

Ansietas: Pengertian, Klasifikasi, dan Karakteristiknya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seseorang yang mengalami ansietas membutuhkan dukungan dari orang terdekat. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seseorang yang mengalami ansietas membutuhkan dukungan dari orang terdekat. Foto: Unsplash

Dalam dunia psikologi, ansietas adalah kehawatiran yang tidak jelas dan menyebar disertai perasaan tidak pasti, tidak berdaya, maupun terisolasi. Keadaan emosi ini tidak memiliki objek atau situasi penyebab yang spesifik.

Dalam Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa 1 oleh Mundakir (2021: 239), pengertian ansietas adalah bagian respons terhadap stres dengan timbulnya rasa tidak nyaman pada diri seseorang, dan merupakan pengalaman yang samar-samar disertai dengan perasaan tidak berdaya serta tidak menentu yang disebabkan oleh suatu hal yang belum jelas.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ansietas merupakan dampak psikologis yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Ansietas kerap dianggap sama dengan rasa takut, padahal sebenarnya berbeda.

Rasa takut muncul dengan penyebab yang jelas terhadap objek tertentu, sedangkan ansietas disebabkan oleh hal yang tidak jelas dan tidak didukung oleh situasi. Ketika ansietas terjadi, individu merasa tidak nyaman tanpa mengetahui penyebab terancamnya emosi.

Kendati demikian, terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi pencetus seseorang mengalami ansietas. Pada umumnya, pencetus ansietas dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori, yaitu:

  1. Ancaman terhadap integritas diri, meliputi ketidakmampuan fisiologis atau gangguan dalam melakukan aktivitas sehari-hari guna pemenuhan terhadap kebutuhan dasarnya.

  2. Ancaman terhadap sistem diri, meliputi adanya sesuatu yang dapat mengancam terhadap identitas diri, harga diri, kehilangan status atau peran diri, dan hubungan interpersonal.

Respons setiap individu terhadap ansietas sangat beragam. Untuk memahami lebih jelas, simak penjelasan mengenai klasifikasi tingkat ansietas dan karakteristiknya di bawah ini.

Klasifikasi Tingkat Ansietas dan Karakteristiknya

Ilustrasi salah satu karakteristik pengidap ansietas adalah sesak napas dan sakit dada. Foto: Unsplash

Perlu diketahui, kemampuan individu untuk merespons terhadap suatu ancaman berbeda satu sama lain. Perbedaan kemampuan ini berkaitan dengan perbedaan tingkat ansietas yang dialaminya.

Mengutip Teknik Prosedural Keperawatan: Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien oleh Asmadi (2008: 167), tingkat ansietas dapat diklasifikasikan menjadi empat macam, yaitu ansietas ringan, sedang, berat, dan panik. Tiap tingkatan ansietas tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda. Berikut penjelasannya.

1. Ansietas Ringan

Ansietas ringan berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa karakteristik seseorang mengalami ansietas ringan, antara lain:

  • Berhubungan dengan ketegangan dalam peristiwa sehari-hari.

  • Kewaspadaan meningkat.

  • Persepsi terhadap lingkungan meningkat.

  • Respons fisiologis, meliputi sesekali napas pendek, tekanan darah meningkat sedikit, gejala ringan pada lambung, muka berkerut, dan bibir bergetar.

  • Respons kognitif, meliputi mampu menerima rangsangan yang kompleks, konsentrasi pada masalah, dan menyelesaikan masalah secara efektif.

  • Respons perilaku dan emosi, meliputi tidak dapat duduk tenang, tremor halus pada tangan, dan suara kadang-kadang meninggi.

2. Ansietas Sedang

Ansietas sedang terjadi apabila seseorang merasa cemas secara menyeluruh, menarik diri, dan mengalami gangguan emosi. Beberapa karakteristik seseorang mengalami ansietas sedang, antara lain:

  • Respons fisiologis, meliputi sering napas pendek, tekanan darah meningkat, mulut kering, anoreksia, konstipasi, sakit kepala, sering berkemih, dan letih.

  • Respons kognitif, meliputi memusatkan perhatian pada hal yang penting dan mengesampingkan yang lain, persepsi menyempit, dan rangsangan dari luar tidak mampu diterima.

  • Respons perilaku dan emosi, meliputi gerakan tersentak-sentak, terlihat lebih tegang, bicara banyak dan lebih cepat, susah tidur, dan perasaan tidak aman.

3. Ansietas Berat

Ansietas berat terjadi apabila seseorang mengalami gangguan mental atau stres dalam jangka waktu panjang, seperti depresi, fobia, hingga gangguan disasosiasi. Beberapa karakteristik seseorang mengalami ansietas berat, antara lain:

  • Individu cenderung memikirkan hal yang kecil saja dan mengabaikan hal yang lain.

  • Respons fisiologis, meliputi napas pendek, tekanan darah naik, berkeringat, sakit kepala, penglihatan berkabut, dan tampak tegang.

  • Respons kognitif, meliputi tidak mampu berpikir berat lagi dan membutuhkan banyak pengarahan, serta persepsi menyempit.

  • Respons perilaku dan emosi, meliputi perasaan terancam meningkat dan komunikasi menjadi terganggu.

4. Panik

Panik berhubungan dengan ketakutan dan teror. Ketika panik terjadi, seseorang mengalami kehilangan kendali dan tidak mampu melakukan sesuatu meskipun dengan arahan. Beberapa karakteristik seseorang terserang panik, antara lain:

  • Respons fisiologis, meliputi napas pendek, rasa tercekik, sakit dada, pucat, hipotensi, dan rendahnya koordinasi motorik.

  • Respons kognitif, meliputi gangguan realitas, tidak dapat berpikir logis, persepsi terhadap lingkungan mengalami distorsi, dan ketidakmampuan memahami situasi.

  • Respons perilaku dan emosi, meliputi agitasi, mengamuk dan marah, ketakutan, berteriak-teriak, kehilangan kontrol, perasaan terancam, dan dapat berbuat sesuatu yang membahayakan diri sendiri dan atau orang lain.

Frequently Asked Question Section

Bagaimana ansietas dapat muncul?
chevron-down

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ansietas merupakan dampak psikologis yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Ada berapa macam ansietas?
chevron-down

Tingkat ansietas dapat diklasifikasikan menjadi empat macam, yaitu ansietas ringan, sedang, berat, dan panik.

(SFR)