Apa Itu Cerebral Palsy? Ini Pengertian, Penyebab, dan Gejalanya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
Konten dari Pengguna
27 Juni 2022 13:30
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi cerebral palsy yang disebabkan oleh kerusakan di bagian otak. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cerebral palsy yang disebabkan oleh kerusakan di bagian otak. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Apa itu cerebral palsy? Cerebral palsy adalah istilah medis yang secara luas digunakan untuk menggambarkan gangguan kronis sekelompok gerakan atau kelainan postur tubuh.
ADVERTISEMENT
Mengutip Ensiklopedi Macam-Macam Penyakit: Lemah Jantung hingga Osteoporosis oleh Atma Endris, dkk. (2021: 3), cerebral palsy merupakan gangguan gerakan, otot, atau postur tubuh yang disebabkan oleh kerusakan di berbagai bagian otak.
Kata "cerebral" mengacu pada otak, sedangkan "palsy" mengacu pada gangguan fisik, seperti kurangnya kontrol otot. Meskipun semua bentuk cerebral palsy adalah bagian dari kerusakan otak, ada berbagai alasan penyebab kerusakan tersebut. Apa saja?

Penyebab Cerebral Palsy

Ilustrasi anak yang mengidap cerebral palsy memiliki masalah pada gerakan otot tubuhnya. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak yang mengidap cerebral palsy memiliki masalah pada gerakan otot tubuhnya. Foto: Pixabay
Cerebral palsy disebabkan oleh kerusakan di berbagai bagian otak yang menyebabkan masalah pada gerakan otot. Kondisi ini biasanya terjadi pada janin sebelum kelahiran, tapi bisa juga terjadi setelah kelahiran atau pada awal masa kanak-kanak.
Dalam kebanyakan kasus, penyebab cerebral palsy tidak diketahui secara pasti. Mengutip Mayo Clinic, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kondisi ini, di antaranya:
ADVERTISEMENT
  • Mutasi gen yang mengakibatkan kelainan genetik atau perbedaan perkembangan otak.
  • Infeksi pada ibu hamil yang mempengaruhi perkembangan janin.
  • Stroke janin yang terjadi akibat gangguan suplai darah ke otak janin yang sedang berkembang.
  • Pendarahan otak di dalam rahim atau saat bayi baru lahir.
  • Infeksi pada bayi yang menyebabkan peradangan otak.
  • Cedera kepala traumatis pada bayi, seperti akibat dari kecelakaan, jatuh, atau kekerasan fisik.
  • Kurangnya suplai oksigen ke otak bayi (asfiksia) selama proses persalinan.

Gejala Cerebral Palsy

Ilustrasi anak dengan cerebral palsy memerlukan dukungan penuh orang tua. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak dengan cerebral palsy memerlukan dukungan penuh orang tua. Foto: Pixabay
Gejala cerebral palsy sangat bervariasi bagi setiap orang. Kondisi ini dapat memengaruhi seluruh tubuh atau terbatas pada satu atau dua bagian tubuh saja.
Pada umumnya, gejala yang dialami pengidap cerebral palsy meliputi masalah pada gerakan dan koordinasi, bicara dan makan, hingga masalah lainnya. Berikut beberapa gejalanya:
ADVERTISEMENT

Gejala pada Gerakan dan Koordinasi

  • Otot kaku dan refleks berlebihan.
  • Ketegangan pada gerakan otot, seperti terlalu kaku.
  • Kurangnya keseimbangan dan koordinasi otot (ataksia).
  • Tremor atau gerakan tidak sadar pada tangan maupun kaki.
  • Gerakan lambat seperti menggeliat.
  • Kesulitan berjalan, seperti hanya mampu berjalan dengan jari kaki, gaya berjalan berjongkok, atau gaya berjalan dengan langkah lebar.
  • Kesulitan dalam pergerakan yang melibatkan keterampilan motorik halus, seperti kesulitan mengancingkan pakaian atau mengambil benda.

Gejala saat Bicara dan Makan

  • Gangguan berbicara.
  • Kesulitan mengisap, mengunyah, atau makan.
  • Keluarnya air liur berlebihan.
  • Kesulitan dalam menelan (disfagia).

Gejala pada Pertumbuhan dan Perkembangan

  • Keterlambatan perkembangan kemampuan gerak, seperti duduk atau merangkak.
  • Gangguan belajar.
  • Gangguan kecerdasan.
  • Terhambatnya pertumbuhan anggota tubuh sehingga ukurannya lebih kecil dibandingkan ukuran normal.

Gejala pada Kerusakan Otak

Kerusakan otak pada pengidap cerebral palsy dapat menyebabkan masalah neurologis lainnya, seperti:
  • Kejang (epilepsi).
  • Masalah pendengaran.
  • Masalah dengan penglihatan dan gerakan mata yang tidak normal.
ADVERTISEMENT
  • Masalah kandung kemih dan usus, seperti sembelit.
  • Kondisi kesehatan mental, seperti gangguan emosional dan masalah perilaku.
Menurut Cerebral Palsy Alliance, cerebral palsy merupakan kondisi yang tidak bisa disembuhkan. Anak dengan kondisi ini harus melakukan berbagai langkah pengobatan maupun terapi seumur hidupnya. Sebab itu, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memberikan dukungan sepenuhnya kepada anak.
(SFR)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020