Konten dari Pengguna

Apa Itu Gangguan Kepribadian Ambang? Ini Arti, Gejala, dan Penyebabnya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gangguan kepribadian ambang. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gangguan kepribadian ambang. Foto: Unsplash.com

Gangguan kepribadian ambang atau Borderline Personality Disorder (BPD) merupakan suatu jenis penyakit mental yang perlu mendapatkan perhatian serius. Gangguan ini ditandai dengan perubahan suasana hati yang cepat dan diikuti perilaku yang cenderung tak stabil.

Penderita gangguan ini memiliki kesulitan mengendalikan emosi dalam dirinya. Tak jarang, keadaan ini sering kali mengacaukan hubungan dengan keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan sosialnya.

Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai gangguan kepribadian ambang, mulai dari pengertian, gejala umum, dan penyebabnya.

Apa Itu Gangguan Kepribadian Ambang?

Ilustrasi gangguan kepribadian ambang. Foto: Unsplash.com

Gangguan kepribadian ambang adalah salah satu jenis gangguan kepribadian yang memiliki gejala-gejala ketidakstabilan dalam hubungan interpersonal, gambaran diri yang tak jelas, dan perilaku impulsif.

Penderita BPD sering kali mengalami episode kemarahan, depresi, dan kecemasan yang dapat berlangsung dari beberapa jam hingga berhari-hari. Gejala yang dapat dikenali biasanya muncul selama masa remaja atau dewasa awal.

Mereka mengalami ketakutan ditinggalkan ketika dihadapkan dengan perubahan rencana yang tak dapat dihindari. Orang dengan kepribadian ambang sangat mudah beralih pikiran ataupun pilihan dari yang awalnya mengidolakan kemudian tiba-tiba membenci sesuatu.

Baca Juga: 7 Penyebab Depresi pada Remaja yang Perlu Dipahami Orang Tua

Gejala Ganguan Kepribadian Ambang

Ilustrasi gangguan kepribadian ambang. Foto: Unsplash.com

Gejala BPD sangat beragam dan bisa berbeda-beda pada setiap individu. Namun, mengutip buku Hakikat Hidup Manusia Berdasarkan Sains oleh Sutomo, berikut gejala gangguan kepribadian ambang yang umum.

1. Perubahan Susana Hati yang Cepat

Pengidap BPD akan mengalami perubahan suasana hati yang begitu cepat. Mereka bisa merasa sangat bahagia, lalu berubah menjadi marah atau sangat sedih dalam waktu yang singkat.

2. Terlalu Takut Sendirian

Seorang yang menderita BPD sering takut merasa kesepian. Mereka sangat sensitif terhadap tanda-tanda penolakan atau ditinggalkan, baik nyata maupun yang mereka persepsikan.

Reaksi yang timbul ketika mereka diabaikan atau ditinggal pun bisa begitu ekstrem, seperti panik, marah, bahkan hingga depresi.

3. Impulsif dan Perilaku Merusak Diri

Gejala gangguan kepribadian ambang sering mengakibatkan tindakan impulsif dan perilaku yang merusak diri, misalnya, berbelanja, berkendara secara ceroboh, makan dan minum berlebihan, hingga penyalahgunaan zat.

Beberapa juga menyakiti diri sendiri sebagai bentuk respons yang ditunjukkan saat mereka ditinggalkan dan rasa sakit emosional yang tak tertahankan.

4. Pola Hubungan yang Tidak Stabil

Hubungan interpersonal penderita BPD cenderung tak stabil, seperti cepat berubah dari idealisasi (mengagumi berlebihan) menjadi devaluasi (meremehkan atau membenci) secara ekstrem.

Rasa benci dan marah yang muncul secara tiba-tiba biasa terjadi pada pengidap BPD. Hal ini sering kali membuatnya sulit bersosialisasi.

5. Citra Diri yang Tidak Konsisten

Orang dengan BPD sering kali tak yakin akan identitas kepribadian mereka, baik dari segi nilai, tujuan, karir, bahkan mungkin orientasi seksual mereka. Ini menyebabkan perasaan kosong yang mendalam dan terus-menerus.

Penyebab Gangguan Kepribadian Ambang

Ilustrasi gangguan kepribadian ambang. Foto: Pexels.com

Penyebab BPD dapat muncul akibat berbagai faktor genetik, biologis, dan lingkungan. Dalam buku Tips Menangani Siswa yang Membutuhkan Perhatian Khusus oleh Bambang Putranto, disebutkan bahwa beberapa faktor pemicunya antara lain:

1. Riwayat Trauma Masa Kecil

Pengalaman traumatis pada masa kecil seperti kehilangan orang tua di usia dini, perceraian, kekerasan fisik, atau penelantaran, dapat menjadi salah satu penyebab gangguan kepribadian ambang,

2. Faktor Genetik dan Biologis

Sseseorang lebih berisiko mengalami BPD jika memiliki anggota keluarga dekat dengan gangguan serupa. Selain itu, ketidakseimbangan kimia di otak, terutama pada serotonin juga memiliki pengaruh dalam perkembangan kepribadian ambang ini.

3. Lingkungan yang Tak Stabil

Pendidikan orang tua di rumah juga turut memengaruhi terbentuknya gangguan ini. Tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tak kondusif, kurangnya empati, atau sering mendapat kritik tajam juga dapat memengaruhi perkembangan kepribadian anak hingga dewasa.

(SA)